Breaking News
Loading...
12.26.2016

Posted by :
Puisi dan kata bijak, mampukah aku melupakannya.  Dari judul puisi ini mengisyaratkan bertanya, entah bertanya dengan orang lain, atau mungucapkan berbicara dengan perasaanyan sendiri. Kalimat seolah tak sanggup dengna keadaan yang dialami,

Mampukah aku melupakannya, biasakah aku menghilangkan dari ingatanku tentang dia, biasanya sinonimnya mampukaha aku tanpamu, mampukah aku bertahan. Bagaimana dengan kata melupakan, melupakan adalah, berusaha dengan keras, menghilangkan bayang bayang akan sesuatu hal dalam pikiran. begitulah kira kira.

Ada lima judul puisi pada kesempatan ini, bertema tentang cinta atau puisi cinta. adapun masing masing judulnya, antara lain.
  • Puisi Kita Tinggal cerita
  • Puisi Curahan hati
  • Puisi Serupa Tertimpa reruntuhan
  • Puisi Mampukah aku melupakannya
  • Puisi Risau
Salah satu bait dari judul puisi kali ini. "Kita tinggal cerita risau serupa tertimpa reruntuhan Mengubah angan-angan yang kita bangun semua ucapan yang kita tuturkan Kanku bawa cinta yang terl@rang ini hingga ujung sisa nafasku". Kelnajutannya silahkan di simak saja di bawah ini.

Kita tinggal cerita
Ira Savitri

Kini kisah telah berakhir
masa masa indah telah terukir
tersiar bayangan di masa lalu
Kita berakhiri dengan tangisan sapaan penuh hangat berbalut derita
Kita berakhir karna keegoisanmu

Dan karna deritaku
Kini kisah kita tinggal cerita tertinggal kenangan pada tanggal dimana kita bersama memulainya...
Mengubah semua angan-angan yang kita bangun
mengubah semua ucapan yang kita tuturkan
Selamat tinggal kamu terkenang di hatiku selamanya
cinta kamu mantan

Curahan hati
Budistira Rbk

Ditanah asing ini kaki ku berpijak..
Melangkah perlahan menuju harapan.
Memulai sebuah kisah perjalanan baru.

Di sudut relung hati terdalam..
Tersimpan kerinduan yang mendalam.
Tersimpan goresan luka perpisahan.
Namun juga tersimpan seberkas harapan..

SERUPA TERTIMPA RERUNTUHAN
Nurul

Menatap, meratap kehancuranku.
Berkeluh pada dinding tak berbunyi.
Serupa tertimpa runtuhan langit.
Dan aku terjebak pada ruang yang sempit.

Semangatku diujung tanduk.
Bukan lagi seperti kawanan semut yang berjalan bersama dengan sepotong roti.
Aku mengecil, menciut, lalu hancur benar-benar hancur.

Pada hati yang pernah kusakiti.
Pada jiwa yang terus kusayati.
Hujatlah ini diri terhina.
Aku tak lagi sanggup mengemban rasa bersalahku.

Mampukah Aku Melupakannya
Vy Fi

Tak mudah untukku melupakannya
Tak mampu aku menghapusnya dari hatiku
Aku tahu semua ini salah
Aku sadar ini begitu menyiksa

Tapi kasih...
Sungguh ku tak mampu tanpamu
Aku tak sanggup jika harus melepasmu

Kasih...
Izinkan ku terus mencintaimu
Walau kau telah bersama yang lain
Kanku bawa cinta yang terl@rang ini hingga ujung sisa nafasku

Risau
Pande Kusuma

Disaat langit biru berganti malam kelabu...
Hanya rasa rindu yang berseru...
Lipatan rasa menutup mata...
Melantarkan bayangan cinta...

Bunga melayu disebuah taman...
Asa meredup tiada nyaman...
Aku hanyalah manusia hina...

Terkucilkan oleh keluarga...
Tersisih jauh dari peradaban...
Bermimpi temukan sang jiwa alami...
----------------

Demikianlah puisi mampukah aku melupakannya.  simak/baca juga puisi yang lain di blog ini, semoga puisi tentang cinta di atas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Sekedar informasi Puisi-puisi yang ada di blog Pdkb sebagian bersumber dari status/karya member grup pdkb di facebook

Jika ada pembaca yang ingin berpartipasi puisi silahkan di kirim KE SINI
Dan Untuk berlangganan update Dari blog Puisi dan kata bijak ketikkan email anda di form di bawah ini :
icon

disqus comments

 
INFO KLIK