Breaking News
Loading...

Puisi dan kata bijak. Airmatamu ibu.Berbicara tentang ibu tentunya tidaklah cukup melukiskannya dengan bait-bait kalimat indah. Pengorbannnya yang teramat besar untuk kita sungguh tak dapat di hitung. Ibu adalah anugerah terindah dari Ilahi untuk kita.

Kesuksesan seorang anak adalah  ketika doa Ibu terkabulkan, dan kita sanggup melangkah dengan tegap  tidaklah berarti apa-apa tanpa pengorbanan seorang ibu. maka jangan sampai ibu sedih karena perbuatan yang tak terpuji dari seorang anak, Jangan samapai air matanya menetes karena kelakuan kita,

berkaiatann dengan kat ibu, dibawah ini ada dua puisi tentang ibu kedua pisi tersebut bercerita tentang ibu. salah satu bait dlam puisinya. "maafkanlah segala salah dan dosaku pada waktu dan tempat yang telah lelah, terlambat aku mengerti sosokmu ibu, engkaulah sesungguhnya cintaku mengabadikan butiran doa yang tak pernah beranjak dari lidah, yang meluap di kedalaman jiwamu ibu". Kelajutannya silahkan disimak saja,  berikut ini.

AIRMATAMU, IBU

Pernah coba ku menyeka dari sembab keriput wajah
Namun linangannya masih saja deras menetes di sana
Pernah ku mencoba menyimpulkan senyum di lipatan bibirnya
Namun masih saja mendung menutup sekatannya

Walau ia tabah, menyembunyikan rasa pahitnya
Walau ku tahu batin sebelahnya dirajam ketika
Walau ia mencoba mengelabuhi matahari
Atau masih berdamai dengan segala mimpi
Kulihat jelas sayup matamu membisikkan puisi yang sering kali dirindui

Demi anakku, cinta yang terkasih
Demi buah hatiku, kan kusulam pelangi pada langit biru
Demi kamu
Calon-calon surgaku

Namun sepertinya aku, cinta dan rindu berlari membawa ambisi dan ego diri
Mengarsir neraka tepat di telapaknya
Sajak mengganti harumnya surga
Setelah aku dapati, akulah sang durhaka

Dengan airmatamu Ibu, maafkanlah segala salah dan dosaku
Pada waktu dan tempat yang telah lelah
Tapi terlambat aku mengerti sosokmu
Ibu, engkaulah sesungguhnya cintaku

M. Lintang Pijar Nusantara
Jakarta, 221216


IBU IBU IBU

Karya Q Alsungkawa

Kau pastikan aku mampu. Setelah ditempa dalam persembunyian, di mana kehangatan yang mengalir pada darah-daging, pada ari, di ruang rahim yang gelap penuh kedamaian.

Kemudian kau izinkan aku menghela napas dan mengenal seruan azan. Dalam pangkuan dan timang-timang. Senandung lirih masih membekas di gendang telinga.

Tetiba masa anak-anak nusantara, menyajakkan kasihmu, mengabadikan butiran doa yang tak pernah beranjak dari lidah, yang meluap di kedalaman jiwamu ibu.

Dan aku, bait yang kau papah, berupa bayangan sajak, ketika kau adalah cahaya yang retaskan benang-benang impian.

Duhai ... semangat hidupku. Jejakmu meliputi bumi, dan selendangmu yang mampir ke langit. Hingga puisiku melingkari, kaulah surganya dunia.

Sumber Jaya, Lampung Barat, 22 Desember 2016.

Demikianlah puisi airmatamu ibu. Simak/baca juga puisi puisi yang lain bertema ibu di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Sekedar informasi Puisi-puisi yang ada di blog Pdkb sebagian bersumber dari status/karya member grup pdkb di facebook

Jika ada pembaca yang ingin berpartipasi puisi silahkan di kirim KE SINI
Dan Untuk berlangganan update Dari blog Puisi dan kata bijak ketikkan email anda di form di bawah ini :
icon

disqus comments

 
INFO KLIK