Breaking News
Loading...

Puisi dan kata bijak. Puisi nyanyian gerimis. Nyanyian adalah syair yang biasa dilafalkan sesuai dengan nada, ritme, birama, serta melodi tertentu hingga membentuk suatu harmoni yang enak didengar. Dan gerimis adalah hujan ringan, atau hujan rintik-rintik atau hujan yang airnya turun dari langit dalam skala yang kecil. begitulah kira-kira tentang nyanyian dan kata gerimis.

Tetapi kita bukan bercerita tentan nyanyian dan gerimis, tapi tentang puisi, nyanyian dalam bait puisinya dimaksud adalah suara hati dan gerimis adalah airmata, jadi judul ini dapat disimpul suara hati yang sedih

Ada banyak puisi yang bertema nyanyian biasa kita temukan seperti, nyanyian rindu nyanyian jiwa nyanyia seorang petani, nyanyian kemerdekaan, dan lain lain.  Nah pada kesempatan ini kita sajikan dua judul puisi adapun judulnya.
  • Puisi goresan terakhir
  • Puisi nyanyian gerimis
Salah satu bait dari dua puisinya. "Aku mendengar dentingmu sebagai nyanyian teramat syahdu Bait-bait jiwa goresan terakhir tertulis menyatu ketika sedu Meresap takkan lesap, jua tiada gelap Hingga luruhmu terkadang buatku jatuh cemburu Lalu diam-diam kusemayamkan di hati nan kisi". Selengkapnya dari bait ini, Silahkan disimak saja puisinya berikut ini.

GORESAN TERAKHIR ;
by. Srie Astuty Asdi

Dan ...
Aku berkali-kali jatuh hati pada puisi
Meluap-luap hingga ingin kuraup semua diksi
Melumatnya dalam-dalam dari segala sisi
Lalu diam-diam kusemayamkan di hati nan kisi

Sekira aku pergi ...
Dan lagi-lagi kukatakan ...
Izinkan aku tuk menulis tentangmu sebagai puisi
Setibanya aku kembali, ...!

Kemilau Mata Bening
Makassar. 19 Desember 2016

NYANYIAN GERIMIS
Karya : Srie Astuty Asdi

Gerimis adalah aksara langit paling sendu
Bahasa angkasa kepada bumi bertema rindu
Aromakan bau tanah yang khas di penciumanku
Mengunggah daun-daun asmara basah dalam candu

Aku mendengar dentingmu sebagai nyanyian teramat syahdu
Bait-bait jiwa nan tertulis menyatu ketika sedu
Meresap takkan lesap, jua tiada gelap
Hingga luruhmu terkadang buatku jatuh cemburu

Bunyimu sungguh lembut di genting hati
Menumbuhkan akar-akar tumbuhan melati
Menuntaskan duri-duri mawar yang pernah layu
Menetaskan titik-titik di netra menjadi rinai doa-doaku

Debu-debu kegelisahan tuntas, pun lumut-lumut bisu
Engkau gegas, kemasi kemarau yang meracuni biru
Menghadirkan cakra wajah pelangi setelahnya
Dari rahim awan bertajuk kasih sayang karena-Nya

Gerimis ...
Aku betah menatapmu di balik jendela
Jadilah kekasih sunyiku, meski itu hanya sekala masa
Kusuka sejukmu yang gubah resah jadi cinta!

Kemilau Mata Bening
Makassar, 18 Desember 2016
-----------

Demikianlah puisi nyanyian gerimis. Simak/baca juga puisi puisi yang lain Karya Srie Astuty Asdi (kemilau mata bening)di blog ini. Semoga puisinya di atas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Sekedar informasi Puisi-puisi yang ada di blog Pdkb sebagian bersumber dari status/karya member grup pdkb di facebook

Jika ada pembaca yang ingin berpartipasi puisi silahkan di kirim KE SINI
Dan Untuk berlangganan update Dari blog Puisi dan kata bijak ketikkan email anda di form di bawah ini :
icon

disqus comments

 
INFO KLIK