Breaking News
Loading...

Puisi dan kata bijak. puisi biduk retak, Biduk adalah perahu kecil yang dipakai untuk menangkap ikan atau mengangkat barang-barang di sungai, tapi di sini puisi ini bukan membahas perahu, hanya perumpaan saja.

Biduk yang di maksud dalam puisi di bawah ini, di umpamakan adalah negeri ini, negeri indonesia, yang solah retak dengan ulah para syetan- syetan korupsi dan pengacau negeri membuat rusuh akhir akhiri ini, mungkin inilah yang terlintas dalam benak sang penulis puisi ini, lalu menciptakan puisi berjudul biduk retak. Puisinya sendiri ada dua judul.
  • Puisi Syetan ingin bertobat, dan
  • Puisi Biduk retak
Kedua puisi ini berceritan tentang keadaan negeri ini, keadaan negara indonesia akibat kejamnya politik, yuk kita simak saja puisinya di mulai dai puisi Syetan ingin bertobat.


SYETAN INGIN BERTOBAT
Syaiba Nurul Habieb

Sulit diterima nurani
Karena dia terikat janjinya sendiri
Tuk hidup hingga akhir dunia nanti
Mengg0da bani adam yang lemah imani

Tapi dengarlah keluhnya..
sifat manusia melampaui kejahatan dirinya
Syetan yang selalu jadi biang prahara
Dikalahkan ratingnya oleh manusia

Manusia korupsi...tuduh syetan membisiknya
Manusia berz!na..tuduh syetan membujuknya
Manusia membʋnuh...kesetanan katanya
Manusia berperang..setan juga biang keladinya

Padahal...katanya
Setan tak pernah korupsi
Setan sendiri tak pernah melacurkan diri
Setan pun..tak bisa berjudi atau main bully
Apalagi membʋnuh sesama setan sendiri

Setan pun mengadu padaNya
Ingin katanya pensiun dari jabatannya
Sebagai makhluk penggoda manusia
Karena....lagi katanya
Manusia sudah lebih jahat dari dirinya
Manusia sudah menggantikan tugasnya

Hahhh....ada ada saja...
Setan bertobat? Apa kata dunia..
Lempar batu sembunyi kepala
Dasar setan pendurhaka
Sekali dʋrjana tetaplah kau dʋrjana..

24-1-17

BIDUK RETAK
Syaiba Nurul Habieb

Negeriku sedang dihempas gelombang
Tercabik terhempas dalam pusaran menegang
Bukan si A atau si B yang menjadi biang
Tetapi kapal induk asing yang dibiarkan datang
Biduk negeri terancam retak mengejang

Ibu pertiwi merintih meradang
Anak-anak hʌram datang tak diundang
Membawa racun ideologi yang menantang
Bersenjʌtakan sʌbu her0in dan tentara pᥱrang
Biduk retak bangsaku tetaplah berjuang

Biduk retak yang kita tumpangi
Mesti segera diselamatkan
Bukan dengan diskusi atau turun ke jalan
Penguasa sadar akan bahaya di depan
Rakyat berhak pula mengingatkan

Biduk retak...bukalah mata
Selamatkan...atau kita tenggelam bersama

16-1-17
------------

Demikianlah puisi biduk retak dan puisi syetan ingin bertobat. Simak/baca juga puisi yang lain ada di blog ini, semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Sekedar informasi Puisi-puisi yang ada di blog Pdkb sebagian bersumber dari status/karya member grup pdkb di facebook

Jika ada pembaca yang ingin berpartipasi puisi silahkan di kirim KE SINI
Dan Untuk berlangganan update Dari blog Puisi dan kata bijak ketikkan email anda di form di bawah ini :
icon

disqus comments

 
INFO KLIK