Recent Posts
Loading...

Author :
Puisi dan kata bijak. Puisi mungkinkah. Puisi renungan dari penyair dalam lingkaran cinta, gelar Bapak Siamir Maralafau. Renungan kepada Tuhan untuk kelurganya. puisinya sangat menyentuh, silahkan di baca saja biar bisa memahami makna puisinya.

Seperi kita ketahui kata mungkinkah adalah sebuah kata yang seolah bertanya tentang keragu-raguan kita, atau ketidak yakinan akan sesuatu hal, Mungkin akan kugapai, mungkinkah, mungkinkah aku ini menjadi,...  mungkinkah masih ada waktu yang tersisa. begitulah kata mungkin sering mengisyarakan keragu-raguan.

Kembali ke laptop hehehe... berikut ini puisinya, puisi renungan dari Bapak Siamir Maralafau, Yuk kita simak saja berikut ini.

===MUNGKINKAH===
Karya: siamir marulafau

(Sebuah puisi Renungan kepada Tuhan)

Sungguh merugi diriku
Bila yang kulihat di sekelilingku
Bersinarkan cahaya rembulan
Meskipun tak menggapainya
Mau ke mana bertanya?
Seiring dunia berbayang sekejap

Apakah salah jika bertanya
Sepanjang aksaraku menyisir renungan
Di mana langit kujunjung
Mengamanahkan pada insan
Sementara kutanamkan
Kisah dalam ceritaku
Menggugah hati sesama
Jika mendaki bukit
Seharusnya melihat ke bawah

Mungkinkah

Aku mengingat selalu
Kebesaran-Nya dalam menciptakan bumi dan langit
Menerang ke sagala penjuru
Dengan sinar-Mu menggapai petunjuk
Bersyukurlah selalu
Dengan ayat-ayat-Mu

Mungkinkah

Mengingatkan selalu
Insan tak akan sirna sekejap
Napas akan tak selamanya bersemayam dalam jiwa
Kejujuran akan tertebas dengan kebohongan
Sesuatu ciptaan-Nya tak abadi
Yang barangkali tak terpikir

Mungkinkah

Teringat selalu
Sungguh terpuji kebesaran-Mu
Dengan asma-Mu kusanjung
Insan bersyukur dan tawadhu
Atas qodar dan taqdir kujemput
Dengan sujudku pada-Mu

Mungkinkah

Termasuk hamba-MU
Terbingkai dalam surga-Mu
Kubaca dalam kitab-Mu
Kulantunkan dengan ikhlas
Sesungguhnya insan termulia
Hapuskanlah dosa-dosaku

Jalan terbaik bagi diriku
Dengan memuja nama-Mu
Di malam rembulan syahdu
Tak akan ada renunganku selain kepada-Mu
1/3 malam sujudku,takbirku untuk-Mu

Kumohon keampunan atas dosaku
Tak ada jalan benar selain petunjuk-Mu
Akan tak ada selain zat-Mu
Kurenugkan akan kebesaran-Mu
Takbir-ku dan sujud-ku menghadap kepada-Mu
Allahu Akbar...

sm/18/01/2017

(Mutiara :Penyair Dalam lingkaran Cinta demi kelurgaku,selamat dunia akirat)
-------------

Demikianlah puisi mungkinkah. Simak/baca juga puisi yang lain karya Siamir Maralafau di blog ini, semoga puisi renungannya bermanfaat untuk kita. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

disqus comments

 
INFO KLIK