Recent Posts
Loading...

Author :
Puisi kerinduan yang berteriak. Kerinduan adalah pusat energi hati yg membangkitkan hasrat setiap orang untuk selalu mencari sesuatu hal yang dirindukan, tanpa kerinduan daya hidup seseorang dapat menjadi lemah serta kurang bersemangat untuk mencari arti dari kerinduan yang sebenarnya. sebab kerinduan adalah keinginan serta harapan.

Kerinduan adalah hamparan rasa yang terkadang mengusik hati tanpa mengerti apa sesunggunghnya yang dirindukan, hanya terasa ada sesuatu yg kurang pada pada diri yg tidak kunjung terpenuhi, selalu membayangi secara halus dan berdampak nyata pada keseharian yang di jalani.

Namun kerinduan sejati hanyalah satu, sehingga bisa menjadi tolak ukur kemurnian dari rindu atau keinginan yang dirasakan. Jika yg dirindukan lebih dari satu, maka bisa dipastikan kerinduan yang lain tersebut kurang murni, artinya bukan yg sesungguhnya sedang dirindukan, Namun hanya terasa seakan- akan itu artinya kerinduan sesungguhnya tapi sebenarnya itu merupakan kerinduan  namun hanya motivasi rindu yang terbagi

Dan kerinduan sejati adalah yang tak memiliki alasan, sungguh murni tanpa motivasi tertentu. Sebab kerinduan sejati mengkristal didalam kalbu  lalu menjadi cahaya cinta,  dan mencair lalu bercahaya saat orang atau sesuatu hal yang dirindukan ditemui.

Puisi kerinduan yang berteriak

Berkaitan dengan kata kerinduan, Kerinduan yang berteriak. judul ini satu dari delapan judul puisi campuran dikesempatan ini, adapun masing masing judul puisinya antara lain.
  • Puisi hamparan rasa
  • Syair kerinduan
  • Puisi ada tetapi tiada
  • Puisi pucat sepi
  • Puisi samar yang membelai
  • Puisi sesak risau
  • Puisi rembang bayang
  • Puisi kerinduan yang berteriak
Dan ahkrinya kerinduan adalah sesuatu hasrat yang membelai perasaan sehingga sesutu yang dirindukan seolah ada namun tiada, membuat perasaan terkadanya menjadi pucat sepi ketika kerinduan tak terpenuhi, serasa sesak risau hati di rembang bayang pada hal yang diinginkan atau di harapakan. Selanjutnya disimak saja puisinya berikut ini puisi dari Arisandi Manopo.

HAMPARAN RASA
Oss Arisandi Manopo

Genta napasku
Adalah gulana rindu yang beralun
Kala hening melamar hamparan rasa
Tanpa lelah, terus mengaduh dalam sabana kelana

Sanggupkah aku?
Menatap mayapada
Sedangkan tangisan lenaku tertutupi rangsang bayangmu

Dalam genta napasku
Mampukah aku?
Menyanggupi hiba waktu yang membatasi kehadiranmu

Oss.am
Subang,02-03-2017

SYAIR KERINDUAN
Oss Arisandi Manopo

Saat angkasa malam
Aku tengadah
Tanpa guman dan tanpa suara
Hanya ranah syairku yang datang merindu
Pada sepenggal hikayatmu yang melintas semu

Pada angkasa malam
Aku syairkan kerinduanku
Berbalut bayu yang menitipkan samar dirimu
Lalu, kupegang jemari mayamu yang tersinari rembulan
Kutatap kebeninganmu dalam reruntuhan sunyi
Dan memaksa bait-bait rasaku menuliskan bayang sempurnamu

Oss.am
Subang,04-03-2017

ADA TETAPI TAK ADA
Oss Arisandi Manopo

Ada kegundahan
Di saat sayap kesunyian mengepak di tubuhku
Seakan terawangku membaur bersama angin yang mengipas

Ada kehampaan
Ketika anganku beranjak membelah pesisir malam
Sesaat sendu pun membasahi karang hati
Seakan lusuhku menyusuri untaian waktu

Ada kerinduan
Ketika mimpiku berlari-lari di beranda buana
Ketika lentera jiwaku tertinggal di belakang bayangmu
Tahukah engkau kenapa?
Karena engkau tak ada di sampingku

Oss.am
Subang,17-03-2017

PUCAT SEPI
Oss Arisandi Manopo

Pucat kalbu
Pucat angkasa biru
Pucat kelana waktu
Pucat rindu
Pucat lembah haru
Diamku memburu bayanganmu
Mungkinkah engkau tahu?
Kesunyianku yang tak jua berlalu

Lirih hati tertebang dan runtuh
Lenanya tergesa-gesa dan rusuh
Lingkari namamu dengan segala keluh
Lantas, berapa jarakmu yang harus kutempuh?

Sedang tikam gulana terus membasi
Sedang sepi terus bernyanyi
Sedang guman terus menikam mimpi
Sedang riak rasa tak surut terus melambai
Sedang engkau terus mendaratkan teka-teki

Sepi rasa
Sepi rupa
Sepi sapa
Sepi cakrawala
Sepi samudera gulita
Rancap bisuku mendambakan nirwana
Mungkinkah engkau rasa?
Harapku berceloteh dalam remang purnama

Oss.am
Subang,20-03-2017

SAMAR YANG MEMBELAI
Oss Arisandi Manopo

Kau sandarkan mentari
Gersang mendiami ngarai hati
Pelik tersembunyi dari celah bebatuan
Walau lirih menilik sesaat
Kau tak berpijak dalam pelita
Diam, hanya dalam rasa
Aku melihatmu

Kau tak terbasuh lagi menyahut
Seperti bayang diantara kabut
Namun pijarmu hangat membalut

Kau adalah samar yang membelaiku
Umpama kidung diantara jedanya
Merambat bebas tanpa suara
Mengalun dan melenggang

Oss.am
Subang,24-03-2017

SESAK RISAU
Oss Arisandi Manopo

Kuberjalan rayapi sesak
Memangku getar yang merangkak
Jemu membengkak
Peraduan pun tak nyenyak
Luruh lantak
Tik-tak
Tik-tak
Risau nadiku berdebar berarak
Menunggumu yang tak jua nampak

Mungkinkah ini sekedar jejak yang terbasuh?
Yang tak sanggup kutempuh
Kecuali imajiku yang mengunduh
Sama luruh
Sama keluh
Lalu, ingatan pun berpeluh
Dan hentak rasa pun semakin keruh
Teraduk rindu yang berkelip jauh

Malam
Merut kelam
Senyap menerkam
Risau berkilau tajam
Senandung hati menegurmu dalam buram

Sekali lagi kurayapi sesak itu
Di sepanjang isak kalbu
Aku termangu
Sungguh selalu menyebutmu
Lantas, heningku menunggu
Di keangkuhan waktu
Yang menyembunyikan segala sesak risauku

Oss.am
Subang,27-03-2017

REMBANG BAYANG
Oss Arisandi Manopo

Serunai malam menggemakan sepi
Membalut nyala di keremangan hati
Suara bisik Lirih membenturkanku pada rembang bayang
Gerak cakrawala menggeliat dalam mega hitam
Tanpa bintang
Tanpa rembulan
Keharuan pun aku biarkan membongkar Khayal
Kesenduan pun aku biarkan mengais kalbu
Kegundahan pun aku biarkan gemetar merayapi kuntum malam
Kesendirian pun aku biarkan terpejam dalam tungku kerinduan
Dan mata hatiku, aku biarkan menatapmu dalam gulita maya

Oss.am
Subang,01-04-2017

KERINDUAN YANG BERTERIAK
Oss Arisandi Manopo

Dari malam yang penuh gulita
Aku merindukanmu

Selapis pandang mencuat
Mengikis dinding jiwa yang gemetar
Napas gundah berserakan dalam reruntuhan bayang

Aku berteriak membelah gerah
Langit pekat bercakar prahara
Larung bersama penat yang tak jua berlalu

Gugusan tubuhku
Terus terjaga bersama terikan rindumu yang membentang masa

Andai engkau di sini
Aku ingin membaur bilur
Menghancurkan debur kesunyian
Dan tertidur dalam pulasnya kerinduan

Oss.am
Subang,08-04-2017
---------

Demikianlah puisi kerinduan yang berteriak, beserta beberpa judul lainnya, Simak/baca juga puisi yang lain  di blog ini, semoga di tas dapat menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

disqus comments