Recent Posts
Loading...

Author :
Puisi dan kata bijak,  Puisi Senja Kala Di Permadani Biru Keemasan. Senja adalah waktu yang paling indah dari sepanjang hari. karena senja pertemuan antara tidak gelap dan tidak terang itulah mengapa di sebut senja. sering juga di artikan sore atau petang. pada masa setelah terbenamnya matahari. kala senja tiba di ambang, saat itulah kala senja telah hilang dan tenggelam, terang pun berganti malam

Dan permadani adalah ambal atau karpet tekstil penutup lantai, terdiri dari lapisan atas berbulu yang melekat pada alasnya. inilah yang disebut permadani, dalam cerita ada namanya permadani terbang ada juga permadani khatulistiwa nusantara.

Begitulah pengertian kata senja dan kata permadani judul puisi kali, puisi senja kala permadani biru keemasan mencerikan suasana senja yang menghampar bak permadani, saking indahnya waktu senja berhiasa kabut kabut tipis, maka suasanya di ibaratkan permadani yang menghampar keemasan, dalam bait bai puisinya.

puisi senja kala

Ada dua puisi bertema senja pada kesempatan ini, menceritakan tentang senja,puisi yang pertam sudah di ulas singkay diatas, adapun masing masing judulnya. antara lain.
  • Puisi senja kala di permadani biru keemasa
  • Puisi esok senja akan kembali
Salah satu bait dari puisi senja. "menggamit peraduannya, perlahan namun pasti sang surya bercengkrama di cakrawala bersama butiran gemintang yang masih malu-malu bersinar". Selengkpnya silahkan disimak saja berikut ini.

Senja Kala Di Permadani Biru Keemasan
Karya: Satria Panji Elfalah

Masih tentang senandung di kala senja yang tiada habisnya mengg0daku untuk mencvmbu lembayung maya ..
Kala kepodang menggamit peraduannya, perlahan namun pasti sang surya bercengkrama di cakrawala bersama butiran gemintang yang masih malu-malu bersinar ..
Langit barat bersimbah jingga tanda pergantian piket antara mentari dan rembulan ..
Pepohonan hijau centang perenang ditaburkan sekenanya di atas perbukitan memagari peradaban dengan primitif bak permadani ..

Di kejauhan, kabut mulai menelisik menyambut sajakku ..
Putih tipis, bak selendang sutera ..
Kawan, kabut selalu turun disini saat senja hingga fajar menjelang tanpa kenal dua tuannya, tanpa kenal delapan selirnya ..

Indah bukan buatan ..
Kala senja begitu memikat tiap ujung-ujung syarafku ..
Kala semua yang tersaji begitu jelas terasa adanya ..
Kala keindahan menari-nari hingga menyeka segala duka dan derita tentang tajamnya roda zaman yang menggilas dengan beringas ..

Sesungguhnya, aku membutuhkan karpet putih panjang untukku menuliskan sajak dengan tinta hitam ..
Namun, cukuplah kupersingkat semua serpihan surga ini lewat sajak sederhana tanda syukurku pada Yang Maha Kuasa ..

Inilah aku, pencvmbu senja kala di permadani biru keemasan ..
Berjingkat-jingkat bersama igauan kata-kata yang kuikat dengan akar sajak ..
Entah mengapa, senja kala begitu membius tiap sulur syarafku ..
Inikah serpihan surga dunia yang terkesan abadi namun fana?
Atau hanya mimpi yang tiada kenal terbangun?

Desa Gunung Leutik, Bandung Selatan.
28 Desember 2016.

ESOK SENJA AKAN KEMBALI
Karya: Andi Idenk

Engkau kini telah jauh pergi dariku tinggalkan sepi di hati bersama senja mulai menepi
Sayup gemercik dedaunan jatuh kala lembayung meniup bisikkan rindu akan dirimu.
Aku masih disini sendiri terus berpacu dengan sejuta harapan dalam penantian panjangku
Kiranya esok senja akan kembali seiring hadirmu di sisi untuk hapuskan rinduku

MAKASSAR 29-12-2016
--------

Demikianlah Puisi Senja Kala Di Permadani Biru Keemasan . Simak/baca juga puisi yang lain di blog ini, semoga menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

disqus comments