Breaking News
Loading...

Pelangi terakhir untukku. Pelangi biasa juga di sebut bianglala, jadi pelangi merupakan gejala optik dan meteorologi berupa cahaya beraneka warna. terjadi dari pembiasan cahaya dan butir butir air. Biasanya di langit pelangi tampak sebagai busur cahaya dengan ujungnya mengarah pada horizon pada suatu saat hujan ringan.

Pelangi pula dapat dilihat pada sekitar air terjun yang deras. umumnya kejadian ini terjadi ketika udara sangat panas tetapi hujan turun rintik-rintik. Kita dapat melihat jelas fenomena ini, Bila kita berdiri membelakangi cahaya matahari. Pelangi bisa juga terbentuk sebab udara berkabut atau berembun. Begitulah pengertian singkat tentang pelangi

Pelangi terkahir untukkku salah satu dari empat judul puisi pada kali ini, di jadikan judul untuk halaman ini meawakili judul puisi yang lain, adapun masin-masng judul puisi antara lain.
  • Puisi Untukku
  • Puisi Bisikan Sukma
  • Puisi Pelangi terakhir
  • Puisi Padamu
Salah satu bait dari puisi tersebut. "Padamu diri menabur dera, perasaan pun larung bersama semesta menjamu kelam sehingga kegemilangan masa lalu jadi kenangan, melewati batas batas cakrawala terpaku pada satu sudut lengkungan saat badai berlalu. Kelanjutannya silahkan disimak saja b=di bawah ini.

Untukku
Shah S Ninety Nine @ Memory Shah

Berdegup berdetap patas jantungku
Melihat jelita melitasiku
Bertapa kini daku rasai
Menyayangi di sayangi itu misteri

Merata lurah aku susuri
Tiada rasa ingin dikasihi
Namun mengapa kini aku rasai
Lirik matamu membuai diri

Berdiri seluruh bulu romaku
Diusap indah renungan manjamu
Bagai tercipta dirimu untukku
Akankah kasih kita pasti menyatu

Bisikan Sukma
Muhammad Khalid bin Zainul

Jangan biarkan minda statik
seperti air yang bertakung
sehingga kegemilangan masa lalu
jadi kenangan yang terpasung
tanpa kesinambungan
di dalam jalur kehidupan.

Majulah walau selangkah,
hadapi rintangan era semasa.
Akal jangan lengah,
nanti ditetak musuh durjana,
tak mampu menjadi
salah satu diantara bidasari
yang berseri.

Biar lambat, asal maju,
tidak berdiri kaku
bagaikan seketul batu
yang tidak laku.

Muhammad Khalid bin Zainul
Kota Singa, 25/12/2016 1:36am

Pelangi terakhir
Tycha Nafaya Sofyan

Meredup sang surya
Terganti awan awan hitam
Menampung bulir bulir kesedihan

Gelap...
Tawanya terasa nyeri dalam jiwa
Saat ku dengar kilatan cahaya menyambar

Sejenak ku terbawa
Melewati batas batas cakrawala
Terpaku pada satu sudut

Lengkungan indah saat badai berlalu
Dan senyuman segera berakhir
Dengan kembalinya cahaya sesungguhnya

PADAMU

Padamu
Temali diri menabur dera
Perasaan pun larung
Bersama semesta yang menjamu kelam
Bersama bayu yang mengusik sendu
Bersama debarku yang membidik rindu

Padamu
Pangkuan bisik melilit sukma
Genta raga pun lara
Terlipat gelisah
Tertumbuk gundah
Lalu, apa yang mesti kulakukan?
Ketika parasmu mengembun dalam kalbu

Padamu
Ikatan damba telah meliputi anganku
Laksana pena yang mengikuti aksaranya sendiri
Peluk duniamu meliputi langit
Senyum bisumu mengunci di kesunyian
Dan aku hanya bisa menatapmu dalam cerobong kabut
Ahh.....

Oss.am
Subang,24-12-2016
-----------

Demikianlah puisi pelangi terakhir untukku . Simak/baca juga puisi yang lain di blog ini, semoga puisi di atas dapat menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Sekedar informasi Puisi-puisi yang ada di blog Pdkb sebagian bersumber dari status/karya member grup pdkb di facebook

Jika ada pembaca yang ingin berpartipasi puisi silahkan di kirim KE SINI
Dan Untuk berlangganan update Dari blog Puisi dan kata bijak ketikkan email anda di form di bawah ini :
icon

disqus comments

 
INFO KLIK