Recent Posts
Loading...

Author :
Puisi dan kata bijak. Puisi tanah kita mendung. mendung atau langit mendung adalah gumpalan awan yang terkandung hujan atau langit dalam keadaan  yang agak gelap, tidak tampak sinar matahari (karena terlidung awan), ketika ada kata mendung mengatakan langit makin mendung berati langit tampak pekat tertutup awan yang terkandung hujan, dan kata pagi yang mendung semendung hatiku, ini biasanya orang menulis puisi galau.

Puisi tanah kita mendung, jika merujuk pada pengertian mendung judul ini dapat disimpulkan mengartikan sesutu kesedihan, tanah dari kosakata ini, bermaksud objek atau orang, yang mengalami, kita berarti dua orang, jadi sepasang dapat diartikan sepasang kekasih yang lagi di landa kesesedihan, kesedihan karena apa, di kalimat judulnya tidak ada penjelasan,  penjelasannya ada dalam bait bait pisinya di bawah.

Eh lupa tanah kita mendung dua judul puisi di jadikan satu kalimat untuk judul, nah masing masing judul puisinya.
  • Puisi tanah kita
  • Puisi Mendung
Inilah judulnya yang kita jadikan kalimat judl diatas,  Puisi ini karya dari Sri Astuty asdi, salah satu bait puisinya. "Hening meluruhi sembahan asap dari kepulan yang melesap riuh lambai memanggil hinap atas aksara yang tak pengap, seredup merah lembayung Adakah musim segera menghantar terang atau akukan tenggelam, lalu menyisakan kenang". kelanjutannya silahkan disimak saja di bawah ini.


T A N A H  K I T A
Karya : Srie Astuty Asdi

Akan kukisahkan pada gersang
Jejak gembur dari lembah padang
Lunak menyerap merunduk pandang
Hingga mengucap lalu sapa yang panjang

Tentang hening meluruhi sembahan asap
Dari kepulan kecap yang melesap
Riuh lambai memanggil hinap
Atas aksara yang tak pengap

Kini ia serupa satu kali saja,
Memerankan elok pada ranah meraja
Sebab mungkin sebentar saja berlumpur
Menindih pupuk di liang-liang subur

Di pinggir guntai paling bidang
Setelah kering dari luas lapang
Membajak permukaan di tepi kisah sederhana
Yang kusebut dari bijana aksara ialah tanah kita

Kemilau Mata Bening
Makassar, 08 Desember 2016

M E N D U N G
Karya : Srie Astuty Asdi

Lukisan jingga memupus, pada langit senja
Mengambang, menanti pelangi merentang warna
Di kanvas biru, biasnya mengarak layang
Cakrawala muram, tersapu cahaya, remang

Mendung, aksara angkasa tertutup tudung
Kidung-kidung cinta tengah merundung
Garis petang, enggan bicara di balik kerudung
Rona sore mengisah, tentang syair-syair berkabung

Sepasang kepak camar sedang berkicau sumbang
Sembari mengembalikan cinta menuju sarang
Awang-awang pun perlahan redup, menghilang
Lalu temaram, pertanda malam menjelang

Duh ... wajah kekasih tersayang melarung
Berbayang seredup merah lembayung
Adakah musim segera menghantar terang
Atau akukan tenggelam, lalu menyisakan kenang

Kemilau Mata Bening
Makassar, 09 Desember 2017
-------------

Demikianlah puisi tanah kita mendung. Simak/baca juga puisi puisi yang lain di blog ini. Semoga puisi mendung di atas dapat menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

disqus comments