Recent Posts
Loading...

Author :
Puisi dan kata bijak. Puisi di bawah ini semua karya dari Awitama, Judul puisi yang keempat bersama meraih cita, biasa juga di artikan bersama meraih mimpi, Kita ambil jadi  judul utama, karya Awitama ini jika di lihat membahas pribadinya.

Tapi itulah sebuah puisi terkadang apa yang terlintas itulah yang di tulis jadi tak selamanya puisi itu pengalaman pribadi sang penulis, Puisi di bawah ini ada enam judul, di antaranya
  1. Puisi bahasa mata.
  2. Puisi ta'zim dan kagum.
  3. Puisi desemberku.
  4. Puisi bersama meraih cita.
  5. Puisi Nurlia.
  6. Puisi Nurlia tersenyumlah.
Semua puisi ini karya dari seorang bernama Awitama Awitama, bagai mana puisinya yuk kita simak saja di mulai dari bahasa mata.

bahasa mata
Awitama Awitama

Betapa indah pandangan matamu
Betapa anggun mata yang penuh cinta
Yang dengan pancarannya menuliskan pesan

Sementara mata yang lain
Membaca apa yang ditulis kekasihnya
Dengan bahasa matanya
Yang tersimpan dalam hatinya

ta'zim dan kagum
Awitama Awitama

Kurindu memandang perempuan yang kucinta
Saat bertemu kuberdiri di hadapannya
Namun aku membisu dan tak dapat melihat
Kuanggukkan kepala karena ta'zim dan kagum

Namun ku tak dapat menyembunikan cinta
Yang menghujam di belakangku
Hatiku dipenuhi kesulitan dan kesedihan
Namun tak sepatah kata pun
Dapat menyuarakan benakku

Desemberku
Awitama Awitama

Dibulan ini 'aku dilahirkan'
Dibulan ini 'aku punya banyak teman'
Dibulan ini 'aku gembira dan bersedih'

Desemberku
Dibulan ini purnama tak menampakkan sinarnya
Dibulan ini bintang-bintang tak berkilauan

Desemberku
Hanya sang surya yang tetap setia menampakkan cahayanya tiap pagi hingga petang
Hanya matahari yang tetap sabar menyinari
Jagad raya ,alam semesta, beserta penghuninya

Bersama meraih Cita
Awitama Awitama

Gelegar swara getarkan jiwa
Membakar hʌsrat yag tlah lama sirna
Amarah diri ingin berlari
Menembus langit getarkan dunia

Gemuruh jagat kian menggema
Bebaskan gejolak dalam irama
Satukan Asa dan Langkah
Untuk bersama meraih Cita

NURLIA
Awitama Awitama

Sungguh,,aku dalam ketiadaanmu
Sungguh aku rindu sapaanmu
Sungguh aku rindu tatapanmu
Sungguh aku ragu tanpamu

Hanya kegelisahan bola mata
Kau berlalu ,tanpa mengucap kata
Aku tertunduk malu
Lalu bergulir benang air mata

Lalu kubertanya tanpa jawab
Kapan kau akan hadir disini
Temani diri
Menyusuri sunyi
Salam jum'at semua
Semoga,semuanya
Sehat wal afiat dan sjahtera

NUR LIA, TERSENYUMLAH
Awitama Awitama

Sepagi ini embun telah pergi
Apalagi harum rembulan
Dingin di dua pertiga malam
Tafakur lalu tersungkur

Terasa nyeri jadi milik diri
Termenung lamunan
Dalam bayangan diri
Lalu ku tanya ,tanpa jawab
Berkecamuk, kapan kau akan hadir,?
Disini, temani diri
Menyusuri sunyi.
------------

Demikianlah puisi bersama meraih cita dan judul yang lainnya. Simak/baca juga puisi yang lain di blog ini, semoga menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

disqus comments