Recent Posts
Loading...

Author :
Puisi antara aku, kau dan Robbku. Antara kau kau dan Dia, menceritakan tiga unsur Sang pelaku orang terdekatnya dan Sang Maha pencipta. Renungan sang penulis puisi tersirat dari bait perbaitnya yang mengingat kebesaran Tuhannya.

Dua puisi bertema religi dari Kemilau Mata Bening atau Sri Astuty Asdi, salah satu judul puisinya aku butuh Engkau, butuh Allah yang Maha tahu. berikut ini judul kedua puisinya antara lain:
  • Puisi Antara aku, Kau dan Robbku
  • Puisi Aku Butuh Engkau
Bagaiman makna yang terkadung dalam bait perbat puisi ini, silahkan di simak saja biar tak penasaran, berikut ini puisinya.

ANTARA AKU, KAU DAN ROBBKU
Karya : Srie Astuty Asdi

Ada saatnya aku dingin bagai wajah hujan
Ada saatnya aku api bagai bara mentari
Pun ada saatnya aku karang sekeras gelombang
Dan ada saatnya aku lembut bagai setipis kabut

Namun dengan cinta jiwaku bicara
Dengan sayang mataku memandang
Dengan kasih mendengarmu sepenuh asih
Akulah sahaya di ujung telunjukmu, demi kugapai Surga

Dan pada semesta ...
Aku musafir dalam kalam-kalamNya
Di langit, sehinaku menukik awan dengan doa-doa
Di bumi, senistaku berjalan dengan kaki-kaki dosa
Dan sekembaliku pada tanah, luruhlah segala nista

Merindu kematian terindah, aku ada di dekatNya
Kumabʋk, bercinta di siang dan malamNya
DIA mengutus cahaya di mata masamu, ziarahi DzatNya
Ohh Robb ... aku jatuh cinta pada sunyi pemilik hati, karena Engkau ada di dalamnya

Kemilau Mata Bening
Makassar, 08 January 2017

AKU BUTUH ENGKAU
Karya : Srie Astuty Asdi

Sekeping doa mengusap wajah pagi
Mengadu tentang berlaksa pinta hati
Sampaikan jiwa yang letih pada dada matahari
Demi waktu, aku butuh cahaya-Mu hingga petang hari

Terbangkan debu-debu bisu, biarkan angin bicara
Menembus Arsy-Nya ke singgasana langit-Nya
Puja-puji ini mungkin tak pernah cukup, pelengkap saja
Sekedar ikhtiar tuk merayu-Mu, duhai cinta Pemilik masa

Tibalah senja, jingga itu seumpama Engkau
Elok tiada tara, lukisan warna kemilau
Dimanapun aku berada, karya-Mu memukau
Meski aku bersembuyi di balik bukit, jauh dari rantau

Sungguh, bilangan akhir pun takkan habis tuk memuji-Mu
Selayak aku telah sekarat menghitung pepasir di laut biru
Menadah biji-biji hujan sampai-sampai aku membiru
Ohh Rabb, jangan biarkan semua itu, pada hati ini, ciptakanlah rindu

Lalu, bangunkan aku di setiap sepertiga malam-Mu
Dan kita, mesra dalam keheningan, menyatu!

Kemilau Mata Bening
Makassar, 13 January 2017
---------------

Demikianlah puisi antara aku, kau dan Rabbku. Simak/baca juga karya Kemilau Mata bening yang lain di blog ini, semoga puisinya diatas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

disqus comments