Recent Posts
Loading...

Author :
Puisi dan kata bijak. Puisi pasir berbisik. Berbisik Pada bumi bulan dan bintang tugas dari Tuhanku Mencintai semua yang melata di tubuhku Atau yang menggantung di langit. "ini hanya penggalan dari bait puisi pasir berbisik, mewakili puisi yang lain.

Puisi dari Syaiba Nurul Habieb, ada tiga judul di halaman ini kami update, judul- judulnya sebagai berikut:
  • Puisi secuil cinta
  • Puisi pasir berbisik, dan
  • Puisi untuk kamu.
Selengkapnya di simak saja puisinya di mulai dari puisi secuil cinta, di lanjut dengan puisi puisi yang lainnya, yuk silahkan di baca saja.

SECUILCINTA
Syaiba Nurul Habieb

Meski terpendam, kusimpan rapat
Walau hanya secuil, kutetap sirami kan kujaga
Ingin rasanya kureguk nafasmu
Kuset čbuhi sukmamu
Kupeluk jiwamu
Meski dengan secuil cinta

Kau laksana bidadari surga
Cantik pesonamu tiada tara
Namun bagimu cukup secuil cinta
Karena hanya itu yang tersisa

Cintaku hampir habis tuk memuja si Empunya
Cintaku pun tercurah  tuk Nabiyyina
Dan, cintaku tergadai pada sang pelahirku di dunia

Jika kamu mau, kuhanya sisa secuil cinta
Itu adalah anugerahNya
Takkan pernah habis sepanjang masa

Cinta, terima kasih untuk hadirmu
Dalam mimpi-mimpi indahku
Telah banyak kunikmati berkahmu
Secuil cinta, membuatku tetap bahagia.

9-1-17

PASIR BERBISIK
Syaiba Nurul Habieb

pada burung yang hinggap
Pada angin yang berhembus
Pada awan yang melintas
Pada si melata yang merayap

Mengapa embun pagi tak pernah singgah
Aku haus kelmbutannya
Menyejukkan reluang sanubari
Aku haus dan terus haus
Bahkan hujan deras pun kutelan habis

Pasir berbisik
Tak pernah mengeluhkan nasib
Pada matahari yang selalu membakarku
Kukan tetap mencintainya

Pada bulan dan bintang-bintang
Karena hanya itu tugas dari Tuhanku
Mencintai semua yang melata di tubuhku
Atau yang menggantung di langit

Terima kasih Allah
Aku tertaqdir hidup di bawah
Agar kurendah hati
Meski kutahu
Langitpun tak pernah angkuh

7-1-17

UNTUK KAMU
Syaiba Nurul Habieb

Hari hari yang telah menggulung waktu
Esok entah masihkah kumenggenggam ajalku
Rasa cintaku kan terus mengisi hidupku
Lakukanlah sesuatu wahai sayangku..

Ingat, masaku Tinggal separuh waktu
Namun bahagiaku belum sesuai asaku
Dalam doa kuikatkan tali harapanku
Allah, bagiku tujuan utamaku

Kado talikasih ini sebagai pengingat waktu
Untukmu, sang setiaku

10-1-17
---------

Demikianlah puisi dengan judul pasir berbisik dan puisi yang lainnya. Simak/baca juga puisi yang lain di blog ini, semoga puisinya menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

disqus comments