Breaking News
Loading...

Puisi dan kata bijak. Puisi pesanan pada kawan. Kata pesanan erat kaitan dalam transksi jual beli. seperti kita ketahui arti dari pesanan adalah permintaan hendak membeli sesuau barang yang di pesan.

Tetapi disini bukan jual beli barang tetapi area puisi dan kata bijak, puisi pesan pada pada kawan salah satu puisi dari tiga puisi karya Siamir marulafau, adapun masing masing judul puisinya.
  • Puisi pulang kemuara
  • Puisi pesanan pada kawan
  • Puisi peluklah aku
Salah satu penggalan baitnya.Peluklah aku, Bumi bergetar burung-burung tercengang bertanya-tanya pada sang kuasa, apa dosa-dosa kami buat besebrang dengan bukit, dikau peluk hanya nasib, jadi penentu tuhanlah lebih tah". Selengkanya dari bait ini. Silahkan disimak saja puisinya berikut ini.

==PULANG KE MUARA==
Karya: siamir marulafau

AKU BUKAN MENANDAI WAJAHMU
AKU MENYELAMI HATIMU
APAKAH SUKMA MELINGKAR DALAM JIWAKU
JIKA TIDAK,LEBIH BAIK PULANG KE HULU

BIARLAH AKU PULANG KE MUARA DALAM KURUNG WAKTU
MENYEPI DENGAN ADATKU
JIKA TERASA JIWAKU BESEBRANG DENGAN BUKIT DIKAU PELUK
HANYA NASIB JADI PENENTU
TUHANLAH LEBIH TAHU

sm/16/12/2016

==PESANAN PADA KAWAN==
Karya : siamir marulafau

SEPERTINYA BUMI BERGETAR
BURUNG-BURUNG TERCENGANG
BERTANYA-TANYA PADA SANG KUASA
APA DOSA-DOSA YANG KAMI BUAT?

BANGKAI TERCIUM KE MANA-MANA
TAK ADA HUJAN TAK ADA PANAS BUMI BERGETAR
APAKAH HARUS DEMIKIAN?
KEPADA SIAPA AKU BERTANYA?

TAK MUNGKIN PADA RUMPUT BERGOYANG
MESKIPUN AKU MENENGGEK DI ATASNYA
TAK AKAN BERCERITA PANJANG LEBAR
KEMUNGKINAN ADA DOSA DI CELAH BERBATUAN
HANYA LUMUT DAN KARANG MENJELASKAN

JIKA TAK ADA JAWABAN
LEBIH BAIK BERDOA SAJA
MANA TAHU TUHAN MEMAAFKAN SEGALA KESALAHAN
SUNGGUH KEHIDUPAN BERPUTAR DARI MASA KEMASA
AKU YAKIN LAUTAN AIR MATA TAK MENGERING

JIKA BUMI BERGONCANG TERUS MENERUS
SAMPAI AKHIR ZAMAN PUN TAUBAT SIRNA
HANYA DI BIBIR DAN DI MULUT BERBUIH SEENAKNYA
TANPA MENGHIRAUKAN NAPAS MAKHLUK LAINNYA

sm/13/12/2016

==PELUKLAH AKU==
karya :siamir marulafau

PUASILAH MEMELUK JASADKU
SEBELUM DIKAU MEMELUK NAMAKU DI PRASASTI
TAK AKAN MENGUKIR LAGI RASA ROMANTIS
SEPANJANG BUMI TUHAN TIDAK BERGULIR

AKAN KUNANTIKAN PELUKAN MANISMU SETELAH TULANG BELULANGKU TAK MERAPUH LAGI
SEMBARI NAPASKU KEMBALI LAGI DI RONGGA HIDUNG TERSEMAI

BERDIRI KOKOH DI ATAS TANAH GERSANG KELAK
DENGAN TERIK PANASNYA MENTARI
MENGHADAP SANG PENCIPTA LANGIT DAN BUMI
APAKAH DIRIKU PEN!STA ATAU TIDAK?
TERSERAH PADA TUHAN DI ALAM MAHSYAR ABADI

sm/16/122016
---------

Demikianlah puisi pesanan pada kawan. Simak/baca juga puisi puisi yang lain karya siamir marulafau di blog ini. Semoga puisinya di atas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Sekedar informasi Puisi-puisi yang ada di blog Pdkb sebagian bersumber dari status/karya member grup pdkb di facebook

Jika ada pembaca yang ingin berpartipasi puisi silahkan di kirim KE SINI
Dan Untuk berlangganan update Dari blog Puisi dan kata bijak ketikkan email anda di form di bawah ini :
icon

disqus comments

 
INFO KLIK