Breaking News
Loading...

Puisi tentang indonesia. Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan terbesar di dunia yg terletak di Asia Tenggara. Melintang di katulistiwa antara benua Asia serta Australia dan diantara lautan Pasifik serta samudera Hindia. Indonesia berbatasan dengan Malaysia di utara pulau Kalimantan, Papua Nugini di timur pulau Papua serta dengan Timor Timur di utara pulau Timor.

Lokasi Indonesia juga terletak di lempeng tektonik yg berarti Indonesia seringkali terkena gempa bumi serta juga menyebabkan tsunami. Indonesia juga banyak memiliki gunung berapi, salah satu yg sangat terkenal adalah gunung Krakatau, terletak antara pulau Sumatra dan Jawa.

Indonesia tempat yang menarik dimata dunia diantara negara negara asian lainnya sebab indonesia di lintasi garis  katulistiwa, dengan iklim tropis. Indonesia terdiri dari lima pulau besar, dengang ragam adat istiadat, membuat indonesia menjadi tempat yang menarik bagai orang dari negara lain.

Penduduk Indonesia dapat dibagi secara kasar kepada dua kelompok. bagian barat Indonesia penduduknya kebanyakan adalah suku Melayu sementara di timur merupakan suku Papua, yg mempunyai akar di kepulauan Melanesia.

Berkaitan dengan kata indonesia, beberapa puisi tentang indonesia, di kesempatan ini, Seperti hal puisi lain, puisi indonesia kali ini merupakan karya yang mudah dipahami. dari para pemusi hebat, berceritan tentang tanah airku, tentang keindahan indonesia  bahkan ada yang menceritankan tentang indonesia menangis, adapun masing masing susunan judul puisinya, antara lain.
  • Puisi Tanah airku indonesia
  • Puisi di mana panca sila kita
  • Puisi indonesia
  • Puisi sejuk pagi indonesiaku
  • Puisi selembar doa dan harapan anak bangsa
  • Puisi berebut kabut surga
  • Puisi dari rakyat jelata untuk indonesia
  • Puisi negara
  • Puisi selamat pagi indonesia
  • Puisi potret bahagia indonesia
  • Puisi indonesia
  • Puisi pagi negeriku
  • Puisi rendovues indonesia
  • Puisi indonesiaku begini
Semoga dengan puisi tentang indonesia ini dapat membangkitkan semangat nasionalisme, yang seolah pudar tergilas zaman kemoderenan, setelah indonesia merdeka, jika bukan anak bangsa atau putra putri pertiwi, siapa lagi yang di harapan agar indonesia jaya selalu.

Mungkin begitulah kira-kira ulasan singkat tentang indonesia, di bawah ini beberapa puisi tentang Indonesia, yuk kita simak saja di mulai dari puisi tanah airku Indonesia, berikut ini puisinya.


Tanah Airku Indonesia
Oleh Senja Kelana

Masih kulihat...
Putra putrimu berbaris rapi
Di tanah ini, gagah dan anggun

Juga, masih terlihat gagah dan anggun, sang merah putih berkibar.
Memanggil, menggugah rasa patriotis di sanubari......
Adakah rasa patriotik akan tetap langgeng di dada putra putrimu?
Apakah mungkin esok.. saat senja rasa itu akan musnah?
Jawablah!.. Wahai penerus cita luhur bangsaku!

Masihlah gagah sang saka merah putih berkibar
Masihlah anggun sang garuda menjaga persada
Masihlah ada putra putri pertiwi membelamu

Tanah airku Indonesia
Negri yang elok
Permai
Masih di dada putra putri bangsa

DI MANA PANCASILA KITA
Oleh Y. S. Sunaryo

Dengan berke-Tuhan-an yang Maha Esa
Adakah kita beragama untuk damai dan bahagia
Dalam panduan kebenaran milik-Nya
Tak saling menyalahkan, tidak juga saling mencela

Pada kemanusiaan yang adil dan beradab
Tak ada orang-orang biadab
Tak ada kerakusan
Semua amarah tak menyalakan ketakutan
Monster tak pernah lahir antar sesama manusia
Tak saling memangsa

Persatuan Indonesia
Adalah muara damai
Tak saling mengancam
Semua bersimpuh dalam jiwa raga yang tentram

Pertengkaran, di mana pun, mesti berakhir damai saling berpelukan
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam pemusyawaratan perwakilan
Adalah rumah kita
Rumah para pemimpin yang bijak
Rumah rakyat yang toleran
Tak ada teriakan di luar pagar
Tak ada ketidakpuasan tercecer di jalan-jalan
Karena semua, semua, diselesaikan dalam rumah kita

Melalui ungkapan bijak, melalui solusi hikmah untuk semua memahami perbedaan dalam kebersamaan
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Adalah tujuan bersama
Semua bekerja
Bergotong-royong dalam ragam budaya penuh cinta

Berbagi tanpa pilih kasih
Di mana Pancasila kita
Jika kita banyak saling menghina
Memperagakan amarah dan marah
Berlari-lari menghunus iri dengki
Bergerombol melafadz pertengkaran

Di mana Pancasila kita

30/11/2016

INDONESIA
‎Roby Andika Syarif‎

Indonesia tanah air beta
Yang dulunya di puja-puja bansa
Namun kini telah sirna
Oleh tangan berpena

Indonesia tanah air beta
Yang katanya kaya raya
Selalu di penuhi fatamorgana
Tapi kini telah tiada
Oleh insan tak berkuasa

Indonedia tanah air beta
Yang ideologi-nya pancasila
Namun nestapa di mana-mana

Indonesia tanah air beta
Tanah yang di katakan tanah surga
Yang selalu mengandung cerita
Cerita yang mengandung derita
Derita seluas samudera
Tak akan sirna hingga akhir masa.

SEJUK PAGI INDONESIAKU
Oleh Y.S. Sunaryo

Melambai lambaian pucuk padi yang tengah hamil
Ditiup angin pagi bak syair tahlil
Yang baru usai melantun di mushola kami

Tak ada rasa lain pagi ini
Walau hadir warna globalisasi
Kecuali, kecuali indonesiaku

Indonesia menggumpal pada rasa
Ternikmati bak aliran afas
Tertatap pada seluruh mata beningku

Indonesia bukan semata pijakan kaki
Indonesia adalah seluruh isi hati
Indonesia adalah rasa yang tak pernah tercampur, tak pernah terganti

Rasakan dan tataplah Indonesia pada waktu pagi
Niscaya engkau tak pernah berfikir anarki
Kecuali
Mewadahi embun pagi untuk memandikan Indonesia agar lestari
Suci

Abadi NKRI
09/12/2016

SELEMBAR DOA DAN HARAPAN ANAK BANGSA
Karya : Ean Penyair Jalanan

Selembar kertas dipenuhi aksara untuk Indonesia
Berisikan doa dan harapan anak bangsa
Demi terciptanya makmur sentosa
Penuh keadilan dan sejahtera

Kumemohon padaMu Awatara
Berilah kami pemimpin yang balinda
Agar terhindar dari pembodohan
Pun itu, terhindar dari kemiskinan dan pengangguran

Berilah kami pemimpin yang mampu benahi aparat-aparat molor
Agar tak ada lagi ruang untuk para koruptor
Hukum pun takkan lagi tajam kebawah dan tumpul ke atas
Adil, tak pilah lembar uang kertas

Tuhan, itulah doa dan harapan anak bangsa
Untuk negeri tercinta, Indonesia
Berilah kami pemimpin balinda
Agar tecipta damai dan sejahtera, semoga

SLN, 13 Januari 2017

BEREBUT KABUT SURGA
Oleh Y. S. Sunaryo

Berjubel-jubel
Di tengah bising Indonesia
Tak sekedar pedagang asong - asing roti
Pengkhutbah, pembual, dan pengadudomba ideologi

Berjubel-jubel
Entah apa yang dicari
Penawar kebenaran riuh di warung kopi
Meracik empati
Minuman surgawi
Di tengah mereka yang kurang nasi, dan fakir gizi

Pucat pasi
Nusantara anarki
Kebenaran ada yang memonopoli
Bau politik tirani
Parlemen asyik main teka-teki
Gelap retina hati

Kurus pipih
Wajah negeri amat ngeri
Lupa firman Ilahi
Dungu teladan Nabi
Merobek sejarah para Wali
Mati mata hati

Siapa yang benar itu wahai para penabur resah
Jika semua dianggap salah
Padahal tak semua menjadi syetan
Juga bukan malaikat pilihan
Damailah dalam memburu tahta
Damailah dalam meretas surga
Damailah dalam memadam api neraka
Damailah... ketika diam dan tertawa: hahaha!

Bandung, 24 Januari 2017.

DARI RAKYAT JELATA, UNTUK INDONESIA
‎Satria Panji Elfalah

Sebagian orang hanya memberimu nilai sekenanya ..
Berawal dari hijau ..
Hingga cokelat gelap ..
Bahkan hitam!
Misterius ..
Kental dengan sisi gelap dunia klenik ..
Akrab dengan berbagai kalangan ..
Larut dalam serapah penentangmu ..

Namun ..
Dalam dirimu tersimpan anugerah tanah para raja ..
Tanah para pujangga ..
Tanah para pejuang ..

Hijaumu menjadi napas kehidupan rakyat jelata ..
Yang saban hari sudah membelaimu bersama guyuran mentari ..
Tanpa peduli paraf sebelah mata yang kau kenakan di tunas-tunas mudamu ..

Padahal ..
Selendangmu dulu menjadi kesukaan Ir. Soekarno ..
Goyanganmu menjadi favorit Jendral Soeharto ..
Bahkan ..
Rakyat jelata menari-nari bahagia di antara rinai aromamu ..
Dari pengayuh roda tiga, hingga tikus-tikus berdasi dengan rekening gendut ..

Tanpa kau sadari ..
Hamparan syahdumu telah menjadi budaya bangsa ini ..
Banyak anak-anakmu yang dijodohkan dengan serpihan indonesia timur incaran guru besar bangsa ini, Belanda ..
Ada pula yang mengawininya dengan sanak saudaramu yang lahir di tanah seberang ..
Bahkan dengan bulir-bulir yang dipanen oleh tangan-tangan kuyu petani Indonesia ..
Saudara-saudaramu ada yang melanglang buana hingga ke Bremen sana ..
Bahkan tanah Fidel Castro pun mengakuimu sebagai mahakarya dunia ..

Sejatinya ..
Kau bukan hanya isapan jempol belaka ..
Kaulah pemersatu durjana-durjana dermaga kala mereka tengah rehat ..
Kaulah pengikat tali silaturahmi duda kaya raya dengan janda fakir miskin sebatang kara ..
Kau pula lah pemanis waktu di antara pahit getirnya kehidupan rakyat ..
Mulai dari gorong-gorong hingga apartemen bertingkat ..

Tetaplah menjadi mahakarya tanah airku, Indonesia ..
Tetaplah menjadi hamparan hijau di eloknya bumi pertiwi ..
Karena ..
Tanpamu, tak akan sama ..

Serang, 4 Februari 2017.

Negara
Pelangi dumay

Negri ku tanah tumpah darah
Mengalir bakti ku di bawah sumpah
Menuntun putra dan putri kejalan yg indah
Menjadi manusia yg gagah

Negriku indonesia tercinta
Bersatu dlm satu yaitu bhineka tunggal ika
Bernaung di bawah panca sila
Berdiri tegak dlm kibaran sangsaka bendera bangsa

Negriku tercinta berbudi bahasa
Jiwa kesatria menghadapi segala
Demi tercipta aman sentosa
Dabawah UUD empat lima

SELAMAT PAGI, INDONESIA
Oleh Tarsisius Athanasius R I

Selamat pagi Indonesiaku
Cahaya amarah runcing belati
Menusuk pelupuk menyapu embun
Melontarkan tubuh ke jalan basah sisa
Hujan semalam

Mengejar waktu sebelum matahari
Meninggi dan memanas di puncaknya
Secangkir kopi tertinggal di beranda
Remah-remah kue jadi santapan semut hitam

Harum mawar lupa memberi tanda
Doa pagi belum didaraskan untuk pergi

Jurang membentangi rezeki untuk menuntas
Kelaparan anak kecil di pinggiran sungai
Pilar-pilar memasung jarak
Gemuruh angin merebahkan kekejaman
Politik negeri tak habis diberantas; membudaya

Tujuan hanyalah kematian
Adakah selain itu?
Pucuk cemara mencumbu langit
mengibas kabut pagi melepas sisa mimpi

mari bekerja... mari berkarya...
mari membangun Indonesia dalam satu kasih

Harapan Indah, Februari 2017

POTRET BAHAGIA INDONESIA
Karya: Satria Panji Elfalah

Senja ini ..
Kubawakan padamu karangan bunga ..
Di dalam keranda yang berdarah-darah ..
Diiringi derai air mata penuh luka ..

Mati ..
Seolah kata itulah yang disematkan pada jubah keadilan ..
Kala yang benar dipidana dan yang salah dimanja ..
Kala neraca ratu keadilan dicuri oleh tangan-tangan busuk manusia ..
Dan yang jadi korban bukan hanya satu atau dua ..
Satu rim, ah tidak, bahkan ratusan rim hati yang terluka karena dijadikan tumbal ..

Tumbal kekuasaan zalim ..
Demi terciptanya kepuasan hasrat nafsu iblis ..
Rakyat jelata diganyang habis-habisan di meja hijau ..
Sedangkan para konglomerat jahat menciummi palu milik baginda jaksa dan hakim ..
Memolesnya dengan rupiah-rupiah berwajah dangdut ..
Mencumbunya dengan wanita-wanita bermuka ganda ..

Darah merenda tiap sisi nusantara ..
Ketakutan merajalela ..
Bukan medali yang kuinginkan ..
Kebangkitan tiap bulir hati penuh luka di negeri ini lah yang kuimpikan ..

Bagai Chernobyl pasca khatam ..
Negeri ini bagai negeri mati, lunas!
Mereka menutup mata pada selendang-selendang penahan nafsu ..

Namun, membuka mata lebar-lebar pada aurat ..
Harta ..
Bagai harga diri yang kelak akan dibawa mati ..
Di bukit-bukit pemakaman ekspatriat ..

Tahta ..
Bagai suaka yang kelak akan menyelamatkan nurani ..
Di meja-meja kayu jati hitam ..

Tanpa mereka sadari ..
Rakyat jelata tengah menangis darah ..
Meronta dalam kekangan kemiskinan ..
Nista!
Sungguh nista!
Membuatku MALU mengaku jadi Bangsa Indonesia!

Serang, 7 Februari 2017.

INDONESIA
‎Halimah Tus'syahdiyah‎

Indonesia..
Satu bangsaku.
Satu bahasaku.
Satu jiwaku.
Satu nafas hidupku.

Indonesia.
Berjuta ragam budaya.
Berjuta ragam Sumber daya alam.
Berjuta keindahan alam.
Berjuta keragaman hayati.

Indonesia..
Indah dirimu,
Bagai pelangi yang mewarnai angkasa.
Yang takkan pernah ku lupa.
Sampai nanti kutiada..

Pagi negeriku
By : M.I.R

Dingin pagi ini
Berselimutkan kabut putih
Rintik embun berjatuhan
Namun burung tak enggan bernyanyi
Hilir mudik orang beraktivitas pagi
Meramaikan pagi yang dingin
Selamat pagi nusantaraku
Selamat pagi indonesiaku
Berjayalah sastra indonesia

Sulursari april 04 2017

RENDOVUES INDONESIA
‎Petruk Gandrung Berjuang‎

Melepas mata memandang
Janji pagi melukis langit
Aku bangga sebagai anak negeri
Indonesia bangsaku-rumahku
Tetap melangkah
Tetap bermimpi
Tetap berjuang
Kepada satu pijakan yakni Nusantara
Aku Kamu Kita dan Cinta Indonesia


INDONESIAKU BEGINI
Karya: Tarsisius Ramto Idong (TRI)

Ke mana OTT KPK yang membabi buta?
Ke mana gerilya aparat yang merajalela?

Semua sirna bersama fokus massa ke Jakarta
Pemilihan gubernur di tahap kedua;
Semua lupa Indonesia tak sama dengan Jakarta

Koran menanyangkan Jakarta;
Berita televisi menayangkan Jakarta
(Terkadang artis muda dengan garis dada);
Kopi hitam pun beraroma kabut Jakarta

Ke mana kasus-kasus perjuangan reformasi Indonesia?
Kehilangan anak bangsa - generasi muda penuh daya
Kehilangan surat cinta - kepada presiden republik Indonesia
Ke mana?

Apa arti "pancasila" bila uang jadi tuan raja?
Apa arti "bhineka tunggal ika" bila kepala hanya membangun jakarta?
Apa arti "Pahlawan tanpa tanda jasa" bila belum lagi berjasa
Kau buat perkara

Sumbu kita bukan tugu monas tempat orang beradu cinta
Sumbu kita bukan perkara sumber waras yang tak sudah-sudah;
Sumbu kita adalah tali panjang yang terputus-putus menyeberangi lautan
Menerobos gunung api yang menunggu rezeki
Sabang sampai merauke

HI, 23.3.17
--------

Demikianlah puisi tentang indonesia. Simak/baca juga puisi yang lain di blog ini, semoga puisi menceritakan keadaan indonesia diatas dapat menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Sekedar informasi Puisi-puisi yang ada di blog Pdkb sebagian bersumber dari status/karya member grup pdkb di facebook

Jika ada pembaca yang ingin berpartipasi puisi silahkan di kirim KE SINI
Dan Untuk berlangganan update Dari blog Puisi dan kata bijak ketikkan email anda di form di bawah ini :
icon

disqus comments

 
INFO KLIK