Recent Posts
Loading...

Author :
Puisi dan kata bijak, puisi senja memudar. Semilir angin sepoi- sepoi menerpa wajah, dingin, sedingin orang- orang yang lalu lalang berjalan beriringan tiada tegur sapa, tiada cerita tiada yang bercengkrama.

Puisi di pada kesempatan ini bercerita tentang senja jadi puisinya lirik lirik senja dan puisi yang satunya berjudul Beijing, juga bercerita ketika waktu menuju senja. puisi yang kita update pada kesempatan ini semua karya dari seorang bernama Subekti Yasan, puisinya ada empat judul, antara lain:
  • Puisi Senja
  • Puisi Senja yang terlewati
  • Puisi Beijing
  • Puisi Senja memudar 
  • Puisi Senja II
Senja adalah masa setelah terbenamnya matahari biasa juga di kenal dekata kata sore atau petang, waktu pergantian antara siang kembali ke malam, sedangkan memudar pengertiannya cahaya yang terang perlahan lahan meredup dan akan hilang dalam beberapa saat.

Sehubungan dengan kata senja dan kata memudar berikut ini puisinya, ada beberapa puisi tapi judul senja memudar pada urutan ketiga kita jadikan judul utama, puisi pembuka senja terlewati, puisinya sebagai berikut:

SENJA
Subekti Yazan

Senja....
Anggunmu memang memukau
sa'at kau berdiri
diantara siang dan malam
diantara deru ombak yang berlari kecil
diantara dedaunan pohon yang mulai teduh

Sesekali angin semilir mengejarku
yang sedang bersembunyi di balik bukit
diantara cahaya lembayung yg terlepas
terasa sejuk membelai wajah ku yang lelah
lalu kusimpan ia dalam kotak rindu yang terbungkus

Kemudian, aku berjalan
ke sekumpulan anak nelayan yang sedang bermain riang
tanpa beban

Sementara...
Nun jauh di sana nampak sabana yang menghijau
langitpun mulai memancar tenang

Dan sesekali terdengar nyanyian rindu
yang ku senandungkan
menutup sunyi yang kali ini kusendiri.


Senja Terlewati
Subekti Yazan

Sudah senja lagi rupanya....
entah sudah berapa senja terlewati
aku tak lagi menghitungnya

waktu itu aku masih termangu di kaki bukit
tempat biasa kita bertemu
saat nyanyian pipit membuyarkan lamunanku

Kamu sungguh beruntung, wahai pipit
bentar lagi kan bertemu dengan pipit kecil yang kau rindukan

Sementara di sini, aku tak tahu
entah sampai kapan harus menunggu,
dan harus menunggu.....

BEIJING
Subekti Yazan

Suatu pagi bulan Maret
di penghujung musim dingin
enam tahun yang lalu
aku berdiri
di sudut kota Beijing

Kabut tipis masih menyelimuti langit
tak tampak kilau mentari
yang menghangatkan bumi
seperti di kotaku

Semilir angin sepoisepoi pun menerpa wajah
dingin, sedingin orangorang yang lalu lalang
berjalan beriringan
tiada tegur sapa, tiada cerita
tiada teman bercengkrama
masingmasing fokus ke tujuannya

Beijing...
kota sejuta kesibukan
namun serasa sepi di keramaian...

Senja Memudar
Subekti Yazan

Senja...
rona jinggamu kian memudar
pertanda malam sudah tak sabar
senandung pucuk pinus pun terdengar lirih
jadikan resahku semakin perih

Duhai malam....
yang bermandikan cahaya bintang
pesonamu kian memikat
saat rembulan yang sejak tadi kutunggu
muncul di sela ranting
memancarkan cahaya rindu

Subhanallah
Indahnya malam ini
dan akan semakin indah,
jika kau ada di sisi
sejuta cinta pun siap bersemi
dan akan semakin bersemi
saat rembulan dapat kuletakkan
di atas pangkuanmu

SENJA
Subekti Yazan

Pesonamu seakan tak pernah habis untuk diungkap
selalu saja menyimpan misteri
terkadang terlena
terkadang tak berdaya

Pada jingganya yang merona
pada merdunya nyanyian pipit yang beranjak pulang
pada deburan ombak yang menghempas karang
pada caranya yang tenang
mengakhiri kisah
memetik kenangan indah

Namun rinduku tak cukup memadai
'tuk kembali ke dalam teduhnya..
---------------------

Demikianlah puisi senja memudar dan tiga judul puisi yang lain. Simak/baca juga puisi yang ada di blog ini, semoga puisnnya di atas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

disqus comments

 
INFO KLIK