Recent Posts
Loading...

Author :
Puisi bidadariku. Bidadari adalah makhluk berwujud manusia berjenis kelʌmin perempuan yg tinggal di kahyangan atau surga , didalam penampilan fisiknya, bidadari dilukiskan sebagai sosok yg sangat mengagumkan cantik jelita dan sempurna tanpa tercela.

Bidadari menurut ajaran Islam, disebut Bidadari surga disebutkan dalam Al Qur'an dengan kata huur. huuri' iin,  dalam bahasa indonesia bidadari, jadi huur adalah wanita surga yang bermata jeli, mereka digambʌrkan selalu perʌwan, dengan umur sebaya yg diciptakan langsung tanpa proses kelahiran, Bidadari surga di gambʌrkan berpenampilan fisik mirip gadis remaja.

Tak hanya fisik yang di gambʌrkan sempurna bidadari surga juga memiliki kulit yang putih, bersih berahklak baik, sangat sopan, selalu menundukkan pandangannya, mereka dipercaya tak pernah disentuh oleh makhluk Allah yang lain.

Mungkin begitulah sekilas pengertian bidadari surga menurut islam,mahluk ciptaan Allah yang paling suci, suci karena memang di percaya tak pernah tersentuh makhluk ciptaan Allah yang lain. yang di percaya akan menjadi istri bagi orang- orang yang beriman dan masuk Syurga.

Sedangkan kata bidadariku dalam kehidupan sehari hari, biasa disemat atau panggilan kepada perempuan yang disayangi, seperti anak perempuan kecil, dan juga kepada istri, ibu, bahkan orang yang berkasih pun terkadang memanggil pujaan hatinya dengan sebutan bidadariku.

Puisi bidadariku

Berkaitan dengan kosakata bidadari, di bawah ini beberapa puisi berjudul bidadariku Ada empat puisinya dikesempatan dengan tema bidadari, bagaiman puisinya, silahkan di simak saja puisinya berikut ini.

BIDADARIKU
Herlina Alle

Masih kuingat waktu itu
Bermanja dipangkuanmu
Belum mengenal beban kehidupan
Yang kutau hanya merengek dapatkan sesuatu

Dan juga masih teringat
Ketika kuterperosok kedalam lubang kekhilafan
Engkau datang menguatkan
Dengan senyum sejuta bunga di taman
Membuat nyaman menghirup harumnya

Ibu, kini tinggal cerita
Masamasa dulu seakan cepat berlalu
Terganti wajah renta termakan waktu
Keriput sudah kulitmu

Engkau tetap tercantik bak bidadari
Kupuja dirimu dalam lafadz do'a simpuhku
Izinkan tangan kotor ini menghapus setiap bebanmu
Yang dulu kau tempuhi tanpa rasa takut pun malu
Demi aku si pembantah disetiap perkataanmu

Ibu, biarlah meluap airmata ini
Kiranya mampu menghapus segala dosa
Namamu selalu terbaca
Dalam setiap sujud kuberdo'a, engkau tetap bidadari tercantikku

Cilacap, 05 Maret 2017

Selamat Pagi Bidadariku
Dicky Baihacky

Lihatlah ....
Pagi ini begitu indah di terpa sang bayu.
Nyanyian rinduku pun telah memanggilmu...
Cuma hitungan waktu semalam sejenak terlelap lalu berhenti...

Pagi ini aku kembali sayang..
Menyapa cintamu.
Kuberikan senyum manisku untukmu.
Mekar kembali di terpa embun2 cinta kita.

Selamat Pagi sayangku…
Mari kita sambut hari ini dengan semangat cinta kita.
Selalu indah dlm setiap langkah.
Dalam setiap tapak cinta kita selalu memberi jalan.

Aku berdoa untukmu sayang…
Semoga harimu selalu indah.
Menjemput masa depan cita dan cinta.
Disini aku menunggumu.
Datanglah bila kau lelah.
Rasa Cintaku menawarkan dahagamu suka dan duka.

Kau Bidadariku
Oleh : Redi Maechosa

Aku ingat saat kau menatap mataku dengan lembut . .
Dan berkata cintamu adalah mahakarya indah.
Penuh makna yang tak bisa diuraikan kata.
Hanya bisa dirasakan dengan hati yang terdalam.

Ternyata dirimu yang bisa buatku buka hati kembali.
Yang tertutup oleh serpihan luka lama terpendam.
Membuatku dapat melupakan semua keraguan jiwa.
Dan aku bisa lebih merasakan hangatnya cinta.

Kau mampu beriku warna berbeda disetiap sisi lemahku.
Membuatku tertawa, tersenyum, dan lebih semangat jalani hari.
Juga beriku rasa tenang, damai, dan kasih sayang.
Kau nafasku juga inspirasi d'setiap langkah-langkahku.

Kau bidadariku.
Kau sungguh membuatku bersyukur pada-Nya.
Kerana memilikimu memberiku sejuta rasa.
Dan juga buatku menghargai cinta dan indahnya kehidupan.

Bidadariku
Karya : Ven de Hass

Malam indah bulan purnama
Kau tegak berdiri menatap rembulan
Tersapu angin malam membelai
Senyumanmu merekah dalam malu

Aku tersentak dalam rindu
Mendengar berita angin malam
Bahwa kau kini telah ikhlas
Dalam menggapai cinta kasih kita

Duh...Bidadariku nun jauh
Kini kau tegak berdiri menatap rembulan dengan senyuman
Bukan lagi dengan air mata merindu

Hatiku tersayat pilu
Tapi aku harus menyambut senyummu yang merekah
Dalam penantian tanpa akhir

Engkau tegak berdiri
Menanti dibelai angin malam
Bulan purnama menyiram sinarnya
Di wajahmu nan jelita..berpendar..

Wahai diri..
Dapatkah rindu ini kau pendam ?
Dalam jiwamu yang mendamba ?
Dia terus menanti dalam senyum
merekah saat purnama menjelang
datang......

Kota Timah
03102015
------

Demikianlah puisi bidadariku. Simak/baca juga puisi yang lain di blog ini, semoga puisi tentang bidadariku diatas dapat menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

disqus comments