Recent Posts
Loading...

Author :
Puisi kelam mengajakku bertanya. Kelam malam sepi melamar kerinduan mengajakku bertanya Tentang sebuah hati yang mungkin takkan pernah ada begitu ingin aku mendekapnya. aku bertanya dalam hati. mengapa gamang ini masih berkuasa. seakan kabut kelam berpihat kepadaku.

Begitulah deskripsi puisi kita kali ini. puisi kelam mengajakku bertanya, berkaitan dengan kata kelam. Kelam biasa juga disebut suram sesuatu yang agak kurang terang atau segala hal yang kurang jelas, harus di seidiki agar benar-benar jelas. Mungkin begitulah "kura-kura"  pengertian kata kelam salah satu kosakata judul puisinya kali ini.

Sedangkan bertanya adalah sebuah tindakan atau ide agar kita memahami atau mengerti apa yang di rasa tidak kita ketahui. Bertanya adalah sebuah kekuatan, karena dengan bertanya kita mendapatkan sebuah inspirasi dari ide yang kita ingin sampaikan. Bertanya memberikan ruang kepada setiap individu untuk berpikir secara kritis.

Kembali ke topik, puisi yang kita update kali ini ada tiga judul salah satunya yang udah di ulas dari kosakata judulnya, adapun judul judul puisinya antara lain.
  1. Puisi Engkau yang bermain di hatiku
  2. Puisi Kelam mengajakku bertanya
  3. Puisi Kasih 
Ketiga puisi tersebut berbeda masing masing tema, karya dari Sang Fakir/ Mheef, Bagaimna cerita puisinya, silahkan disimak saja satu persatu judul berikutu ini.

Engkau Yang bermain hatiku

Hai kamu, Yang tengah menari lincah dihatiku
Masih tersenyum jelas di pelupuk mata
Yang telah indahkan setiap suasana

Kamu,Yang lentik nan cantik
Kapankah kau datang
Dalam nyata bukan khayalan
Temaniku jalani setiap perjalanan

Kamu ... yang anggun mempesona
Senyum merekah sayu netra tercipta
Hadirlah, bawa jiwaku rasakan indah
Sebuah bahagia yang hanya kudengar sebagai cerita

Bila kuharus menjemputmu
Isyaratkan keberadaanmu
'Kan kudatangi engkau dengan sederhanaku
Untuk aku akhiri petualangan cintaku

KELAM MENGAJAKKU BERTANYA

Dan malam ini
Setelah surya berlalu
'Tuk berputar menuju dunia yang lain

Bersama kelam aku bertanya pada bintang
Adakah, sebuah anggun dalam diam merindukan
Saat hening memainkan lamunan
Tentangku, Tentang indahnya pertemuan
Saat dua hati, aku dan dia menyatu di satu bangku

Dia, yang dengan malu menyelipkan rindu untukku
Bersama ilusi ia lukis hadirku

Entahlah, Kelam begitu jahat mengajakku tetap bertanya
Tentang sebuah hati yang mungkin takkan pernah ada
Sebuah jiwa, yang begitu ingin aku datang mendekapnya

Bodohnya aku, seharusnya tak kutanyakan itu
Sebab tanya itu dulu sudah pernah terjawab oleh sang rembulan
Tak ada, kau masih tetap pemimpi, dan teruslah bermimpi.
Itu cukup membuatmu tetap tenang menjalani hari."

KASIH

Kasih, cerahkah di sana?
penuh cahaya
Atau langit tengah mendung
Serupa di sini
Menggumpal mega-mega kelabu

kasih, meski mendung tengah menggantung
Pun tirta bergemericik manja
Basahi tanah di jagad raya
Hingga dingin perlahan merayap menyusupi raga

Tapi tidak untuk hatiku
Ia tengah ceria, pun bermandi bunga
Ceria sebab kau ada, dan masih ada
Meski gamangmu masih berkuasa di dada

Dan bunga itu
Adalah tawamu, pun senyum yang kau lukis di heningmu
Meski aku tak tahu
Namun nurani mengatakan itu
Kau tersipu dibalik selimut biru
Bermain angan tentang keindahan

Dan aku di sini hanya mampu berkata
Bayangkanlah ... indah itu
------------------

Demikianlah puisi kelam mengajakku bertanya berserta dua lainnya. Simak/baca juga karya Mheef  yang lain di blog ini, semoga puisinya menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

disqus comments

 
INFO KLIK