Recent Posts
Loading...

Author :
Kumpulan puisi pendek pendidikan. Pengertian pendidikan menurut kamu bahasa indonesia, pendidikan adalah suatu proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang ataupun kelompok dalam usaha mendewĘŚsakan manusia melalui upaya pengajaran serta pelatihan pendidikan, proses, cara, atau perbuatan mendidik.

Manfaat pendidikan adalah membentuk seorang agar dapat manjadi orang berkwalitas serta berkarakter sehingga mempunyai pandangan yg luas kedepan untuk mencapai suatu impian yg di harapkan serta dapat menyesuaikan diri didalam aneka ragam lingkungan. sebab pendidikan juga merupakann suatu memotivasi yang membangkitkan semangat untuk menjadi orang yang lebih baik dalam segala aspek kehidupan.

Pendidikan di indonesia umumnya dilakuakan melalui sekolah, namun sering juga ada yang diluar sekolah seperti pendidikan dengan bimbingan orang lain, dan tak jarang juga ada yang belajar sendiri atau dengan cara otditak, mempelajari sesuatu hal, yang dianggap berguna untuknya, dan juga dengan orang lain.

Kumpulan Puisi Pendek Pendidikan

Berkaitan dengan kata pendidikan, dibawah ini beberpa puisi pendek tentang pendidikan, adapun masing masing masing judul puisinya antara lain.
  • Puisi antara cinta dan pendidikan
  • Puisi wancan politik
  • Puisi tak perduli kesuksesan dan pendidikanmu
  • Puisi di jalan tuan
  • Puisi citra pendidikan
  • Puisi sepatu lusuh adik
  • Puisi budayaku
  • Puisi potret pendidikan indonesia
  • Puisi siapa yang disalahkan
  • Puisi tangis seorang bocah miskin
  • Puisi pendidikan dipolitisir
Menurut Nelson mandela pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia. Dan Aristoteles mengatakan, Pendidikan mempunyai akar yang pahit, tapi buahnya manis. Yuk kita simak saja kumpulan puisi pendek pendidikan berikut ini.

ANTARA CINTA DAN PENDIDIKAN
‎Petrus

Antara cinta dan pendidikan.
Disatu sisi fokus pada studiku
sisi lain ingin selalu bersamanya,
apa gerangan yg membuatku sulit memutuskan.
LDR mungkin bisa
tap aku tak mau berad jauh darinya.
Akankah kumemilih?
Sungguh aku tak sanggup.


WACANA POLITIK
Bening Restya Ayu

Sini kukasih tahu bebek-bebek dan itik-itik
Pada isyarat hitungan ketigaku
Mari berkwek-kwek
Ngomong kemanusiaan, ngomong pendidikan, strata sosial, kesejahteraan, sampai jaminan pendidikan, jangan lupa standart agama menjadi jargon yang sekarang laris manis diasong jalan-jalan, apalagi ibukota
Oh iya jangan lupa bawa moral sebab tanpa moral nanti kita dianggap abnormal


Tak perduli kesuksesan dan pendidikanmu
ciro

Aku tidak peduli dengan wajah dan paras mu yang cantik . .
Aku tidak peduli dengan kesuksesan dan pendidikanmu yang tinggi . .
Dan aku tidak peduli bahwa kau akan menikah dalam waktu dekat ini . .

Karena yang sedang aku pikirkan pada saat ini adalah kebersamaan kita pada kala itu,
Waktu kita masih duduk dibangku sekolah dasar.
Waktu kamu masih jadi penyemangatku di pagi hari . .
Waktu dipikiranku selalu hanya tentang kamu . .

Dan ketika kesendiriaan bukanlah teman sehari-hariku . .
Dan ketika malam hari datang aku selalu berdoa kepada Tuhan agar pagi hari segera datang,
Karena aku ingin selalu memandangi indahnya senyuman diwajah kamu . .


Di Jalan Tuan
Karya: Asrul

Aku melihat lautan yang bukan lautan
Di jalan, Tuan menganak bara
Tungku menyala-nyala
Tuan kiranya yang punya

Aku mendengar lautan suara
Macet di jalanan
Yang kiranya membelok
Lalu jutaan anak menangis

Aku bertanya
Di sampingnya orang tanpa pendidikan tidur
Di negeri ini yang pura-pura
Perkenankanlah aku membawa lautan suara anak desa


Citra pendidikan
‎Sayuthi Al Hafidz‎

Kau Ajarkan Arti Kehidupan
Melalui Tuntunan KeIslaman
Dalam Binqkai Citra Pendidikan
Untuk Menqqapai Cita-Cita Mulia


Sepatu lusuh  adik

Pagi menyisir dunia,
Adik mulai mengejar cita-cita,
Dengan sepatu lusung di kaki,
Ia coba mengajaknya lari,

Tasnya yang sobek diseblah kiri,
Adik tak perduli
Tanpa dasi tanpa topi,
Duduk di bangku pojok belakang,
Dengan sepatu yang lusuh

Dahaga dan lapar tak dia perduli
Tanpa uang saku dan sarapan,
Nyata perut terlilit cita,
Melamun merunduk ,impian meredup
Biaya pendidikan meroket.


Budayaku

budayaku malu meniru niru
budayaku malu bila hanya menunggu tanpa bergerak maju
budayaku malu bila hanya pintar tanpa benar

bila hanya cerdas tanpa mengambil peran sebagai tugas
budayaku malu bila beragama tanpa beretika
budayaku malu melihat ke bodohan di tularkan dalam skema pendidikan
karna pendidikan bukan hanya mengajarkan tapi mencontohkan

budayaku malu bila keserakahan kalahkan kasih sayang
jujur  kuakui budaya malu kini telah teracuni
sekarat dalam ruang sempit ketidak pedulian budaya individual yang menjamur dan mengakar


Potret Pendidikan Indonesia
Penyair Kecil

Berjalan menegur nyawa
Lewati deras air yang menyapu hening mata
Tiada tertahan, terus berjalan
Menitipkan selembar janji untuk negeri

Dan tak ada lamun yang mengayun
Singkirkan ketakutan yang berduyun merumpun
Ruang-ruang yang menggariskan hidup
Tiada tekad yang berkunjung redup

Terus berjalan melewati gemiricik janji
Tentang gairah bisu raga yang mengecap kata
Hanya suara-suara lantang yang terlentang
Biarkan membaur jadi satu
Dalam jiwa yang mengadu satu
Untuk negeri, untuk Indonesiamu
Potret Pendidikan Indonesia


SIAPA YANG DISALAHKAN

Miris ketika melihat anak remaja masa kini
Mereka yaang harusnya menjadi penerus bangsa
Namun nyatanya malah terjerumus kedalam jurang nista....

Siapa yang harusnya disalahkan
Apakah orang tua
Ataukah lembaga pendidikan
Ataukah pemerintah yang kurang memperhatikan pendidikan karakter
Entahlah ...

TANGIS SEORANG BOCAH MISKIN
‎Fatura Arrahman

(catatan hari pendidikan nasional Indonesia)

hari pendidikan
mengapa wajahmu pucat pasi
tatapan matamu hijau
apa dirimu dilanda sakit

aku doakan semoga dikau segera sembuh
dan memenuhi janji-janjimu
menawarkan pendidikan gratis
untuk masa depan anak negeri

seorang bocah menangis
ingin belajar baca tulis
teman sebaya ikut meringis
terganjal pendidikan beraroma bisnis

relung hati menjerit teriris
karena harapan pendidikan gratis
hanya meleleh di bibir manis


Pendidikan dipolitisir
Muklis Puna

Negeri makmur ujung sumatera tertoreh duka
Rupiah pendidikan tumpah ruah hingga meneggelamkan sekolah
Pengumuman sudah diumumkan
Para siswa kegirangan di jalan raya
Seragam diberi warna laksana pelangi mengundang hujan

Para guru menunduk malu karena profesi dikebiri
Mata selalu dipicingkan dengan alasan tak profesional
Pendidikan dipolitisir sebagai alat penguasa
Universitas negeri diisi mahasiswa luar
------------------

Demikianlah kumpulan puisi pendek pendidikan. Simak/baca juga puisi yang lain di blog ini, semoga puisi tentang pendidikan diatas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

disqus comments