Recent Posts
Loading...

Author :
Puisi ada apa dengan alam. Berbicara tentang alam, maka terbisit dalam pikiran adalah dunia dengan segala isinya. atau biasa di sebut alam semesta, serta mengacu pada kehidupan mahluk yang ada didalamnya, termasuk kita sebagi manusia.

Menurut para ahli alam artinya segala materi yang ada di bumi baik yang hidup mau pun yang tidak hidup. Meski manusia dikenal sebagai bagian dari alam, tetapi kegiatan manusia sering dipahami sebagai kategori terpisah dari kejadian alam.

Alam yang kita diami ini begitu indah dengan segala bentuk kehidupan yang ada di dalamnya menyimpan banyak rahasia alam yang belum terungkap, itulah biasa sebut kita sebut rahasia alam semesta yang belum terpecahkan. Karena sesungguhnya manusia itu tak sempurna, pemilik kesempurnaan yang mengetahui segalanya hanyalah Sang pencipta alam semesta.

Secara defenisi alam terbagi dari beberapa bagian seperti alam liar, dan alam liar artinya alam yang berlum tersentuh tangan manusia, atau alam natural (alami). Alam juga biasa di sebut lingkungan. jika di defenisikan menjad dua bagaian, lingkungan daratan serta lingkungan perairan.

Begitu banya manfaat alam bagi manusia, tetapi terkadang manusia. hanya menikmati hasil alam tanpa memikirkan kelangsungan alam, agar alam tetap bersahabat dengan manusia. itulah kita sebagai manusia yang terkadang mau seenaknya saja tanpa memikirkan dampak dari perbuatan yang kita lakukan.

Puisi ada apa dengan alam

Ada apa dengan alam, judul ini satu dari empat puisi karya Siamir Marulafau, pada kesempatan ini, kita update, adapun masing masing judul puisinya antara lain:
  1. Puisi di titik terakhir
  2. Puisi ada apa dengan alam
  3. Puisi puisi harapan tak tergulung
  4. Puisi mahkota emas.
Sekilas keempat puisi ini jika hanya melihat judul saja, seakan tidak membicarakan alam tetapi jika membaca dari bait baitnya akan nampak didalam kata kata alam, walaupun makna sesungguhnya bukan tentang alam, sebab terkadang seorang penyair, ketika menulis puisi mengunakan kata kata persamaan didalam puisinya, namun sesungguhnya aarti atau makna puisinya bukan seperti yang pada kalimat dalam bait- baitnya.

Bagaimana makna dan arti sesungguhnya dalam keempat puisi Bapak Siamir Marulafau, agar tak penasaran, yuk kita simak saja puisinya berikut ini, dimulai dari puisi di titik terakhirmu. berikut ini puisinya.

DI TITIK TERAKHIR
siamir marulafau

Jika air sungai tak mengalir lagi
Akan ke mana deburan airnya tertampung?
Petanda,alam tak bersahabat
Meskipun langit tersenyum
Bumi diam tetap

Sepanjang porosnya tak keropos
Dengan ulat-ulat berbulu
Mengganas,menghacurkan daun-daun
Kering sepanjang masa

Meskipun disiram setiap saat
Alam tak akan berbicara lagi
Seakan-akan terhempas di ujung langit
Keganasan makhluk bumi menyiksa

Qalbu terperosok di lembah-lembah terjal
Licin dengan batu berlumut
Tak akan dapat dilintasi lagi
Meskipun pakai tongkat besi,merayap sepanjang jalan
Akan ditelusuri sampai titik terakhir

sm/10/05/2017

==ADA APA DENGAN ALAM==
siamir marulafau

Aku bukan sebagai onggokan kayu
Terpatar di pinggiran pantai
Seorang pun tak melirik karena kebusukan jasadku
Sebelum terhempas dipinggiran pantai
Berdiri tegak di hutan belantara
Berdaun dan berbuah tapi tak bisa bicara
Semua makhluk mengintai
Apalagi manusia mengambil buaku
Meskipun hanya sebatang pohon
Hubunganku dengan makhluk lainnya erat
Membutuhkan penyiraman,pembenahan
Dan asap-asap api membara
Menghijaukan daun-daun pada ranting tak melapuk
Sinar pun tak enggan menyinari semua daun-daunku
Apalagi air hujan,mencurahkan segala isinya
Hujan tahu pohon tumbuh di tengah hutan saling membutuhkan
Meskipun jauh di pedalaman
Hujan akan turun dari pegunungan di celah-celah tumbuh tumbuhan belukar
Daun-daun berdendang sambil bernapas
Saling menyapa antara sesama
Insan di bumi ini tak satu pun tak suka buah
Kami, berbuah demi sahabat
Sebahagian hidup kami untuk mereka di kota-kota
Tak mengenal kaya miskin
Di mata Pencipta akan sama sederajat
Kita makhluk di bumi bernapas dalam satu ruang
Kami sebahagian dari alam tumbuh di mana-mana
Saling butuh membutukan dengan tidak merendahkan
Yakin sungguh hubungan insan dengan alam bagaikan kulit dengan daging
Saling tersenyum antara sesama
Sepanjang Tuhan tak murka
Yang selalu melindung,menyayang atas eksistensi makhluk yang ada
Syukur,,,,,,,,syukur,,,,,,,,syukur,,,,,,nikmat-Mu tertelan

sm/07/03/2017

HARAPAN TAK TERGULUNG
siamir marulafau

Tergelincir di atas batu berlumut
Di kala mata terbendung
Tersanjung karang tajam
Pasir-pasir berteriak di gulungan ombak
Memecah di tepi pantai
Tak akan hanyut

Meskipun muara tak menampung
Tepi pantai melandai terus menerus
Apakah renunganku tertampung?
Alam akan bicara

Sebelum mengganas sampai ujung dunia
Alam bukan bicara sembarang
Dia punya pikiran
Tumbuh-tumbuhan juga bernapas

Meskipun tergelincir di curah hujan deras
Tak akan tercurah setetes air mata
Sampai membanjiri lautan
Tapi suatu waktu akan membendung
Jika butiran pasir tak hanyut

sm/10/03/2017

===MAHKOTA EMAS===
siamir marulafau

Sungguh tak bisa merangkul temaram malam
Membias dalam jiwa
Jika rembulan dengan cahayanya enggan bersahabat
Hanyalah dinding-dinding tepah pada sebuah gubuk sejuta rasa
Menggema sepanjang keheningan malam
Mendᥱsah di pelataran tanah datar

Meskipun aku berbisik pada cinta
Hanya berkicau bagaikan burung tak membutuhkan buah
Apakah gerangan sesaat kuberbaring di atas kasur salju tak berkapas
Tak teremban sepanjang masa

Hati pun galau di kala burung terbang
Menyongsong awan putih tak berdosa
Akan terhempas di hamparan lautan tak berbuih setetes pun
Di dalam mahligai terpuji di celah-celah kehidupan

sm/06/03/2017
-----------

Demikianlah puisi ada apa dengan alam semesta, berserta tiga puisi lainnya. Simak/baca juga puisi yang lain Siamir Marulafau di blog ini, semoga puisi tentang alam di atas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

disqus comments