Breaking News
Loading...
12.14.2016

Puisi dan kata bijak. Puisi sirna. kumasih tegar bertahana kendati debur-debur rindu kian membahana di dahsyatnya terpaan siklon dewana menghanyutkan isak ke selat merana memicu sengitnya arus dukana

SIRNA
Karya: Samanta

Lagi-lagi kumemencil berteman srengenge di pesisir hana
tempat dulu kau dan aku merangkai esok di palung nirwana
kala cakrawala mengisbatkan akad sepasang renjana
ombak-ombak jujur bersaksi dalam ritme-ritme balerina
semua terekam abadi di carik-carik nostalgia gulana

Sejak sewindu lalu dirimu karam di badai perlina
namun hingga kini di pantai ini kumasih tegar bertahana
kendati debur-debur rindu kian membahana
di dahsyatnya terpaan siklon dewana
menghanyutkan isak ke selat merana

Kuberjuang hadirkan anggun ragamu di zona fatamorgana
dari gunduk-gunduk pasir yang kuronce dari berjuta derana
maka lahirlah sekujur tubuhmu dengan amat sempurna
terbaring dalam kulum senyum seelok ikebana
memicu sengitnya arus dukana

Di sisimu kurebahkan diri dan segera pulas terlena
dalam mimpi indahku kumenyandingmu di atas peterana
saat kudekap dirimu, tiba-tiba kuterbangun didamprat bena
wujudmu pun kembali jadi hamparan pasir tanpa makna
kini cinta dan harapan kembali sirna

Bumi Allah, 14 Desember 2016


KOSAKATA:

>> srengenge = matahari (Bhs Jawa)
>> hana = luas dan sunyi (tt rimba, laut, dll); kosong (tdk berpenghuni, tdk berpenduduk)
>> mengisbatkan = menyungguhkan; menentukan; menetapkan (kebenaran sesuatu)
>> renjana = rasa hati yg kuat (rindu, cinta kasih, berahi, dll)
>> perlina = hilang; tdk kelihatan
>> bertahana = bersemayam; duduk
>> dewana = tergila-gila; dendam berahi
>> derana = tahan dan tabah menderita sesuatu (tdk lekas patah hati, putus asa, dll)
>> dukana = kuat syahwat; nafsu berahi
>> peterana = bangku (tempat duduk) utk orang-orang terhomat (msl presiden, raja) atau tempat duduk mempᥱlai
>> bena = (1) ombak; (2) air pasang; banjir

Demikianlah puisi sirna. Simak/baca juga puisi puisi yang lain karya Samanta di blog ini. Semoga puisinya di atas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Sekedar informasi Puisi-puisi yang ada di blog Pdkb sebagian bersumber dari status/karya member grup pdkb di facebook

Jika ada pembaca yang ingin berpartipasi puisi silahkan di kirim KE SINI
Dan Untuk berlangganan update Dari blog Puisi dan kata bijak ketikkan email anda di form di bawah ini :
icon

disqus comments

 
INFO KLIK