Breaking News
Loading...

Puisi dan kata bijak. Aku tak pernah berpaling. Walau tak kuasa menahan cemburu, tak akan pernah berpaling darimu. Bila mana kau tak bisa di sampingku, Aku bisa merasakan kau bersamaku, Setelah pahit cinta aku rasakan. luka hati aku rasakan bak menyusun pecahan teka teki. begitulah penggalan salah satu bait puisi kami update pada kesempatan ini.

Puisi puisi ini di tulis beberapa nama, judul dan makna puisinya berbeda-beda, dari krakter masing-masing mereka yang tulis. puisinya ada enam judul diantaranya:
  1. Puisi Menyusun pecahan teka teki. oleh Kalila Thea
  2. Puisi Mengintip luka lama, oleh Karlan Dawson
  3. Puisi Aku tak pernah berpaling, oleh Saputra Isman
  4. Puisi Angkumu. oleh Arini Eka
  5. Puisi Kesalahan, oleh Pras
  6. Puisi Seraut wajah, oleh Ulianisa Aprilliani

Puisi ini dari mereka yang masih pemula, jadi jika tak seperti yang anda inginkan, lewatkan saja. puisi kita mulai dari puisi pertama menyusun pecahan teka teki, dan nanti di akhiri dengan puisi Seraut wajah. yuk kita simak saja puisinya.

Menyusun Pecahan Teka Teki
Kalila Thea

Semalam telah pun bernoktah
Pada pelabuhan kasmaran
Berenang hingga kedasar
Dari lambungan tujuh lautan
Cuba mengembangkan sayap
Terbang ketujuh lapisan langit

Graviti bumi mencengkami
Kekal, Esok masih berkoma seruan
Melenyapkan yang terlintas
Melepaskan pelita berkabus
Membiar arus laju telį„±ntang
Persiapan akhir sebuah 'puzzle'

Mengintip luka lama
Karlan Dawson

Dari balik jendela lara
Selaksa luka masih kentara terasa
Mengoyak raga dan jiwa

Sepenggal cerita lama masih tersimpan
Di lubuk hati terdalam
Melukis pilu yang kian bengis menghimpit
Tangis tak lagi mampu jabarkan kesedihan

Aku hanya mampu menunggu
Datangnya langit biru
Tuk warnai hariku yang dirundung kelabu

Aku tak pernah berpaling
Saputra Isman

Tak bisa Kuberhenti
Namun aku mengerti, ketulusan ini
Memberinya sebuah senyum yang abadi

Bila mana kau tak bisa di sampingku
Aku bisa merasakan kau bersamaku
Setelah pahit cinta aku rasakan

Kumenikmati itu dengan senyum...
Kau akan selalu hidup didalam ketulusan kesetiaan doaku
Karena rasa ini mengajarkan apa adanya dari Sang Illahi

ANGKUMUMU
Arini Eka

Kumohon bicaralah....
Kau ingin kupergi atau tetap tinggal
Jangan letakkan hatiku dipersimpangan
Kau ingin aku disisimu atau aku harus berlalu
Sungguh sikapmu tak menentu
Angkuhmu buatku ragu akankah, aku pantas kubertahan denganmu

Kasih...
Sungguh kini kau tak kupahami
Inginmu tak lagi kumengerti
Kumohon tepiskan angkuhmu
Karena meski cinta itu masih ada
Berlalu mungkin lebih buatku bahagia

kesalahan
pras

dari kata bukan hanya suara yang kudenggar
tapi keluh kesahmu mengGema dalam tarian senja
aku kedingginan
jika hanya diam dan meneggadah

kelam serasa suasana jiwa
sunggu aku ingin jawaban
apa yang kuingginkan
hanya inggin pengampunan

dari penantian, angin kudengar
rindu dan rasa bersalah
aku hanya dibawa langgit
bukan dalam tarian gelombang

sabda pendita
aku menggakuimu
maafkan aku

Seraut wajah
Ulianisa Apriliani

Roman muka penuh guratan cinta
Lapuk menua tergerus masa
Rambut memutih ayun tertatih
Hilang bayang diambang usia

Raut itu milik sang Srikandi
Puja kesuma semerbak abadi
Karismanya anggun tak terganti
Citranya terpancar dari lubuk

Raut itu..
Sesosok selalu kusabdakan namanya dalam Do'a
Dia menawan hatiku dengan cinta kasihnya
Menisbatkan darahnya mengaliri tubuhku
Seraut itu... Selalu hinggap di pelupuk.
----------

Demikianlah puisi aku tak pernah berpaling dan puisi yang lainnya. Simak/baca juga puisi yang lain di blog ini, semoga puisinya menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Sekedar informasi Puisi-puisi yang ada di blog Pdkb sebagian bersumber dari status/karya member grup pdkb di facebook

Jika ada pembaca yang ingin berpartipasi puisi silahkan di kirim KE SINI
Dan Untuk berlangganan update Dari blog Puisi dan kata bijak ketikkan email anda di form di bawah ini :
icon

disqus comments

 
INFO KLIK