Breaking News
Loading...

Puisi dan kata bijak, barisan abdi Tuhan. Ruang itu sudah menjadi sangat bagiku, tekad dan niat menjadi saksi bisu iktikad luhurku kala itu, empat setengah tahun yang lalu. kala tenggelam dalam lautan angan.

Pragraf di atas deskripsi dari dua puisi karya Ulianisa Aprilliani, puisinya ada dua judul kita update saat ini tema dari dua judul berbeda,  Judul puisinya antara lain:
  • Puisi Barisan abdi Tuhan,dan
  • Puisi Senja di kereta.

Puisi barisan abdi Tuhan bertema religi, puisi pertama untuk mewakili puisi kereta senja.  "ingat" Bukan barisan para mantan yah seperti lirik lagu itu lho, lupa lagunya siapa hehehe. puisi kereta senja sepertinya menceritakan pengalaman sang penulisnya.
Selengkap di simak saja puisinya biar ngga penasaran, tak usah panjang basa basinya 😄 puisinya seperti di bawah ini.

Barisan abdi Tuhan
Ulianisa Apriliani

Alunan merdu menyeru bertalu-talu lantunkan syahdu
Riak simfoni ayu mendayu-dayu hilangkan pilu
Menyeruak keramaian ranah bisu
Hingar bingar riskan menyergap waktu

Ranah pongah selaksa ruang hampa tak bergema
Damai mempersunting sunyi melahirkan ketaatan... menghapus alpa
Derap langkah terhela merdu serupa niat suci yang hakiki
Ikrar mullia di 'Amini' bersama kepada Sang Maha Cipta

Pasukan terformasi rapi tanpa komando dan aba-aba
Bukan lagi peleton prajurit bahaduri siap tempur..
melainkan 'Saf' pasukan fii sabilillah yang terpancang kukuh..
Bukan yang ingin melakukan 'gencatan senjata'
Melainkan yang ingin mengabdi kepada Tuhan nya

Senja di kereta
Ulianisa Apriliani

Priiitttt...peluit menjerit parau nyaris memekakan telinga
Cerobong kereta menyemburkan 'bintang berekor' menyisakan jelaga hitam
Derit kayuh kereta bergerak merangkak perlahan-lahan
Angan membayang menyusur tapak langkahku
Hinggap kembali di kota perantauan

Ruang itu sudah menjadi sangat bagiku
Tekad dan niat menjadi saksi bisu iktikad luhurku kala itu
Empat setengah tahun yang lalu
Nyiur dan cere ber dada ria melambai-lambai

Langit senja oranye terhampar luas melukiskan siluetnya
Sekapuk hampa menyergap tiba-tiba
Aku tenggelam dalam lautan angan, merenda senja
Aroma arktik mendadak membiusku
Gelap seketika, perlahan Senyap
--------------

Demikianlah puisi barisan abdi Tuhan. Simak/baca juga puisi yang lain di blog ini, semoga di atas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Sekedar informasi Puisi-puisi yang ada di blog Pdkb sebagian bersumber dari status/karya member grup pdkb di facebook

Jika ada pembaca yang ingin berpartipasi puisi silahkan di kirim KE SINI
Dan Untuk berlangganan update Dari blog Puisi dan kata bijak ketikkan email anda di form di bawah ini :
icon

disqus comments

 
INFO KLIK