Breaking News
Loading...

Puisi dan kata bijak. Puisi jejak pagi di hutan pinus. Pengertian jejak adalah prihal suatu perbuatan yang telah di lakukan dan berusaha menghilangkan agar tak berkesan, kata jejak sering kita jumpai seperti, jejak orang mengunakan sesuatu, jejak sejarah, jejak petualang dan lain lain sebagainya.

Jejak pagi di hutan pinus, judul ini hanya gabungan dari kosakata dua judul puisi, karya Sri astuty Asdi, masing masing judul tersebut
  1. Puisi Jejak di hutan pinus
  2. Puisi Sajak pagi
Bagaimana maknn dari arti dari dua puisi ini jawabannya, ada pada larik larik puisinya. Salah satu baitnya. "Setangkup resah menyelinap Ketika riuh sekitarku meriap Lentera hati masih saja meredup Burung-burung berkicau riang langit cerah Bertasbih dan tunduk pada- Mu saja Ya Allah, terima hadirku akan segala- Mu". silahkan pembaca meraba maknanya, karena yang tahu arti sesungguh dari puisi adalah sanag penulisnya sendiri, berikut ini puisinya.

JEJAK DI HUTAN PINUS
Karya : Srie Astuty Asdi

Ada setangkup resah menyelinap
Ketika riuh sekitarku meriap
Lentera hati masih saja meredup
Mekar sunyi tak jua menguncup

Rindu terkemas halus mengembus
Di perbatasan senja hingga pagi terendus
Kurasai semilirnya segemeresak irama gambus
Serindang alunan kemarin menjejak di hutan pinus

Kuhirup aroma hijaunya menerbangkan angan
Kupunguti dedaun kuning yang berserakan
Kujilati terik mentari mengintip di celah pepohonan
Dalam penantian, aku tersungkur di ujung kenangan

Kemilau Mata Bening
Makassar, 02/12/216

S A J A K  P A G I
Karya : Srie Astuty Asdi

Dengan cinta bening pagi luruh
Bermuara di kelopakmu, membasah
Tumbuhan dan pepohonan, lalu menyerap
Pada ronggaku, rusuk-rusuk pun bertasbih
Pada-Mu, menghatur kasih takdir-Nya di tiap waktu serap

Adakah yang tak menerima syukur pada-Mu
Nan tiada berterima kasih akan nikmat-Mu
Mungkin hanya insan-insan yang sombong
Yang melangkah dengan dagu ke atas
Sembari menengok dengan sinis menjenjang

Dengan cinta air langit runtuh
Dari tepi retina netramu, membasuhi tengadah
Menelusup ke rambut, kulit, urat nadi jua darah
Menyuburkan kembali halamam jiwa

Burung-burung berkicau riang langit cerah
Bertasbih dan tunduk pada- Mu saja
Ya Allah, terima hadirku akan segala- Mu

Kemilau Mata Bening
Makassar, 13 Desember 2016
-----------------------

Demikianlah puisi jejak pagi di hutan pinus. Simak/baca juga puisi puisi yang lain Karya Srie Astuty Asdi (Kemilau Mata Bening) di blog ini. Semoga puisi di atas dapat menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Sekedar informasi Puisi-puisi yang ada di blog Pdkb sebagian bersumber dari status/karya member grup pdkb di facebook

Jika ada pembaca yang ingin berpartipasi puisi silahkan di kirim KE SINI
Dan Untuk berlangganan update Dari blog Puisi dan kata bijak ketikkan email anda di form di bawah ini :
icon

disqus comments

 
INFO KLIK