Breaking News
Loading...

Puisi dan kata bijak. Zalfa Bidadari kecilku. Sesungguhnya seorang anak itu artinya titipan Allah, yang wajib benar-benar di jaga, Allah menitipkan seorang anak adalah sebuah amanah. Amanah Allah yg telah di berikan pada bapak ibunya, dan akan di minta bertagung jawabannya di akhirat kelak .

Anak merupakan amanat dari Pencipta kepada orang tua, dia wajib dibimbing serta dipelihara sebagai aset masa depan. masa depan sebuah negeri bisa dicermati dari bagaimana kualitas anak-anak masa sekarang.

Dan yang namanya anak, tidak sebatas anak kecil saja, namun jua remaja bahkan dᄱwasa sepanjang mereka masih menjadi bagian asal tanggung jawab orang tuanya. permasalahan anak bukan permasalahan sepele karena menyangkut tanggung jawab kedua orang kepada Allah. Sang Pemberi amanah. Allah menjadikan anak sebagai ujian bagi kedua orang tuanya sekaligus menjadi hadiah penerus keturunan dan tabungan kebaikan manakala orang tuanya sudah tak ada lagi.

Kedudukan anak menjadi ujian terjadi tatkala orang tua wajib berhadapan dengan bagaimana cara memperlakukan, membina dan membimbingnya supaya dia tumbuh sebagai bagian dari generasi unggul. Keunggulan di sini mencakup keunggulan secara moral, keilmuan serta fisiknya dan tidak menjadi generasi yang hanya membebani orang tua dan orang lain.

Berkaitan dengan (anak) Zalfa Bidadari kecilku Puisi kasih sayang ibu kepada anaknya, Dua puisi ibu untuk anaknya di bawah ini di tulis oleh Sri astuty asdi, masingmasing judulnya
  1. Sajak Buah Hatiku
  2. Puisi Zalfa Bidadari kecilku
Penggalan bait puisi ibu kepada anaknya. "Aku mencintaimu duhai anakku, Buang selaksa resah bertalu menepuk dada menaruh cemburu, Raga terpisah dua hati kita menyatu Tatkala kau menangis bulirmu adalah mutiara Ketika tawamu lepas, suaramu serupa gesekan biola Mengalungkan manik renjana di rongga lalu melagu di detak sukma". Selengkanya disimak saja puisinya beriku ini.

● SAJAK BUAH HATI ●
Karya : Srie Astuty Asdi

( Pertemuan di penjara suci )

Ada bening genangi mata, jatuh
Ketika segenapku meluap, tiada tertahan luruh
Merindu dikau, keibuanku resah
Padamu, bidadari persembahan langit-Nya, permata anugerah

Aku mencintaimu duhai anakku
Buang selaksa resah bertalu
Menepuk dada menaruh cemburu
Raga terpisah dua hati kita menyatu

Hadirmu, kekuatan dua jiwa mencurah
Hakiki, suci, putih dari rahim meluah
Cinta tiada mendua, sejati nan utuh
Sempurna, meski bumi angkasa membelah

Aku mencintaimu duhai turunan jiwa
Jeruji suci menempatkanmu sementara
Tinggalkan megah dunia serasa terpenjara
Merupa dinding bertitian menuju Surga

Aku mencintaimu duhai titipan Allah
Bersabarlah sesabar-sabar hamba sholehah
Menaruh cinta hanya kepada khalifah
Menundukkan pandangan jauhi fitnah

Kutitipkan engkau pada sebaik-baik ajaran
Sebagaimana permadani malam kubentangkan
Halaqah sempurna seribu kebaikan
Dosa menjulang ke langit, semoga terhapuskan

Janganlah lagi menangis anakku
Biarkan kuhirup air matamu
Kan kugubah menjadi doa malamku
Di hening mihrab-Nya mendapati dua ruh bertemu

Cantik, pipi merona mendarat di lesungmu
Kecupan sayang merupa penawar rinduku
Padukan kasih memeluk sepenuh hati
Pertemuan sedarah sejiwa di penjara suci

Kemilau Mata Bening
Makassar, 13 Desember 2016

ZALFA BIDADARI KECILKU
Karya : Srie Astuty Asdi

Engkau kuncup melati menjulang ke biru
Langit cinta yang bersajak di setiap waktu
Bebait jiwa tak memerlu diksi tuk diramu
Tersebab embun telah terserap di matamu

Binar bening bak mengalir di wajah sungai pagi
Sajak keindahan alam teruntai elok nan asri
Riak arusnya geming, landai nan jernih alami
Laksana surga duniawi bersemayam di hati

Tatkala kau menangis bulirmu adalah mutiara
Ketika tawamu lepas, suaramu serupa gesekan biola
Mengalungkan manik renjana di rongga lalu melagu di detak sukma
Engkaulah bidadari kecil tanpa dosa kunamai Zalfa

Kemilau Mata Bening
Makassar, 02/12/2016
------------------------

Demikianlah puisi Zalfa Bidadari kecilku. Simak/baca juga puisi puisi yang lain Srie Astuty Asdi (Kemilau Mata Beningdi blog ini. Semoga puisi tetang ibu kepada naknya di atas dapat menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Sekedar informasi Puisi-puisi yang ada di blog Pdkb sebagian bersumber dari status/karya member grup pdkb di facebook

Jika ada pembaca yang ingin berpartipasi puisi silahkan di kirim KE SINI
Dan Untuk berlangganan update Dari blog Puisi dan kata bijak ketikkan email anda di form di bawah ini :
icon

disqus comments

 
INFO KLIK