Breaking News
Loading...
4.30.2017

Puisi anak yatim piatu. Pengertian Anak yatim adalah seorang anak yg telah kehilangan bapaknya, Sedangkan piatu adalah anak yang ditinggal mati oleh Ibunya, jadi yatim piatu artinya anak yang ditinggal mati oleh kedua orang, Batas seorang anak dianggap yatim piatu apabila anak tersebut sudah balig atau telah dᥱwasa.

Sebagai seorang yang beragama, sebab semua agama atau keparcayaan mengajarkan untuk mencintai anak yatim piatu maka sepantasnyalah membantu atau menyantuni mereka dengan cara masing masing yang dianjurkan dalam agama.

Didalam ajaran Islam, memperhatikan anak yatim piatu sepeti anak kandung sendiri diwajibkan sebagaimana, Ajaran dalam Islam memerintahkan kaum muslimin untuk senantiasa memperhatikan nasib mereka, berbuat baik kepada mereka, mengurus serta mengasuh mereka sampai dᥱwasa. merupakan perbuatan yang mulia.

Sebagaimana diketahui didalam beberapa hadits tentang anak yatim piatu, menyebutkan bahwa memuliakan anak yatim memang dianjurkan dan bahkan dijanjikan surga. oleh karena itu, kita harus menyantuni anak yatim dimanapun dan kapanpun, dan cara paling mudah adalah dengan memberi makan anak yatim serta menyayanginya layaknya menyayangi anak kandung sendiri.

Mungkin begitulah sekilas tentang anak yatim piatu, dibawah ini beberapa puisi menceritakan anak yatim piatu. adapaun masing masing judul puisinya, antara lain.
  • Puisi aku mendengar suara itu dari kejauhan
  • Puisi dari anandamu
  • Puisi yatim piatu
  • Puisi pesan terakhir
  • Puisi yatim piatu II
  • Puisi demikianlah aku melepaskanmu
  • Puisi yatim piatu III
  • Puisi sinar harapan
  • Puisi anank - anak surga
Betapa mulianya hati seseorang ketika menyangi anak- anak yang membutuhkan kasih sayang yang sudah tak mendapatkan lagi kasih sayang dari kedua orang tuanya, Sebab agama pun menganjarkan untuk menyangi mereka (anak yatim piatu) dan tak melakukan tindakan yang dapat menyingung perasaan mereka, karena mereka layak diberikan kasih sayang. Yup kita simak saja puisi yatim piatu berikut ini.

AKU MENDENGAR SUARA ITU DARI KEJAUHAN
‎Fatura Arrahman

separuh malam dalam kepingan sunyi
suara detak tetesan air
di mulut keran kamar mandi
menepuk lelap tidurku tersadar

detak jam dinding
di sela senyap malam ʌnjing melolong
terdengar di kejauhan malam
membatalkan mimpi indah di puncak kelam

terbesit kisah sedih penuh pilu
tentang seorang anak yatim piatu
yang merindukan belaian kasih ibu
meski hanya bagai tetesan air di selah batu

terasa aku mendengarkan itu
aku mendengar ringikan sedu
tangisan bocah yatim piatu
untuk sekedar dibelai oleh sang waktu yang bisu

Dari Anandamu
Ayu Sukma

ayah
Kaulah lelaki pertama yangku cintai, senyum
Tawamu memberikan keindahan buatku kaulah
Lelaki terhebat dalam hidupku, yang sering
Mengajar aku arti kehidupan,

Ayah
Tiada lagi sosok terindah selain kamu, kau ajari
Aku tiap barisan abjad yang berliku, kau suapin
Makanan kemulutku dengan jejari kasarmu
Kau dekap aku dengan penuh kasih sayangmu

Ayah
Tiada pernah ku dengar keluh kesahmu ketika
Menjagaku, senyum manismu tiada pernah
Lekang dari bibirmu, canda tawamu penyeri hariku
Kaulah lelaki terhebat lelaki kesayanganku

Ayah
Kini kau telah jauh pergi meninggalkan aku
Menjadikan aku anak yatim piatu, kau jadikan aku
Ratu yang tiada bertahta, tiada hadiah yang
Indah duhai paduka ayahnda ,selain sebaris

Al Fatihah Buat Ayahnda Tercinta semoga
Damailah kau disana di sisi tuhan yang maha Esa
Amiin Ya Robbal Alamiin

Pesan Terakhir
Anik Susanti

Debur ombak malam
Bercerita tentang padu laut
Kusebut kakekku nelayan petang
Diseruan takdir wajah raut

Anganku masih biru
Harapannya sudah merah saga
Pada setumpuk waktu lembaran jingga
Kisaharung lakumu
Kucerna dongeng pengantar malam

Raja di Raja LautMu mengapa hitam
Sehari ini kakek tak pulang
Biduk Nelayan Petang tak berbayang
Kenapa teriak orang 'badai dan karam'?

Pemilik Ruhul Quddus
Sudah aku yatim piatu
Saudaraku angin berhembus
Apakah kakekku Kau panggil dengan ombak dan angin?

Tuhan, bukannya Engkau pun dengar
Saat dia bercerita malam itu
Tangan nelayan dan sayap kobar
Peri laut yang dimakan halilintar

Yang Maha Tahu wasiatnya
Do'akan dengan cinta pinta ia
Agar cinta serupa bisa ia rasa
Dalam kesendirian untuk hidup selamanya.
Dan aku baru tahu
Hidup selamanya itu apa
.
27 Mei 2016
Gunungkidul, Yogyakarta

YATIM PIATU
By Arya wisesha

Selembar nyawa tak berguna.
Singgah di pelupuk mata.
Gʌmbar si miskin menderita.
Sungguh menyesakkan dada.

Yatim piatu ...
Haus dan lapar di hidupmu.
Menapakmu penuh ragu.
Menahan segala deritamu.

Berjalan sendirian ...
Menyusuri lorong keangkuhan.
Bersanding kesunyian ...
Kau songsong segala cemoohan.

Yatim piatu ...
Lengkap sudah penderitaanmu.
Di ranumnya usiamu.
Kau coba pertahankan nyawamu.

Tiada naungan bagi tubuhmu ...
Di kala letih singgahi ragamu.
Hamparan langit biru ...
Menjadi tempat tinggalmu.
Yatim piatu ...
Engkaulah penguasa syurga itu.

Sampit.22062016.

Yatim Piatu
‎Hartati An-alju Ad-anpamiyayumul

Nampak semburan duka di bola matamu
Kini kau tak lagi punya ayah dan ibu
Anak yatim piatu
Itulah takdir yang Allah telah siratkan dalam dirimu

Sungguh malang dalam pandang
Kasihan kau tinggal seorang
Tak ada ibu untuk berkasih sayang
Tak ada ayah yang ditunggu pulang

Kau dipilih Allah jadi hamba yang kuat
Lebih tinggi derajat
Allah yang akan memelukmu erat
Allah yang akan meringankan bebanmu yang berat.

23/06/2016

Yatim Piatu
Sang Pribumi

Ibu ...
Aku kumal tanpa belaimu
Tubuhku kecil dekil
Yang rindu sentuhan jarimu nan mungil
Yang menyeka tiapku berduka
Yang tertawa kala kubahagia ...

Ayah ...
Aku dingin, di mana kau yang selalu menyelimutin
Kekar lenganmu adalah sandaran
Jika ku letih atau kesusahan
Rejekimu yang kumakan

Kini ...
Ku mengadu di nisan sepi
Dinginku hangatkan sendiri
Sakitku meratap sunyi ...
Ayah ... Ibu
Betapa sombong duniakan diri
Tak kenal lapar
Yang kukenyangkan dengan mata nanar

Pada dua nisan aku berpesan
Betapa perih hidup kesendirian
Ada pinta yang tak bersuara
Ya Allah pertemukan kami kembali di surga
Akulah si anak yatim juga piatu
Terbasahnya nisan kalian karna airmataku
Ayah ... Ibu.

Medan.2016

DEMIKIANLAH AKU MELEPASKANMU
‎Ahita Teguh Susilo

aku berdiri di tengah angin di tepi sungai
telah kubuka pintu sangkar burungku
dan telah aku tuang ikan-ikan dari akuariumku
ke dalam air sungai yang deras itu

aku berdiri di tengah angin dan di tepi sungai
memandang burung yang terbang dengan riang
serta ikan yang meluncur di air dengan lincah

aku telah melepaskan burung dan ikan karena
burung mencintai angin dan langit luas
dan ikan mencintai air sungai yang deras

demikianlah aku melepaskanmu
semata-mata karena aku mencintaimu

meski setiap kali kulihat diriku
yang tampak hanya seorang yatim piatu
yang berdiri di tengah angin
dan termangu di tepi sungai itu

11.08.16

Sinaran Harapan

Sudahkah dikau damai di sana
Tanpa dentuman dan rintihan
Tanpa tangisan dan raungan
Masihkah teratakmu di pinggiran
Hidup keseorangan tidak berteman
Memaksa dikau yang masih suci
Berpencarian mandiri
Meronta-ronta mencari buah rezeki.

Masih ramaikah anak-anak menjadi yatim piatu
Akibat sebutir peluru sesat
Yang meleset dengan pesat
Hingga nasib mereka dibiarkan
Hidup merempat sebatang kara
Di atas tanah sekangkang kera.

Bangkitlah dikau dari mukim sengsara
Hentikan tangisan langit
Janganlah banjiri bumi dengan kedukaan
Tetapi curahkanlah sedikit
Sinaran sang suria nan hangat
Agar buana kembali bercahaya.

Ahmad Ryinaldi
Ipoh, Perak 17 Disember 2016

ANAK - ANAK SYURGA

nun di sudut sana
terdengar suara anak kecil
sendu hiba memeluk tubuh
kesejukan berkeringat dingin
tinggal jasad cuma
roh jiwa entah ke mana
memikir esok belum tentu miliknya
siang tadi bedilan itu membunuh
bagai terdengar suara ummi dan abi
teriaknya tidak disambut
seperti selalu walau senyum cuma
telah yatim piatu dia sekelip mata
kini nyawanya jadi taruhan
bergelimpangan tanah jadi darah
tiada kedengaran lagi rintih tangis
barangkali peluru kejam sudah habis

Roserina_S_ Sari
Ipoh, Perak 19 April 2017
---------

Demikianlah puisi anak yatim piatu. Simak/baca juga puisi yang lain di blog ini, semoga tentang anak yatim piatu atau ungkapan anak yatim piatu diatas dapat menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Sekedar informasi Puisi-puisi yang ada di blog Pdkb sebagian bersumber dari status/karya member grup pdkb di facebook

Jika ada pembaca yang ingin berpartipasi puisi silahkan di kirim KE SINI
Dan Untuk berlangganan update Dari blog Puisi dan kata bijak ketikkan email anda di form di bawah ini :
icon

disqus comments

 
INFO KLIK