Breaking News
Loading...

Puisi separuh nafasku. Separuh nafasku dapat diartikan sesorang yang telah menjadi bagian dari hidup yang di jalani, dalam hal ini dapat diartikan pujaan hati atau kekasih yang merupakan seorang yang mewarnai perjalani hidup, dia selalu ada, seolah sudah menjadi bagian hidup yang sulit terpisahkan dari kehidupan. Akan tetapi kata separuh nafasku dapat mengacu kepada apapun tergantung dari subjek yang di maksud.

Jika berbicara soal asmara separuh nafasku adalah sebuah ritme percintaan yang biasa kita temui dalam sebuah proses kehidupan. walau bagaimana pun hidup tak jauh dari yang nama cinta, karena sesungguh cinta adalah suka dan sangat sayang. tergantung hal apa yang akan dicintai sebab cinta itu universal.

Karena adanya rasa suka dan sayang pada seseorang maka disinilah cikal bakal dari seorang yang dianggap separuh nafas, sebab telah menemukan suatu keserasian dalam hidup, telah melengkapi satu dengan yang lain, hingga ketika ada diantaranya yang hilang, maka kehidupan yang dijalani akan terasa hambar, sebab ada yang kurang. kurang berwarna sebab separuh nafas telah hilang.

Ketika mengalami hal seperti ini maka perasaan didera masa, dalam sepi yang menguncang jiwa. perasaan sedih, kesepian menjadi bagian dari penderitaan yang dialami. separuh jiwa yang dianggap bagian dari nafas tak lagi ada menemani.

Separuh nafasku (kekasih) adalah orang yang dianggap telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan kita, ketika kehilangan diibaratkan sebuah tubuh tak lagi memiliki ruh, berarti dapat dikatakan mati. dalam hal ini rasa. jadi seseorang yang kelihangan orang yang disayangi biasa, orang tersebut sulit membuka hati untuk kembali menjalin cinta orang lain. karena mereka masih selalu terbayang separuh nafasnya(kekasih) yang telah hilang.

Mungkin begitulah sekilan tentang separuh nafasku, salah satu judul puisi campuran di kesempatan ini, adapun masing masing judul puisinya antara lain.
  • Puisi kuusir sepiku
  • Puisi separuh nafasku
  • Puisi didera masa
  • Puisi biduri bulan
Bagaimana makna dan cerita di balik rangkaian keempat puisi tersebut, untuk lebih jelasnya silahkan disimak saja puisinya dimulai dari puisi kuusir sepiku berikut ini, puisinya.

Kuusir sepiku
Ria Santoso

Tak nampak gambarmu dalam nyata
Tapi gambarmu selalu ada di hati
Tak nampak ucapanmu dalam nyata
Tapi prilakumu selalu hadir dalam ingatan

Sekarangku ku berusaha tegar
Meski hari- hari yang kulalui di dunia
Kan terasa teramat panjang......
Karena aku punya dua harapan yang harus
Kutumbuhkan ,kukuatkan dan kuwujudkan.....

Pergilah dengan tenang
Perjalanan abadi akan kau lalui
Damailah di sana bersama doa - doa
Yang kami kirimkan
Aku ihklas melepas kepergianmu...
Merelakan semua tentangmu di masa lalu

Kiniku selalu berserah diri
Kini semua kubiarkan tinggal di hati
Kini kujalani hari - hari sendiri
Kiniku selalu gembirakan hati
Kiniku berjuang dan melatih diri bersama asa yang selalu indah dan menyenangkan untukku lewati,agar hati dan jiwa hidup dan berseri ....

Separuh nafasku
Dhuhana R. Latiefa

Kehilangan ini sungguh membuatku tak berdaya
Membuatku tak bisa berdiri dengan tegaknya
Kehilangan ini sungguh aku tak kurela

Kamulah separuh nafas dan jiwaku
Kamulah senyum dan bahagiaku
Tapi kini aku sendiri tanpamu

Ketika itu tak pernah terbayang sedikit pun dibenakku
Tak pernah terfikir dalam hati dan otakku jika kita akan berpisah secepat ini.

Seperti janjimu padaku
Semoga kita tak kan terpisah karna orang ketiga, biarkan yang bisa memisahkan kita hanya kematian.
Dan Tuhan mengabulkan itu.....

DIDERA MASSA
Efhan Ardy

Telah kutinggalkan hati untuk kau jaga
Bukan untuk kau dusta
Telah kutinggalkan cinta untuk kau pahami
Bukan untuk kau ingkari

Sebentar lalau kau sesali
Dan ingin memulai untuk mengulang kembali
Basi !

Untai kata maaf mudah kau rucap
Lalu sekejap kembali senyap
Mungkin khilaf...
Tapi ini bukan sulap!

Benar kudera jiwamu agar kau tahu
Kulewati segala keterasingan penat hanya untuk cinta
Kulalui kesunyian pekat hanya untuk kita
Bukan mereka, bukan pula dia

Tapi kau masih belum terjaga
Ketika nyata menghempas maya

Stb. 0417

biduri bulan
Goemilang Noer

Entah..
Harus dari sudut pandang mana..
Aku harus mulai melihatmu.
Terasa berat mata
Tuk selalu menatapmu..

Entah...
Di bawah alam sadar atau di atas normal.
Gemetar menggigil
Semua sel saraf sampai detak
Jantung tak berimbang.

Oh biduri bulan
Kemerlap aura mu
Bertapi merah delima..
Berselendang kali maya..
Keelokanmu..
Bak dongeng tak bertuan.
------------

Demikianlah puisi separuh nafasku berserta tiga puisi yang lain. Simak/baca juga puisi di halaman berikutnya blog ini, semoga diatas dapat menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Sekedar informasi Puisi-puisi yang ada di blog Pdkb sebagian bersumber dari status/karya member grup pdkb di facebook

Jika ada pembaca yang ingin berpartipasi puisi silahkan di kirim KE SINI
Dan Untuk berlangganan update Dari blog Puisi dan kata bijak ketikkan email anda di form di bawah ini :
icon

disqus comments

 
INFO KLIK