Recent Posts
Loading...

Author :
Puisi watikah alam. Watikah salah satu kosakata dari bahaya melayu jika di terjemahkan kedalam bahasa inggeris artinya letter of authority; letter of appointment; credential.dan bila di terjamahkan kedalam bahasa indonesia artinya surat kepercayaan.surat kuasa; surat perjanjian; mandat.

Puisi watikah alam, menceritakan pesona alam yang indah perlahan-lahan rusak akibat akibat kemajuan jaman dan ulah tangan jahil mausia yang merusaknya.
Bait bait puisinya berbahasa melayu (malaysia) karena penulisnya seorang sahabat dari negeri sebrang. biasa juga kita menyebut negeri serumpun.

Jadi ini puisi tentang alam, membahasa tentang semesta alam yang kini tak lagi bersahabat dengan manusia, alam sedang berduka akibat ulah manusia, gunung menjadi lembah akibat kerakusan manusia. Selengkapnya disimak saja puisinya berikut ini.

Watikah Alam
Muzalifahtul Aini Abd Hamid

Burung-burung terbang merendah
Hinggap bertengger atas tunggul mati
Berkicau hiba sahut-sahutan
Melagu sayu hati yang walang
Gunung diam dalam kiam
Siapa tahu gejolak di dalam
Menyeru angin mencari khalifah
Khabarkan pada anak-anak manusia
Alam sedang berduka

Sejahtera manusia
Melihat dengan mata terpejam
Mendengar hanya bingitnya kerakusan
Terbuai dengan gema kemajuan
Merambah rimba mencantas jantung alam
Menarah gunung menjadi lembah
Anak-anak manusia tidak mengambil endah
Segala terlenyap dari peta

Rumput tidak lagi berceracak litupkan tanah
Mengalas kaki melangkah
Rintih suara alam terluah
Bersama longkah batu kegelinciran
Awan merajut rawan yang meriap
Duka cuba diserap
Matahari hangat mendakap
Menyedut keluh-kesah yang meruap

Berderu angin menghantar watikah buat khalifah
Meminta anak-anak manusia
Berhenti membinasa dunia kita bersama
Berhenti bawa petaka

Anak-anak manusia
Memperk0sa hutan belantara
Terus mencabʋl hutan yang masih dara
Menabur racʋn dalam setiap kumbah
Membunuh kehidupan yang ada

Matahari memandang tanpa rela
Terbungkas marah membahang
Kobar api menerjang
Melepuhkan jantung petualang
Beban awan semakin berat
Mengusung sarat derita tak terangkat
Melepaskan gelungan pilu
Tumpahkan genang sekian lama tertahan

Anak-anak manusia
Takkan dapat menyeka
Airmata alam yang mencurah-curah
Beriring dentum guruh melempar sumpah

Gunung merekah letuskan lahar
Terkuak hingga ke dasar laut
Berpusar gelora melambung gelombang
Puting beliung sudah bangun
Meluncur dan membalun
Menongkah kedurjanaan manusia
Untuk sama-sama merasa
Sengsara yang kami rasa

Anak-anak manusia
Bercempera mencari lindung
Sedangkan taufan mencabut bumbung-bumbung
Bertelut cuba berpayung
Bawah rebah lembayung
Sebalik limpahan tidak berhujung
Memaksa mereka berdayung

Ombak bergulung menyauk apa saja
Pun masih sudi tinggalkan sisa
Untuk khalifah memaknai punca
Meratap segala dosa

Anak-anak manusia meraung
Bersama sesal yang memasung
Tangisi damai yang hilang
Segala yang mati tanpa kuburan
Kekal dalam igauan...

Iffa Aini Hamd
28.1.2017
------------

Demikianlah puisi watikah alam. Simak/baca juga puisi karya Muzalifahtul Aini Abd Hamid yang lain di blog ini, semoga puisnya menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

disqus comments