Recent Posts
Loading...

Author :
Puisi Setulus pelitaNya. Kita terlahir setulus mentari dan rembulan pada sujud-sujud di bumi ar-Rahman, Setulus cintamu semurni cintamu, berpegang pada tiang tiang langit, mawar mawar kasih pun bermekaran, sebagai pelita harapan.

Setulus pelitaNya jika diartikan rela-serela cahaya yang menyinari, seperti kita ketahui arti dari kata tulus adalah iklas sebuah tingkah yang di lakukan bener benar bersumber dari hati tanpa ada paksaan tanpa berpura-pura melakukannya. murni datangnya dari hati yang terdalam. begitulah "kura- kura" ulansa puisi Setulus pelitaNya.

Ada tiga judul puisi pada kesempatan ini kita update tapi masih seperti biasa temanya berbeda dalam satu laman, adapun masing-masing judulnya. Antara lain:
  1. Puisi Aku Pamit
  2. Puisi Setulus PelitaNya
  3. Puisi Lirih 
Ketiga puisi tersebut karya dari Sri Astuty Asdi, dengan Nama pena Kemilau Mata Bening, Bagimana cerita puisinya. Yuk kita simak saja di mulai dari Puisi berjudul Aku Pamit, beriku ini puisinya.

AKU PAMIT

aku belajar mencintaimu berkali-kali
sedari pagi hingga tenggelamnya hari
merupa metamorfosis kupu-kupu meniti diri
lahir, berkembang dan tumbuh alami

bersama tulus juga cemburu nan memburu
seterjang ombak yang saling seteru
antara laut dan api sama menderu
meraja biru membakar darah dalam satu

sayapku nyaris patah tertumbuk karang
bulu-bulu sang pecinta terhalau senjang
tergerus lautan masa yang nyata telah lekang
lalu akupun pulang, tersebab tak kuat keras gelombang

Kemilau Mata Bening
Makassar, 29012017

SETULUS PELITANYA

Bianglala larung di pelupuk surya
Menyambut pinta sang awan hiasi birunya
Berayun di sungging lengkung pelangi
Angin membawa ke mana, ia tak peduli

Berpegang pada tiang-tiang langit
Sumpah menara cinta julang menggamit
Lalui hujan pagi dan terik siang menggigit
Setelahnya ada unggun menjingga,
serupa api melejit

Pada pucuk-pucuk malam yang mulai bermunculan
Hangat membuai di pangku rembulan
Daun-daun resah luruh di bibir lautan
Jua ranting-ranting rapuh terganti tunas kesayangan
Sepenuh pelita-Nya, mawar-mawar kasih pun bermekaran

Kita, terlahir setulus mentari dan rembulan
Pada sujud-sujud di bumi ar-Rahman!

Kemilau Mata Bening
SAA Makassar, 31012017

LIRIH

ketika kau menjelma menjadi sunyi
saat itu pula hening seakan ramai di tubuhmu
pada matamu, hatimu dan jiwamu yang kosong
karang pun berubah kapas yang basah
awan adalah tempatmu terbangkan kesah
di mana matahari siang tadi bisa kau lumpuhkan teriknya
namun tidak untuk malam kepadaNya, tumpuan pasrah

Kemilau Mata Bening
SAA Makassar, 300117

Demikianlah puisi setulus hatiNya berserta puisi aku pamit dan puisi Lirih. Simak/baca juga kary yang lain Kemilau Mata Bening di blog ini, semoga puisinya di atas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

disqus comments

 
INFO KLIK