Breaking News
Loading...

Puisi dan kata bijak, suram nama yang tertitip. Keindahan alam tak seperti masa lalu Semuanya suram Sepanjang negeriku kebanjiran Pohon padi pun menangis tanpa air mata, Ayat-ayat tak kunista dalam kalbu Sepanjang bumi-Mu tak bergulir jadi debu.

KEKUFURAN
Karya : Siamir Marulafau

Siangku menggulung harapan
Perut bedendang
Pantun tak terucap
Meskipun kuhibur dengan kata puitis
Hanya mengingat jasad tak menerima

Jika perut menyanyi kesiangan
Dahaga menitip pesan
Aku sungguh melahap
Beras pun sirna
Beban hidup tak terpikulkan
Sepanjang negeriku kebanjiran
Pohon padi pun menangis tanpa air mata
Rakyat pun menjerit...
Semua tanaman tumbang
Apa dosaku?
Apakah bertanya pada rumput bergoyang?
Kenapa tak pada sebatang pohon padi saja?
Dia kan bergoyang juga
Tumbang karena ulah :
Ulah pen!sta pelecehan penghinaan
Tuhan pun geleng kepala
Akan kubolak balikan bumi-Ku
Jika kufur nikmat

sm/01/11/2016

JIHAD
Karya :siamir marulafau

Aku hanya berkemas-kemas dengan puisiku
Sebelum ajal menempuh gerbang jalan tak ada ujung
Meskipun gelap tanah tak bersuluh
Kebajikan menyiram tanah seram dengan air wudhu
Di kala napas tak menerawang
Salatku membalut amarah-MU
Sujudku menggapai surga-Mu
Terbentang di langit ke 7
Tak akan dusta di sisi-Mu
Ayat-ayat tak kunista dalam kalbu
Sepanjang bumi-Mu tak bergulir jadi debu
Akan kubelai dengan napas dan diriku

sm/04/11/2016

SURAM
Karya :siamir marulafau

Cantikmu hanya mengukir duka
Tak merangkai ranting, berpatahan
Di kala musim gugur menyebar ke daratan
Keindahan alam tak seperti masa lalu
Semuanya suram
Tak bergairah
Meskipun kembang semerbak mewangi
Hanya temaram malam mengisahkan rindu
Semua sirna ditelan kepompong
Tak tergapai di grimis malam
Merintik dalam kalbu

sm/09/11/2016

NAMA YANG TERTITIP
Karya:siamir marulafau

Hanya menitipkan nama di atas pusara
Terukir diprasasti setiap pahlawan
Pembela bangsa dan negara
Di setiap pohon berdiri tegak
Daun-daun tak menyanyi lagi

Menangis tanpa air mata
Tertahankan di kala jasad tertanam
Hanyalah nama terukir dan tak merapuh
Di kala harapan tergapai di medan perang
Tanda jasa tersemai di atas rerumputan
Menebal di setiap sudut kota

Meskipun angin bertiup kencang
Pilar bangsa tak akan terhempas
Di kala sanubari bersatu
Dari satu pohon kepohon lain
Tak akan tumbang sampai akhir zaman

sm/10/11/2016
----------------

Demikianlah puisi suram nama yang tertitip. Simak/baca juga puisi puisi yang lain Karya Siamir Marulafau di blog ini. Semoga puisinya di atas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Sekedar informasi Puisi-puisi yang ada di blog Pdkb sebagian bersumber dari status/karya member grup pdkb di facebook

Jika ada pembaca yang ingin berpartipasi puisi silahkan di kirim KE SINI
Dan Untuk berlangganan update Dari blog Puisi dan kata bijak ketikkan email anda di form di bawah ini :
icon

disqus comments

 
INFO KLIK