Breaking News
Loading...

Puisi setia serupa mazmur pujangga. modal utama bagi setiap manusia adalah setia karena sesungguhnya setia itu di ibaratkan sebuah kepercayaan menyatu dalam jiwa seseorang. jika dalam sebuah hubungan asmara berlandaskan setia maka hubungan pun akan mejadi awet dan bertahan. Namun ketika sebaliknya, hubungan akan menjadi amburadul. Oleh karena itu dalam sebuah hubungan kejujuran adalah mata dan kesetiaan atau setia adalah hatinya.

Ketika dalam jiwa telah tertanam rasa setia maka peluang untuk berhianat, mencurigai dan cemburu takkan ada, karena di hatinya hanya ada seorang yang telah mengikat hatinya. mungkin begitulah kira kira tenta setia.

Setia serupa mazmur pujangga, satu dari dua judul puisi karaya dari Sri Astuty asdi, adapun masing masing judul puinya antara lain.
  • Puisi setia serupa mazmur pujangga
  • Puisi rindu tak berbatas
Salah satu penggalan bait dari dua puisi tersebut. "Rindu tak terbatas selayak hening malam Mengulum luka dengan renjana menjalar Laksana terdalamku ditumbuhi sekuntum mawar asa menggantung di sembap mata berembus di atas peraduan". Selengkapnya dari bait ini, di simak saja puisinya berikut ini.

* SETIA SERUPA MAZMUR PUJANGGA *
Karya : Srie Astuty Asdi

Pada senja yang semakin menjingga
Aku setia dalam rundungan duka
Terjaga bersama meredupnya sang surya
Mengulum luka waktu dengan renjana

Tiba malam, aku melebur sepenuh pekatnya
Menyibak kegelapan dengan sukma menyala
Mendongak ke langit sebinar mata terbuka
Kearah bintang kubisikkan salamku padanya

Kelopak bunga di dada masih memekar
Tangkai putik di jantung masih berdebar
Daun-daun hijau di rongga masih menjalar
Laksana terdalamku ditumbuhi sekuntum mawar

Kembang afeksi pelipur sekalian alam
Terjemahan bahasa hati nun terpendam
Duri berjarum, menisik, darah pun terendam
Serupa mazmur pujangga, indah bergurindam

Kemilau Mata Bening
Makassar, 25 November 2016

RINDU TAK BERBATAS
Karya : Srie Astuty Asdi

Selayak hening malam berpuisi
Redup gemintang remang kejora hati
Aksara senyap mengadu pada kabut alam
Merindu purnama terangi suasana suram

Terkisah dari balik jendela kamar
Bahasa hasrat menatap sunyi dengan nanar
Dikulum udara dingin sukmaku menggigil
Raga ringkih jiwa merintih jerit memanggil

Setumpuk resah diam mendada
Sesakkan napas penuhi rongga
Degup jantung senada wajah durja
Bulir asa menggantung di sembap mata

Riuh suara jangkrik bercengkerama
Memagut angan cumbui gulita
Bayang kinasih menari tak kunjung usai
Seirama gerimis rindu yang merinai

Lewat kantata angin kusampaikan
Desir gemulai mengusik ingin
Halus berembus di atas peraduan
Padamu berbisik rinduku tiada batasan

Kemilau Mata Bening
Makassar, 12 November 2016
------------

Demikianlah puisi  setia serupa mazmur pujangga. Simak/baca juga puisi puisi yang lain Karya Srie Astuty Asdi (kemulau mata bening) di blog ini. Semoga puisinya di atas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Sekedar informasi Puisi-puisi yang ada di blog Pdkb sebagian bersumber dari status/karya member grup pdkb di facebook

Jika ada pembaca yang ingin berpartipasi puisi silahkan di kirim KE SINI
Dan Untuk berlangganan update Dari blog Puisi dan kata bijak ketikkan email anda di form di bawah ini :
icon

disqus comments

 
INFO KLIK