Breaking News
Loading...

Puisi Renungan di sepertiga malam. Renungan adalah kegiatan mendekatkat diri kepada Sang peciptan yg dilakukan dengan cara berdoa atau bezikir mengadu kepadaNya, tentang permasalahan hidupa yang dialami, dengan memita petunjuk kepadaNya, agar bisa keluar dari permasalah yang di alami.

Renungan biasa juga di sebut merenung artinya berdiam memikirkan sesuatu hal dengan cara mencari jalan keluar dar maslah yang di renungkan. ada berbagai macam renungan menurut kepercayaan dan keyakinan, salah satau renungan yang lumbrah adalah renungan tentang kesabaran

Renungan di sepertiga malam, judul ini, satu dari dua puisi di kesempatan ini, adapun masing masing judulnya, antara lain.
  • Puisi pinangan kerinduan
  • Puisi renungan disepertiga malam
Salanh satu penggalan baitnya. "Pinangan kerinduan tanpa jeda Basuhi lembah resahku, Derai rinai memeluk waktu, pikiran melara riuh kalbu yang menyiksa, Di bawah langit sepertiga malam, Aku tafakkur dengan muhasabah tergenggam Masuki cahaya-Mu". Selengkapnya dari bait ini, di simak saja puisinya berikut ini.

PINANGAN KERINDUAN
Karya : Srie Astuty Asdi

Tercipta syair kerinduan
Galur jarak hati berjauhan
Musim penghujan membingkai angan

Dihiasi kembang memijar
Cecar harap pucuknya memekar
Cinta menanti masih berbinar

Menjulang kitari langit biru
Sendu bersama awan
Sepenuh kasih kulayangkan

Bermuara tanpa jeda
Basuhi lembah resahku
Derai rinai memeluk waktu

Beku di tengah hela memburu
Mengeja namamu memanggil
Mengulum gigil kepingan rindu

Kepada Kinasih kunaif
Di bayang dadamu tersandar beribu maaf
Asaku tertimbun menyatu denganmu

Di selubung jiwa berirama
Tanpa daya mendᥱsah rindu
Gerimis butakan rembulan bermata

Irama pilu menjelma angin
Mengembus siluetmu beringin
Desir terhebat sepoikan angan

Terus kulayari samudera tiada batas
Hingga menyentuh tilam nirwana
Lalu rebah sembari menutup mata

Pagutan nada senyap napas merindu
Disertai tarian pena gemulai lekukmu
Meronce syair gelisah berbunga setia

Beraltar getar sunyi yang meremas
Terucap ijab di atas peraduan
Menunai sendiri pinangan kerinduan

Kemilau Mata Bening
Makassar, 01 November 2016

RENUNGAN DI SEPERTIGA MALAM
Karya : Srie Astuty Asdi

Seiring asa yang merasuk jiwa
Aku mengadu pada-Mu Sang Pencipta
Tentang riuh pikiran yang melara
Tentang riuh kalbu yang menyiksa

Di bawah langit sepertiga malam
Aku tafakkur dengan muhasabah tergenggam
Masuki cahaya-Mu di ronggaku terdalam
Mengingat ibadah, hidup, matiku, hanya bagi-Mu
Penyeru Sekalian Alam

Engkau masih tiupkan napas menyebut nama-Mu
Engkau masih bukakan pintu waktu ampunan-Mu
Engkau telah mengajarkan pelajaran dengan asih dekapan tangan-Mu
Terimalah sujud air mataku, semoga menghapus dosa-dosaku yang lalu

Dengan hati, dari hati dan untuk-Mu Pencipta hati
Saat ini kusebut anugerah terindahku yang hakiki
Karena-Mu aku masih diberi nikmat menghirup udara pagi
Lembar baru di usiaku tuk mengisi hari demi hari

Kemilau Mata Bening
Makassar, 24 November 2016
-------------

Demikianlah puisi renungan di sepertiga malam Simak/baca juga puisi puisi yang lain di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Sekedar informasi Puisi-puisi yang ada di blog Pdkb sebagian bersumber dari status/karya member grup pdkb di facebook

Jika ada pembaca yang ingin berpartipasi puisi silahkan di kirim KE SINI
Dan Untuk berlangganan update Dari blog Puisi dan kata bijak ketikkan email anda di form di bawah ini :
icon

disqus comments

 
INFO KLIK