Recent Posts
Loading...

Author :
Aneka ragam puisi pendek.  Aneka ragam artinya bermacam-macam varian, atau jenis, dalam hal ini puisi pendek, sebagaimana di ketahui puisi pendek artinya puisi yang pendek atau puisi singkat. tidak panjang, biasa seseorang menulis puisi dengan panjang kali lebar, artnya puisnya panjang bisa mencapai sepulu bait atu mungkin lebih, dan terkadang para pembaca yang suka simple maka disiapka puisi-puisi pendek

Puisi pendek kali ini menceritakan aneka ragam tentang puisi yang pendek seperti puisi pendek tentang ibu, puisi pendek tentang cinta puisi pendek tentang alam puisi pendek sahabat, dan lain sebagainya, aneka ragam puisi pendek ini, sama saja dengan kumpulan puisi pendek, menceritakan berbagai macam perasaan yang dirasakan oleh penulisnya.

Aneka ragam puisi pendek yang kita update dikesempatan ini dapat dikatakan contoh puisi simpel yang tidak bertele-tele. sebagaimana contoh puisi yang panjang kali bait terkadang menang panjang saja namun inti yang diceritakan atau makna intinya pada judul puisi tersebut, jadi dengan puisi pendek merupakan contoh puisi  yang tidak membosankan

Aneka Ragam Puisi Pendek

Nah dibawah ini ada tigabelas puisi pendek karya dari tiga orang sekaligus, nama para pengkaryanya atau penulisnya ada di bawah masing masing judul puisi pendek mereka. adapun masing judul pusinya antara lain.
  1. Puisi masing saja
  2. Puisi ku hindari
  3. Puisi dia selalu ada
  4. Puisi inspirasi yang hilang
  5. Puisi masihkah 
  6. Puisi i miss you mom
  7. Puisi embun
  8. Puisi jauh
  9. Puisi buntu
  10. Puisi simpul
  11. Puisi problematik
  12. Puisi peduli apa 
  13. Puisi setenang surga
  14. Puisi untuk seseorang
Bagaimana puisinya.  untuk selengkapnya silahkan disimak saja. di mulai dari "puisi masih saja" karya seorang bernama pena Nai, berikut ini puisinya.

Masih Saja
Nai

Masih terdengar degub jantungmu,
meski jarak membelah kota dan hutan-hutan
Teringat tentang sajak terakhir yang kau cipta untukku
Ada bara menganga hendak tersulut, kemudian perlahan redup

Entah apa...
Berkali-kali ku terjaga
Netraku tak jua terpejam
Hingga malam berganti pagi
Mengadu pada embun
Menepi pada pekat
Terjerat sunyi sekarat
Luruh doa bermadah, pasrah.

Bdg,020517


Ku Hindari 
Nai

Sunyi larut dalam buaian angin malam
Diam tergugu di beranda kelu
Ya, aku takut akan ketinggian,
yang menjatuhkanku pada kenyataan
Bukan majas atau narasi
Senyatanya gemar pada perjalanan terjal menapak tilasi aral melintang
Ah, tentu lebih asik dan menantang,
Ketimbang cerita romansa bualan
Sudah, perlahan ku hindari rasa dari subuh hingga terbenam senja,
namun tak jua reda
Entah dari mana lagi ku mulainya
Ironis, ruang gelap bernama hati,
Hampa.

Bdg,190417


Dia Selalu Ada 
Nai

Malam menyeruak pekat yang senyap
Menyiratkan kegelapan mencekam
Deru angin mendesis membuai dedaunan
Ketika sekeping hati rapuh
Berpegang kuat, melapang dada

Sandarkan keluh kesahmu pada-Nya
Tersebab Dia selalu ada, dengan wujud sifat dan kasih sayang-Nya
Usah bimbang pun meragu
Tengadahkan tanganmu memohon pertolongan-Nya
Jadikan doa sebagai kekuatan dan cahaya jiwa.

Bdg, 160417


Inspirasi Yang Hilang
Nai

Sekumpulan awan berarak
Aku hanya menatap diam
Mata kian jauh menerawang
Coba memandang alam dengan hati
Menguji diri atas imagi yang masih dalam angan

Kosong, entah kemana
Secuil resah menjadi tabu, saat kau tiada di sisi
Taman bunga nan asripun layu, kering dan mati
Masihkah mampu jemariku menari lentik di atas kanvas?
Sedang inspirasiku hilang tanpa bekas.

Bdg,170417


MASIHKAH
Oss.am

Bila esok adalah awal
Adakah harapmu menjadi bagian dari kesungguhanku?

Bila esok terus menanti
Masihkah waktumu selalu menyapaku?

Bila esok adalah akhir
Masihkah kau tersenyum untuku?

Oss.am
Subang,29-04-2017


I Miss U Mom
Herlina

Lenaku panjang
Ketika kuterarah pada potret tersimpul senyum anggun
Binar netra menatap tajam
Menyelipkan rasa gundah membuncah
Entah! Bertahta perbudak hasrat

Ibu..
Guratan wajahmu selalu terbayang
Aku merindukan seluruh waktu yang terkenang

Clp, 21 April 2017


Embun
oki

Setetes embun hinggap di tangkai kerapuhan
Yang telah lama ditinggal daun, dan bunga-bunga kenangan
Sendiri diayun-ayun musim dan resah
Apakah harus berakhir sebagai ranting yang gugur?

Kulihat hari ini memulai denyut kehidupan
Dari embun dan subuh yang tidak pernah berkhianat
Menyapa melalui udara yang masih ranum dan harum
Dan embun singgah sebagai benih harapan yang baru

20/5/2017


Jauh
oki

Bayang-bayangmu masih harum di senja itu
Menari, berlari bersama angin lagi sepi
Senja membelah barat dan timur menjadi jingga di pipimu
Di matamu mawar-mawar mekar tak padam

Adakah aku bisa melihatnya syair-syair yang terurai
Kau biarkan berderai bersama bulan dan malam
Ketika kutelusuri jalan-jalan kaku dan mati
Kau kian jauh, hilang, entah dibakar pagi

5/5/2017


Buntu
oki

Di hadapan jendela yang dingin
Perasaan tertahan di balik pintu yang menunggu
Tulisan-tulisan yang terabaikan
Lelah, apa yang harus dikatakan lagi untuk pena yang diam

Sampai malam menjadi dalam di mataku
Tersesat, termangu, semakin membiru
Juga asa yang ditebar bintang-bintang
Dan purnama lelap di senyumanmu

4/5/2017


Simpul
oki

Ha, siapa yang menyangka bahwa,
Jiwa-jiwa kita seperti saling mengikat pada simpul,
Ia adalah persahabatan, persaudaraan

Tak peduli bila keberadaan masing-masing terpisah di tiap belahan dunia manapun
Tak peduli tembok angkuh sang penghalang
Kita adalah milik kita sendiri
Disertai Tangan Tuhan dan naungan-Nya

Hey kawan, siapa yang membuatmu percaya?
Selain dirimu sendiri dan orang-orang yang kau sebut saudara
Tetaplah pada ikatan itu, dan kita akan selalu terasa bersama selamanya
Karna kita, saudara...

27 April 2017


Problematik
oki

Tajam mata memerah menatap problema tak berujung
Meremas isi kepala, memecah syarap-syarap
Dan malaikat masih sama
Menyaksikan seorang pecundang menghitung dera

Untuk apa Ruas-ruas jemari mengepal
Sementara harapan hanya kemungkinan yang belum tentu mungkin
Peluh campur air mata lalu dosa dan doa
Lagi-lagi ini hanya keberadaan yang memaksa

25 April 2017


Peduli Apa
0ki

Kadang aku tak butuh seseorang untuk peduli
Bukan untuk saling menyakiti
Jika memilih
Aku akan memilih untuk dibenci

Seperti ranting yang ditinggalkan daun dan bunga
Lalu angin membiarkankannya mati

Biarlah dunia membawaku ke sana
Tepat di balik kebahagiaan orang lain
Melukai senyumku sendiri
Hampa dan hilang di kegelapan malam


Setenang Surga
oki

Kali ini aku berharap Tuhan membiarkanmu di sini bukan
karena alasan yang sama
Musim ke musim aku mengutuk takdirku
Nyaris mati dalam bentuk penyesalan
Dan kini aku ingin benar-benar berterima kasih

Kau melihatnya? Luka-luka ini memudar
Dan aku yakin kau bukanlah luka selanjutnya

Tuhan, rencana-Mu sejatinya indah
Dan buatlah aku percaya sekali lagi akan cinta yang setenang surga
Letakanlah pada dirinya saja

Rabu 19 April 2017


Untuk Seseorang
oki

Aku masih menunggu
Aku tau juga kau sama
Menunggu memang lelah
Akan lebih menyakitkan bila kita tidak berusaha bahwasanya kita mampu

Sedikit lagi
Labirin hanyalah ilusi seperti di mimpimu
Yang nyata adalah secarik doa yang kita munajatkan
Dan malam, akan menyatukan kita di sini

19 April 2017
------------

Demikianlah aneka ragam puisi pendek. Simak/baca juga puisi pendek yang lain di blog ini, semoga puisi singkat diatas dapat  menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

disqus comments