Breaking News
Loading...

Melupa tak semudah menyeka air mata. Melupa kata dasarnya dari lupa, lupa jika diartikan, lupa adalah suatu kondisi dimana suatu informasi yang sudah disimpan rapi dalam memori otak hilang dalam ingatan. Tetapi jika kata melupa berarti berusaha untuk tidak lagi mengingat sesuatu yang pernah kita alami, dalam hal ini, biasanya sesuatu yang menyakitkan,

Bagiman dengan air mata, pastilah sudah tau, namun terkadang defenisinya kita tidak mengerti nah, defenisi air mata adalah kelenjar yang diproduksi oleh proses lakramasi (air mata), untuk membersihkan dan melumasi mata. begitulah "kura-kura" tentang airmata dan kata melupa.yang menjadi judul puisinya kali ini,

Ada tiga judul puisi pada kesempatan ini, namun tidak satau tema, yah campur gitu, semua karya dari Ms Sang Muham, adapun judul puisnya, antara lain.
  1. Puisi Kutunggu di bibir pantai
  2. Puisi Sejengkal senja pengabdian
  3. Puisi Melupa tak semudah menyeka air mata.
Yuk kita simak saja puisinya, biar tak penasaran makna dalam bait bait puisinya, di mulai dari puisi kutunggu di bibir pantai,silahkan dismak atau di baca.

KUTUNGGU DI BIBIR PANTAI
Karya MS Sang Muham

Kalimat yang kau tinggalkan mentah
terlalu lama awan menyimpan rahasianya
saat aku tiba halte telah kosong
sayang sekali tak kau tinggalkan jejak
harus kemana kuantar rasa yang kau titipkan

Entah masih bisa sua jika waktu merentangkan lupa
hari pun sudah senja
pastinya episode segera berganti cerita

Maukah kau melucuti segala alfa sengaja yang menggores sukma
melarungnya di samudra menitipkannya pada ombak
akan kutunggu di bibir pantai
disana akan kusiapkan sebingkai doa
pun pintu maap meski tak pernah kau ketuk

Akulah yang tak pandai menyamakan langkah
teruslah menghapus bayang-bayang mengejar bintang
maapkan ketidakmampuanku

#Billymoonistanaku, Selasasore, Januariakhir, 31/2017 = 18:18 wib

SEJENGKAL SENJA PENGABDIAN
Karya MS Sang Muham

Semua telah di rampas
jalan di buntukan
kesempatan di patahkan
segala upaya di gagalkan
serupa kerja rodi di ladang pengabdian

dan kenyataannya seperti pecundang tak berdaya
cuma diam dan diam hingga senja di ladang pengabdian

Terbiasa sejak di desa di dera nestapa
di pasung di kebiri di singkirkan paksa
lantaran berani menjerat naga berwajah sejuta
jadi pahlawan kesiangan di lembah neraka
sempurna !!! selesai sudah, angkara murka menepuk dada

Belum belum paripurna pengabdian, masih tersisa sejengkal senja
terima kasih telah berperan antagonis di jalan takdirku

Di atas langit masih ada langit
kini saatnya yang berhutang membayar hutang
diam menata sabar membersihkan wadah insan hakiki
berbahagialah yang terzolimi hingga mengerti harum sejati
dalam kemustahilan terletak mujizat tak terbantahkan
Salam merdeka merdeka merdeka
sejahtera sararea

#Billymoonistanaku, Jumatdinihari, Februari 03/2017 = 01:01 wib

MELUPA TAK SEMUDAH MENYEKA AIR MATA
Karya MS Sang Muham

Menyemai rindu
di hamparan ladang tak bertuan
tumbuh liar di sela waktu

Rentang masa menata nostalgia
terpaut akar merambati kebersamaan
rindu adalah benalu rasa

Melupa tak semudah menyeka air mata
nyeri di dada buah si malakama
hati tak mampu berdusta
rasa terpenjara di lorong gulita
sengketa jiwa di lembah karma

#Billymoonistanaku, Sabtusore, Februari 04/2017 = 15:15 wib
------------

Demikianlah puisi melupa tak semudah menyeka air mata beserta dua judl puisnya yang lain . Simak/baca juga karya Ms Sang Muham lain di blog ini, semoga puisnya di atas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Sekedar informasi Puisi-puisi yang ada di blog Pdkb sebagian bersumber dari status/karya member grup pdkb di facebook

Jika ada pembaca yang ingin berpartipasi puisi silahkan di kirim KE SINI
Dan Untuk berlangganan update Dari blog Puisi dan kata bijak ketikkan email anda di form di bawah ini :
icon

disqus comments

 
INFO KLIK