Recent Posts
Loading...

Author :
Puisi dan kata bijak. Puisi ngiang. Sungkawa bergelimang di tepi jurang renjana dan benci, kau pun berdiri gamang di dalam dada masih menyala-nyala daya juang meski semua sumpah setia ternyata cuma omong doang kaki-kaki tegar akan tetap berburu peluang

Pragraf diatas salah satu penggalan puiai berjudul ngiang, bagaimana puisinya untuk selengkapnya silahkan disima saja berikut ini.

NGIANG
Karya: Samanta

Hingga kini masih saja terngiang-ngiang
dulu saat kau memekik-mekik eʋforia bergelimang riang
tatkala @nggur asmara di piala nurani telah tertuang
namun ketika sang dengki mengerek bendera setengah tiang
engkau meraung-raung histeria di jiwa meriang
semua terpatri abadi di memori yang mustahil terbuang

Cinta adalah monosem di sucinya ensiklopedia kasih sayang
menara ikrar tunggal terkokoh yang mustahil gayang
meronce sepasang hati bak syahadat dan sembahyang
ia mawar yang ayunya menerbangkan melayang-layang
berhias duri-duri penoreh lara pemasti hidup merayang
terlukalah jejari bersama getirnya bayang-bayang

Walau dibegal waktu, ngiang-ngiangmu kian menggermang
dalam dekap harap bersaus murka yang terus menimang-nimang
belantara esok makin berselimut realita remang-remang
dalam @nggunnya ritme air mata yang tak henti meremang
tergolek layu di lumpur masygul, sungkawa, bergelimang
di tepi jurang renjana dan benci, kau pun berdiri gamang

Namun di dalam dada masih menyala-nyala daya juang
meski semua sumpah setia ternyata cuma omong doang
kaki-kaki tegar akan tetap berburu peluang
persetan dengan angkuhnya malam, bengisnya siang
hingga kelak di medan syahid jantung ditembus tembiang
dan segenap mimpi pun terkubur di dalam liang

Bumi Allah, 24 November 2016
---------------------------

KOSAKATA:

>> monosem = kata atau frasa yg hanya mempunyai satu makna
>> gayang = terhuyung-huyung atau tdk tegak berdiri krn mabʋk (pusing kepala, pening, dll)
>> merayang = merasa agak pening; pusing krn kena pukul
>> menggermang = menjadi seram
>> meremang = (1) merasa seram; tegak (bulu badan); (2) meleleh (air mata); bersimbah (peluh)
>> renjana = rasa hati yg kuat (rindu, cinta kasih, berahi, dll)
>> tembiang = lembing; tombak

Demikianlah puisi ngiang. Simak/baca juga puisi puisi yang lain karya Sang maha dewa cinta di blog ini. Semoga puisinya di atas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

disqus comments

 
INFO KLIK