Recent Posts
Loading...

Author :
Puisi andai saja kau tahu. Kalimat ini dari judul ini seolah kalimat tanya namun dapat juga artikan sebagai suatu kalimat pengharapan, atau mengharapkan. sebagimana diketahui kalimat tanya adalah kalimat yang diajukan untuk menggali sebuah jawaban, biasa juga di sebut kalimat yang memerlukan suatu jawaban

Andaikan engkau mengerti perasaanku saat ini namun kau tak mengerti itu, Jangan kau bunuh cinta karena tak sanggup mengerti sisi terpilih dari perjalanan kasih yang telah dijalani andai kau tau perasaanku saat ini dan tahu isi hatiku, paling sedih menyayat hati demi mengalah untukmu agar biduk kasih masih tetap bertahan.

Andai saja kau kau tahu. disetiap perjalan hidupku kutuangkan apa yang dinamakan perasaan. pada cinta kita karena hakikat cinta ini adalah engkau dan aku, aku bukan pecundang malam, karena kamu takkan menjadi sisih terpilih, untuk menjadi pendamping susah dan derita yang tak mungkin kupiku sendiri.

Andai kau saja kau tahu kuhanya butuh perhatiannmu karena aku disini mencintaimu dengan sederhana, aku tetaplah aku yang takkan mudah berubah, jangan kau bunuh cinta dengan menjadi pecundang, apakah kau tahu bahwa kesetianku selayak sederas kaki berlalri, itu aku tak akan menjadikanmu sebagai sisih terpilih dalam hidupku.

Mungkin begitulah kata kata cinta andai kau tahu, salah satu judul aneka puisi dikesempatan ini, adapun masing-masing judul puisinya, antara lain.
  • Puisi sisih terpilih
  • Puisi jangan kau bunuh cinta
  • Puisi pecundang malam
  • Puisi sederas kaki berlari
  • Puisi andai saja kau tahu
  • Puisi biduk
Andai saja kau tahu, Aku selalu ada untukmu, selalu disampingmu, selalu memeluk dalam diam. selalu memberikan terbaik untukmu. mengharapkanmu serta merindukanmu selalu itulah isi hatiku. begitulah kira-kira kata kegundahan andai saja kau tahu. Yuk kita simak saja puisi  Iffa Aini Hamd sahabat kita dari malaysia, dimulai dari puisi sisi terpilih, berikut ini

Sisih Terpilih

Desir cinta menggetar daun
Dingin embun melulur sepi
Bibir nista mencabar ampun
Batin runtun meluhur diri

Suram hari merejam janji
Angin semilir meratap hiba
Bertuam salji dendam berapi
Lilin mencair didakap lara

Berbalam cermin membias canang
Gugur sejati menyentak mimpi
Mengidam izin beralas tatang
Lumpur di kaki tidak bercuci

Tersemai kasih di tebing harap
Putik rindu tidak bersiram
Mengintai rintih hening disingkap
Tercarik pilu onak semalam

Riak rembulan merendang rawan
Kerdip kejora membisik sayang
Sebak tertahan melayang badan
Nasib terluka dirisik malang

Malam dirias menyambut nyeri
Bahang siang menyuar pipi
Salam berbalas terpaut seri
Datang berdulang melamar budi

Iffa Aini Hamd
Sagil O7.03.2017

JANGAN KAU BUNUH CINTA

Jangan cuba-cuba perangi cinta
Walau seribu tahun kau bertarung
Tetap ia menumpaskanmu

Jangan kau lari tak mengaku cinta
Seribu tahun kau berbohong
Tetap cinta itu kau bawa kemana jua

Jangan kau kejar cinta
Seribu tahun kau memaksa
Tetap cinta itu bukan kau yang punya

Biarkan cinta menyusulimu
Walau tidak seindah anganmu
Tetap ia mengisi lompong kalbu

Sehingga tatkala ia hilang
Separuh nyawamu turut melayang
Kau rempuh apa bahana
Demi mendapatkannya semula

Jangan kau bunuh cinta
Walau seribu tahun telah kau rodok mati
Kau akan berjalan tanpa jiwa
Dengan tanganmu sendiri merobek-robek rasa

Terkapar-kapar dada
Hidup separuh nafas cuma
Separuh lagi telah ikut bersama
Matinya ia

Iffa Aini Hamd
Sagil. 12.3.2017

Pencundang Malam

Pencar jingga lenyap di kaki langit
Tercebur kaki rencak abu-abu
Bayang-bayang melunjur kaku
Melurut senyum senja kelabu
Buru-buru sepi rakus menggigit
Terlangap luka kelmarin dijahit
Terlonta mencungap sakit

Menghendap di sebalik balam malam
Seringai kejam membaham
Pecundang meratah sunyi
Terkeroyok temulang naluri
Bertelut tanpa ruas sendi
Tumbang atas patahnya impi
Bertitisan nyeri di hujung mimpi

Pekat malam melarut
Pandangan hati hanyut
Lelah meranduk laut surut
Berselaput keradak hampa
Bawa hiba ke hulu rasa

Denyut bisa tidak bertuam
Ulit pelupuk mata biar terpejam
Biar tangis terpujuk dalam kemam
Berderam mencarik-carik tenteram
Tersisa dendam tak teredam

Enggan bercermin pada rembulan
Kelak luka-luka tampak kelihatan
Mengusap gejolak tak henti meronta
Biar gelita memeluk derita
Memar tak terpandang mata

Andai harapan itu berkeping-keping
Celurkan dalam gelegak besi
Terasah menjadi bilah-bilah asa
Memangkas seranah menjarah jiwa
Dua telapak menghimpun doa
Terkalang binasa di dada..

Iffa Aini Hamd
Sagil 29.3.2017

SEDERAS KAKI BERLARI

Berlari mengejar siur angin terbangkan daun-daun kering
Berpusar teroleng-oleng jatuh terletak ke tanah

Berkejaran dengan buih-buih yang tak pernah letih mengerlus pepasir
Menghantar cengkerang indah dari laut dalam

Berlari girang memaknai separuh gelung warna pelangi
Terseka gerimis oleh bias cahaya yang mempersona

Melayang ikut terbang bawah sayap helang
Selinap kerawang awan
Membusur impian ke langit biru

Berlari taburkan emping-emping mimpi
Garing meletup-letup bawah kobar mentari
Membersit aroma menusuk seribu ingin

Terawang menghirup wangian bunga dari semerbak kuncup-kuncup harapan
Mekar kelopak demi kelopak

Berlari mengecap harga diri
Mampu menyisih ranjau berduri
Saat menyangka takkan mampu berdiri

Ketika duka tidak lagi memasung kaki
Bawa hati sederas kaki berlari

Iffa Aini Hamd
Sagil 8.4.2017

ANDAI SAJA KAU TAHU

Aku bukanlah bintang menghapus gelap
bukan jua cahaya lilin yang malap
bukan segamit cahaya yang membuat matamu bersinar
bukan penerang samar

aku dari ceruk terpuruk
di mana ada seuntai sabar
tempat kugantungkan setia
menyerap bayang-bayang nestapa
melingkari tubuhmu
agar kau dapat berpura-pura tegar depannya
demi menumpang bahagia
tanpa dia tahu adanya goret luka
melenting bersama getar sengsara
saat kau tertawa

Hakikatnya hatimu telap duka
terlalu banyak luka-luka
sesak nafas dalam bocornya dada
biar aku serap teriakmu
melaung melohong meraung
hempas hanya di dadaku
agar gempa di jiwamu mereda
agar mampu kau bernyanyi
sambil merenung bintang
memandang penuh sayang
satu-satunya dia yang sudi kau pandang
Andai sampai ketika
aku tumbang lelah menongkah
empangan rasaku pecah
terkapai tak terenang

Usahlah kau meronta
saat bersimpuh aku memaut kakimu
kerna kakiku telah hancur
Demimu segala hadang telah kutempur

Sekali ini tataplah geming di mataku
bantu aku untuk berpijak semula
separuh diriku telah berkecai
separuh lagi berdenyut bersama jantungmu

Kerna selama mana kau sanggup tersiksa
selama mana kau hanya menunggu dia
selama itulah aku menantimu jua
andai saja kau tahu
andai saja kau tahu
andai saja kau tahu...

Iffa Aini Hamd
Sagil 15.4.2017

BIDUK

Akulah biduk meluncur girang
teroleng-oleng dibuai gelombang
adakala diri separuh karam
tika bahtera lalu melibas pautan
tidak pernah menyerah untuk tenggelam

Akulah biduk tak kenal gamang
dijulang ombak membelah lautan
gelap berbintang silau tak berbayang
terhanyut diri menyusur tenang
berteman camar pulang ke persisiran

Iffa Aini Hamd
Sagil 22.4.2017
------------

Demikianlah puisi andai saja kau tahu. Simak/baca juga puisi yang lain di blog ini, semoga puisi di atas dapat menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

disqus comments