Breaking News
Loading...
12.28.2016

Posted by :
Puisi dan kata bijak, Pencumbu Senja Kala Di Permadani Biru Keemasan. menggamit peraduannya, perlahan namun pasti sang surya bercengkrama di cakrawala bersama butiran gemintang yang masih malu-malu bersinar


Pencumbu Senja Kala Di Permadani Biru Keemasan

Karya: Satria Panji Elfalah

Masih tentang senandung di kala senja yang tiada habisnya mengg0daku untuk mencvmbu lembayung maya ..
Kala kepodang menggamit peraduannya, perlahan namun pasti sang surya bercengkrama di cakrawala bersama butiran gemintang yang masih malu-malu bersinar ..
Langit barat bersimbah jingga tanda pergantian piket antara mentari dan rembulan ..
Pepohonan hijau centang perenang ditaburkan sekenanya di atas perbukitan memagari peradaban dengan primitif bak permadani ..

Di kejauhan, kabut mulai menelisik menyambut sajakku ..
Putih tipis, bak selendang sutera ..
Kawan, kabut selalu turun disini saat senja hingga fajar menjelang tanpa kenal dua tuannya, tanpa kenal delapan selirnya ..

Indah bukan buatan ..
Kala senja begitu memikat tiap ujung-ujung syarafku ..
Kala semua yang tersaji begitu jelas terasa adanya ..
Kala keindahan menari-nari hingga menyeka segala duka dan derita tentang tajamnya roda zaman yang menggilas dengan beringas ..

Sesungguhnya, aku membutuhkan karpet putih panjang untukku menuliskan sajak dengan tinta hitam ..
Namun, cukuplah kupersingkat semua serpihan surga ini lewat sajak sederhana tanda syukurku pada Yang Maha Kuasa ..

Inilah aku, pencvmbu senja kala di permadani biru keemasan ..
Berjingkat-jingkat bersama igauan kata-kata yang kuikat dengan akar sajak ..
Entah mengapa, senja kala begitu membius tiap sulur syarafku ..
Inikah serpihan surga dunia yang terkesan abadi namun fana?
Atau hanya mimpi yang tiada kenal terbangun?

Desa Gunung Leutik, Bandung Selatan.
28 Desember 2016.


ESOK SENJA AKAN KEMBALI

Karya: Andi Idenk

Engkau kini telah jauh pergi dariku tinggalkan sepi di hati bersama senja mulai menepi
Sayup gemercik dedaunan jatuh kala lembayung meniup bisikkan rindu akan dirimu.
Aku masih disini sendiri terus berpacu dengan sejuta harapan dalam penantian panjangku
Kiranya esok senja akan kembali seiring hadirmu di sisi untuk hapuskan rinduku

MAKASSAR 29-12-2016
--------

Demikianlah pencvmbu Senja Kala Di Permadani Biru Keemasan . Simak/baca juga puisi yang lain di blog ini, semoga menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

* Sekedar informasi Puisi-puisi yang ada di blog Pdkb sebagian bersumber dari status/karya member grup pdkb di facebook

Jika ada pembaca yang Ingin Berpartipasi Puisi Silahkan Di Kirim KE SINI
Dan Untuk berlangganan update Dari blog Puisi dan kata bijak ketikkan email anda di form di bawah ini :

disqus comments

 
INFO KLIK