Recent Posts
Loading...

Author :
Puisi dan kata bijak, Puisi untain sanubari. Untaian kata cinta melumat palung sanubari hingga hampir hanyut pada gejolaknya mengombang-ambing atma hingga lejar mematut lekat pancarannya di mirat kalbu.

Puisi pada kesempatan ini kita post ada dua judul. Pragraf yang diatas deskripsi dari dua puisi tersebut, judulnya antara lain:
  • Puisi ambigu
  • Puisi untaian sanubari
  • Puisi Masa lalu
Kedua puisinya temanya berbeda, ceritanya sesuai dengan masing masing judul puisi, yang pertama asyik alur ceritanya. yang kedua bercerita masa lalu biarkan berlalu.hehehe. tanpa basa basi lagi. Silahkan di simak saja biar ngga penasaran.

Ambigu
Oleh: Ulianisa Apriliani

Aku meng 'iya'saja
Saat hujan menyiangi
Ladang hati yang gersang
Dengan embun-embun asmara
Saat kau tabur benih
Kilauan serbuk cinta
Di ulu hatiku
Yang kini merah jambu
Tergores guratan asa
Setelah sekian lama
Tubir jiwa kemarau
Dahaga rindu tak kunjung padu
Angan yang dulu pernah layu
Kini bertumbuh asa baru
Menghasilkan kuncup puspita
Yang kian hari merah merekah

Namun prasangka seketika menghantui
Bagaimana dengan birʌhi
Yang menghirup bahagia
Menghembuskan elegi duka
Dan siluet senja
Sebatas biasan surya
Bayangnya pudar
Yang tak mungkin dapat ku lekap
Hanya udara
Yang mampu ku hirup
Tanpa mampu ku jamah
Hanya estetika
Yang tak kunjung jadi nyata
Dan aku ragu
Lama-lama ambigu
Pada dirimu
Yang tak kunjung meminangku


Untaian sanubari
Ulianisa Apriliani

Mengapa menggenggam bila untuk menghempas
Mengapa mencurah bila untuk memuntah
"Satu warsa yang lalu"
Bayang itu datang dengan sejuta pukau dan pikat
Merengkuh angan, membiʋs sukma, menyita pesona dengan sejuta perhatian
Melumat palung sanubari hingga hampir hanyut pada gejolaknya
Mengombang-ambing atma hingga lejar
Mematut lekat pancarannya di mirat kalbu

Bermula dari sambung tangan berbudi
Tumbuhlah tangkaian handai
Bersemilah angan ketakjuban
Teruntai menjadi keterpautan menawan

Namun sepertinya hanya sendiri kuderita
Kutelan dalam-dalam pahitnya pengharapan
Bayang itu hanya bergelayar tak kunjung nyata
Hingga kini tak pernah kukecap manisnya kepastian

Aku tergugu tertampar ambigu
Lebih baik kau tumpas pengindahanmu
Usah beri aku madu penuh bisa dan enyahlah menjadi lazimnya
Kini akan ku sempurnakan penghambaanku

Biarlah kumenjadi sang Fatimah yang mendamba dalam takwanya
Kukuhkan sisa penghabisanku pada-Nya
Meradai mendaduk dan mengemis pada-Nya
Memaksumkan sukma dan ragaku hanya untuk-Nya
Dan kau...
Jangan kelebatkan bayang sebelum berani meminang

Jember, 26 januari 2017

Masa Lalu
Oleh : Elif Shifa

Butuh berapa lama lagi aku terjerat dalam masa lalu.
Dengan kejamnya kau penjarakan jiwaku
Meski sekuat tenaga kuberteriak,
Meronta, aku terkapar tak berdaya minta kau lepaskan.

Tapi kau enggan melepas
Sedangkan aku segan tuk mencʋmbunya
Dan ketika kutatap waktu
Dia pun membisu
Membiarkanku
Ditelʌnjangi masa lalu.

Gresik, 27-01-2017
------------

Demikianlah puisi untaian sanubari dan puisi masa lalu. Simak/baca juga puisi yang lain di blog ini, semoga puisinya diatas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

disqus comments

 
INFO KLIK