Breaking News
Loading...

Puisi Semurni cintamu ayah. Ayah merupakan sesosok laki-laki yg patut buat dikagumi sifat, perilaku, serta perbuatannya. ayah mempunyai tanggug jawab yg besar sebagai kepala keluarga dan kasih sayangnya tak perlu diragukan lagi ayah sanagt berharap kita ananknya menjadi seseorang manusia yg tak mudah rapuh kuat dalam mengarungi kehidupan

Meskipun ayah terlihat cuek namun apbila melihat anak-anaknya menangis karena persoalan hidu bagi ayah itu merupakan bencana besar, dalam hatinya dia sangat kesal dan ingin berontak sebab ayah tak tega Bila anak-anaknya yg selama ini dibesarkan mati-matian oleh ayahnya saat sudah besar malah menghadapi persoalan hidup.

Semurni cinta ayah satu dari tiga puisi untuk orang kedua orang tua, yaitu ayah dan ibu adapun masing masing judul puisinya antara lain.
  • Puisi semurni cinta ayah
  • Puisi terima kasih ibu
  • Puisi ayah
Salah satu penggalan bait dari ketiga puisi untuk orang tua tersebut. "Terima kasih ibu kenangan bersamamu tetap utuh di ruang ingatan begitu cermat kau menjagaku dengan kasih dan keprihatinanmu membuatku terharu, Apakah aku bisa membalas semua kebahgian dan kasih sayang yang telah kau berikan kepadaku". Selengkapnya dari bait ini, disimak saja puisin untuk kedua orang tua berikut ini

SEMURNI CINTAMU AYAH
Jun Haira

Begitu deras aliran waktu
dan hadirmu seketika ayah
belum puas kubermanja denganmu
kau telah pergi meninggalkanku
memberi gelar yatim padaku

namun kenangan bersamamu
tetap utuh di ruang ingatan
begitu cermat kau menjagaku
dengan kasih dan keprihatinanmu
membuatku terharu

tak pernah kau abaikan walau sesaat
walau ke mana kepergianku
kau tetap ada menjaga dalam diammu
begitu besarnya cintamu

Ayah, aku selalu merindukan saat itu
kau bawaku ke mana saja
akulah kanak-kanak yang riang
dijaga, dibelai dan disayang

Dan ayahku tercinta
meskipun kau telah lama bersemadi
doa anakmu sentiasa diiringi
untukmu ayah yang kukasihi
pengorbananmu ku sanjung tinggi.

Al Fatihah untuk "Wan"
Wan Muhamad bin Wan Taib
Aamiin...Ya Rabbal alamiin

Jun Haira
Kelantan, Malaysia, 5 Disember 2016

Terima kasih ibu
Om Addha

Terima kasih atas kasih sayangmu
Terima kasih sudah menjadi teman baik ku di waktu kecil
Dan terim kasih untuk semua kasih sayang mu yang telah kau berikan tanpa ada kemunafikan

Badanmu tak seindah dulu
Wajahmu tak secantik dulu
Dan kini telah menua

Dalam hati bertanya-tanya
Apakah aku bisa membalas semua kebahgian dan kasih sayang yang telah kau berikan kepadaku?

Aku hanya bisa berharap
Dan berdoa kepada sang khaliq
Semoga kau bisa melihat dan mengatakan sepatah kata
Dengan nada yang tak lagi merdu yang keluar dari bibir manismu

"Selamat nak kau sudah sukses dan berhasil"

06-12-2016

AYAH
Trianayana

Ayah...
Mengapa lama sekali...
Tak jua kau menjemputku...
Tak ingatkah dg anakmu..

Ayah...
Mengapa kau tak peduli lagi...
Pada aku yang masih juga begini...
Aku ingin berbaring disisimu ayah...

Ayah...
Setelah bertahun kau tinggalkan kami..
Tak jua kuasa hati membuang pilu...
Aku tak bisa berhenti menangis ayah...

Ayah...
Lihatlah anakmu ini...
Meringkuk dialam kesedihan...
Menyambangi hidup dalam kerapuhan..

Ayah...
Kunanti kau menjemputku...
Meninggalkan kemunafikkan dunia ini...
Ke alam yang tlah membuatmu tanang..

7/12/16
----------

Demikianlah puisi semurni cintamu ayah. Simak/baca juga puisi ayah dan ibu yang lain blog ini. Semoga puisi kedua orang tuan di atas dapat menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Sekedar informasi Puisi-puisi yang ada di blog Pdkb sebagian bersumber dari status/karya member grup pdkb di facebook

Jika ada pembaca yang ingin berpartipasi puisi silahkan di kirim KE SINI
Dan Untuk berlangganan update Dari blog Puisi dan kata bijak ketikkan email anda di form di bawah ini :
icon

disqus comments

 
INFO KLIK