Breaking News
Loading...

Puisi dan kata bijak. Puisi aku dan hujan. Aku adalah hujan jika kamu tidak suka silahkan berteduh, puisi ini bukan menceritakan hujan yang sesungguhnya seperti kita ketahui hujan adalah titik titik air yang jatuh dari langit.

Tetapi puisi aku dan hujan, menceritak tentang kesedihan, hujan dalam puisi ini maksudnya air mata, yah itulah puisi kebanyakan menggunakan kata kata perumpaan, mendefenisikan perasaan sesorang yang menulis puisi,

Ada dua puisinya pada kali ini, keduanya karya dari Sri Astuty asdi, adapun masing masing judul puisinya.
  • Pusi pergi untuk kembali
  • Puisi aku dan hujan
Salah satu penggalan bait dari dua pusinya. ?Selayaknya aku kau dan hujan, padamu kuberkisah tentang mataku yang hujan dan hatiku yang gerimis aku pergi tuk kembali, Kurahasiakan rundungan duka pada semesta, Padamu saja hujan biar tiada bertanda Berlariku ke tengahmu menyatukan bulir mata". Selengkapnya dari bait ini, silahkann disimak saja puisinya beriku ini.

PERGI TUK KEMBALI
Karya : Srie Astuty Asdi

Hanya padamu kuberkisah tentang mataku yang hujan dan hatiku yang gerimis
Bersenandung penuh rinai dengan rebas nan iris menitis
Merasuk di tengah sekaratku yang duka
Inginkan kecupmu, hapus bulirku sebagai sang surya

Hanyutlah engkau di langitku rentangkan pelangi
Di bahumu aku bersandar puaskan lara hati
Jangan kau berlari, kuingin tetaplah di sini
Sebelum senja beralih malam, lalu gelapnya mengajakku pergi

Biarkan aku karam di dadamu yang karang
Berdiam menjadi rindu paling panjang
Di tapal batas penantian, aku pasti pulang
Menjumpaimu kujelang, bukan lagi serupa kenang

Andewi Kinasihku ...
Kemas sayatan ini dalam balutan basah
Ujung luka itu segera kering sembuhkan kesah
Beri jeda di tiadaku ... aku kan kembali sebagai penawarmu

Kuharap kau setia!

Kemilau Mata Bening
Makassar, 17 Desember 2016

AKU DAN HUJAN
Karya : Srie Astuty Asdi

Kurahasiakan rundungan duka pada semesta
Padamu saja hujan biar tiada bertanda
Berlariku ke tengahmu menyatukan bulir mata
Aku menadahmu dalam sungkur sebagai asmara

Lara dan hujan berc!nta dalam satu naungan
Sembari membaca kitab kemarau yang sedari kemarin pamit pada angan
Kembali merotasi ikuti musim di pertengahan bulan
Menggenang di palung dada paling dalam di kedukaan

Berucaplah ia, aku mencintai basahnya
Muntahkan dinginmu terbiar belulangku binasa
Tonggak takdir semisal pertukaran asa
Masih menancap pada musim yang sama dan aku terima

Hujan ... aku pasrah pada musimmu!

Kemilau Mata Bening
Makassar. 17 Desember 2016
-----------

Demikianlah puisi aku dan hujan. Simak/baca juga puisi puisi yang lain karya Sri Astuty Asdi (kemilau mata bening) di blog ini. Semoga puisinya menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Sekedar informasi Puisi-puisi yang ada di blog Pdkb sebagian bersumber dari status/karya member grup pdkb di facebook

Jika ada pembaca yang ingin berpartipasi puisi silahkan di kirim KE SINI
Dan Untuk berlangganan update Dari blog Puisi dan kata bijak ketikkan email anda di form di bawah ini :
icon

disqus comments

 
INFO KLIK