Recent Posts
Loading...

Author :
Puisi ketika badai cemburu datang. Cemburu sungguh menguras hati, kebanyakan cemburu makan hati, tetapi terkadang orang yang kasmaran menenangkan pasangannya dengan mengatakan cemburu tanda cinta marah tandanya sayang, kadangkala kata ini sebagai penghibur meredam amarah cemburu yang sering muncul dalam suatu hubungan.

Berkaitan dengan kata cemburu, salah satu puisi kali ini berjudul cemburu, menjadi judul utama mewakili dua puisi yang lain, adapun judul masing masing puisi antara lain:
  1. Puisi Rindu Yang Karam
  2. Puisi Goresan Hati
  3. Puisi ketika badai cemburu datang
Ketika puisi tersebut karya Kemilau Mata bening, Bagaimana cerita puisinya, apakah seperti kata pak Mario teguh cemburu tanda bahwa cinta haru memiiki. silahkan disimak saja  puisi berikut ini.

Rindu Yang Karam

Tersebutlah engkau hujan
Dan aku senja perindu pelangi
Yang pada langitmu
Enggan kau rentangkan

Dan kau juga puisi
Yang tak pernah bisa kumaknai
Ke mana diksi kau imajinasikan

Kau pun serupa ilalang
Dimana ada angin kau pun menari
Entah... kepada sesiapa gemulaimu
Kau peruntukkan

Bila rindumu telah mati
Aku bahkan telah lama menjadi nisan
Atas pusara yang tak kunjung kau taburi bebunga

Rindu yang karam oleh ikhlasmu
Yang segala musim kau nikmati

Kemilau Mata Bening
SAA Makassar 02.02.17

Goresan hati 

Bening ...
Sembunyikan sedihmu seperti kamu menyembunyikan sedekahmu
Kabarkan bahagiamu seperti kamu menebar rezeki kepada sesamamu
Bukankah kamu sungguh mencintai hatimu sendiri
Karena di hatimu ada orang-orang yang kamu cintai yang tak perlu kamu meminta balasan...cinta sejati!
Maka tegarlah....tentang apapun itu!

Kemilau Mata Bening
Makassar, 28 Desember 2016

KETIKA BADAI CEMBURU DATANG
Karya : Srie Astuty Asdi

Angin melayangkan debu di tatap, perih
Awan luruhkan hujan di dada, basah
Petir menggelincir di kulit, terbakar
Lalu meluka, tenggelam dan hanyut, terkapar

Pun saat kemarau, mentari serasa menungku di kepala
Matangkan dua belah daun telinga
Meremas gumpalan hati memerah durja
Lalu kau terperosok menjadi piatu, bagai jiwa tak beraga

Setiba malam, kabut pelan mendupa doa-doa
Tipis, selembut awan seputih pinta
Jatuh di kelopak penampung duka
Bening, tiada kuasa menahan air mata

Jiwa pun sunyi menyatu di tubuh hujan
Luka-luka basah, perih menjadi endapan
Lirih merintih ringkih menoktah sayatan
Terkulai lusuh lalu kau menangis sendirian

Dan berkata: aku cemburu pada langit letak biru cinta
Lalu mengapa saat mendung bumiku yang lara?
Sungguh ia melupa, tentang rasa itu, tentang cemburu itu,
Darinya kau belajar mencinta dan tegar di atas luka

Kemilau Mata Bening
Makassar, 27 January 2017
--------------

Demikianlah puisi ketika badai cemburu datang beserta dua puisi yang lain. Simak/baca juga karya Kemilau Mata Bening yang lain di blog ini, semoga puisinya diatas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

disqus comments

 
INFO KLIK