Recent Posts
Loading...

Author :
Puisi masa lalu yang hilang. Masa lalu merupakan pengalaman hidup yg sangat berharga, tetapi Tak baik juga terlalu berfokus pada masa lalu, apa lagi masa lalu yang kelam.  Sebab kita terlahir untuk masa depan, yang berlalu biarlah berlalu menjadi sejarah perjalan kehidupan akan menjadi kenangan saat ini dan akan datang

Ketika masa lalu, cerita atau kisah yang menyakitkan, biarkanlah menjadi sebuah realita hidup yang telah di tinggalkan, Tatap masa depan sebagai asa harapan. dan melupakan masa lalu yang menyakitkan. membuka kisah baru perjalan kehidupan. Masa lalu disikapi dengan bijak sebab masa lalu adalah cermin demi meraih yang diharapkan di masa  mendatang

Yakinlah dengan keyakinan bahwa ketika kita berusaha berdasarkan keyakinan dari hati. Bahwa sanggup melupakan masa lalu, maka kita pun sanggup, begitu juga sebaliknya jika pikiran terus terbelunggu masa bahagianya terus yah tak mungkin bisa.

Cara melupakan masalalu yang simpel adalah dengan cara membuang semua yang berkaitan dengan masa lalu tersebut, jangan sampai ada benda atau sesuatu hal yang berhubungan dengan masa lalu memicu tibulnya kembali ingatan ke masa masa itu.

Begitulah sekilas tentang masa lalu, Seperti kosakata pada judul puisi di kesempatan ini. Ada empat puisi karya dari Hony. adapun masing masing judulnya.
  1. Puisi rindu yang terbenam
  2. Puisi kebahagian yang sunyi
  3. Puisi masa lalu yang hilang
  4. Puisi aku rindu
Bagimana cerita dan makna di balik rangkain bait bait puisinya, Yuk kita sima saja, dimulai dari puisi pertama rindu yang terbenam, berikut ini puisinya.

RINDU YANG TERBENAM

Sisa-sisa kenangan masih tersimpan
Membekas di relung-relung hati
Tentang sebuah memori yang dahulu sempat singgah di dalam hari
Entah mengapa ia begitu cepat berlari
Bersama waktu yang seakan singkat untuk di miliki

Wajah rindu ini kian terbenam
Bersama retaknya ingatan yang semakin kabur
Di tempa tahun-tahun berganti
Dan tenggelamnya usia semakin membuat pemikiran ini tak termiliki

Nama-mu entah lagi siapa
Hanya samar dalam bayang kekurangan ingatan ia menjelma menjadi sebuah bianglala
Yang bersinar dan berwarna
Namun tidak terlihat nyata
Di sini di dalam dada masa berera

Waktu pun terkulai
Di dalam kepala ini
Menjadi seonggok buaian mimpi
Yang entah membawa ia pergi ke dimensi yang mana
Hanya ia yang mengetahui

Hony.S
Maret, 14-2017


KEBAHAGIAAN YANG SUNYI

Rindu pun pulang
Kembali ke-kesunyiannya
Yang sepi, dan dingin
Tanpa ramai atau pun hangat

Di sana tidak ada mentari
Di sana tidak ada rembulan
Yang ada hanya gelap
Yang ada hanya mendung
Tanpa cahaya sedikit pun

Seperti langit yang hujan
Di penuhi kabut-kabut
Yang menyelimuti kebisuan hari
Begitu lengang tanpa suara

Rindu pun pulang
Kembali ke-kesunyiannya
Yang hampa tanpa cahaya
Yang kosong sepanjang lorong
Di sana hanyalah rumah yang tanpa penghuninya

Hony.S
Maret, 11-2017

MASA LALU YANG HILANG

Denting gitar tua ini
Membelai kehangatan di musim hujan
Yang dingin
Melagukan syair-syair tentang kehidupan
Yang tiada abadi

Rintih melodi bernyanyi
Menelusuri rintik-rintik gerimis
Yang menangis di pinggir jendela
Mengetuki bening kaca yang basah

Memori... dimana kini
Aku mencari setitik kenangan yang tertinggal jauh
Entah di masa yang mana
Sebab kini -aku tak lagi mengingat-

Kau, mungkin dulu pernah singgah
Namun kapan dan dimana
Bulan keberapa dan musim yang mana
Aku mencari di dalam nyanyian ini
Namun tak kutemukan

Engkau pun menghilang-
Di waktu yang tidak pernah aku tahu-

Hujan semakin lebat
Menertawai kebingungan hati
Yang semakin pelik di rasakan
Akan sebuah ingatan yang kini tak termiliki

Aku menangis dalam alunan irama
Denting senar yang semakin bergetar
Menyetubuhi bilik kamar nan samar
Aku kehilangan masa lalu yang membuat pikiranku terlantar

Hony.S
Maret, 14-2017

Aku rindu


Sederet tulisan manis berbaris
Dalam inbok ku baca sambil menangis
Mengingat kembali masa yang sudah lalu terkikis

Rindu..
Inikah nama-mu
Yang mengetuk-ngetuk dinding hatiku
Di saat matahari telah lenyap di pembaringan malamku
Aku terpaku mengenang kehadiranmu dahulu

Masih.. ku dengar suaramu
Di dalam telpon genggam kau memanggil namaku
"Hany.., apakah masih terjaga menungguku.."?

Masih, !
Aku selalu terjaga menunggumu
Di sudut malam yang dingin
Di batas dinihari yang sepi
Aku masih menjaga mataku

Tapi.., sampai kapan..?
Engkau tiada datang

Sampai hari ini aku masih mempercayai
Bahwa kau masih ada di fana ini

Benarkah?
Namun, aku takut
Bahwa kepercayaan ini telah membunuh hatiku
Pada kehangatan dunia
Yang tidak lagi menjamah kehidupanku
Aku rindu.., namun ruang dan waktu telah menjegal di perbatasan nisan namamu

Hony.S
Maret, 10-2017
---------

Demikianlah puisi masa lalu yang hilang beserta puisi yang lainnya. Simak/baca juga puisi berikutnya di blog ini, semoga keempat puisi diatas dapat menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

disqus comments

 
INFO KLIK