Recent Posts
Loading...

Author :
Puisi dan kata bijak. Puisi nafas yang terjajah satukan lagi. Masih mampukah biduk kita menggapai pulau harapan, Gemuruh badai datang pecahkan kedamaian porak porandakan keinginan tuk bersatunya perbedaan, Maaf Aku Terlambat terlalu muak sesakkan dada,

Pragraf diatas salah satu penggalan bait dari ketiga puisi campuran di kesemptan ini, dan nafas yang terjajah satukan lagi kombinasi dari dua judul puisi, adapun masing masing judul puisinya antara lain.
  1. Puisi maaf aku terlambat
  2. Puisi satukan lagi
  3. Puisi nafas yang terjajah
Bagaimana cerita dan makna dari kedua puisi tersebut, untuk lebih jelasnya silahkan disimak saja puisinya berikut ini.

Maaf, Aku Terlambat
Husain Ismail

Hadirmu disini belumlah dapat kumengerti
mungkin karena begitu dalam lukaku ini
batinku rekah karena asmara
teramat sakit ini kurasa

Hambar kecupmu aku rasakan
terlalu muak sesakkan dada, masa yang ku lewati
hidupku terhempas
tercampakkan di sini

Maafkan aku yang tak pedulikanmu
saat kau coba memahamiku
maafkanku juga
telah membuatmu tahu akan kelam masa laluku

Walau terlambat, kini ku sadari arti hadirmu
ijinkan sambutku
akan hangat belaimu

Dan jika kau ijinkan
kuingin lumat bibirmu
agar kau tahu
kaulah penawar lukaku

Jangan tutup pintu pagarmu
biarkan aku masuk di pelataranmu
kuingin singgah di hidupmu
masih mungkinkah semua itu?.

Riau,301116,Husain Ismail

Satukan Lagi
Husain Ismail

Berapa jauh lagi
kita berjalan tanpa bicara
tiada lagi tegur sapa
tak berbentuk kata kata

Masih mampukah biduk kita
menggapai pulau harapan
sedang kau tak mau lagi
menemaniku mengayuh dayung

Tak ku inginkan tenggelam di sini
di gulung ombak
di ombang ambing badai
ku tak ingin itu terjadi

Satukan lagi semangat yang tersisa
paksakanlah untuk mengayuh
agar tak oleng biduk kita
dan tak karam di tengah samudera

Lihatlah bendera kita
masih kibarkan semangat membara
tidakkah nalurimu tersentuh
jangan rapuh jiwamu pintaku

Riau,301116,Husain Ismail

Nafas Yang Terjajah
Husain Ismail

Detak waktu bergulir sia sia
rencana tak senada lagi
derap kaki membisu
tiada guna lagi bicara

Telingamu terlalu angkuh
tatapanmu teramat sombong
tiada lagi kepedulian
meski sukma tinggalkan jasad

Gemuruh badai
datang pecahkan kedamaian
porak porandakan keinginan
tuk bersatunya perbedaan

Tanpa perlu kau pertegas
kebudayaan kita berbeda
cara hidup kita berbeda
berbedakah bagimu nafas kita
mungkin iramanya saja yang tak sama

Dengan tenang kau bernafas
mereka bernafas denfan gelisah
disini kami tersengal sengal
disana saudara kami bernafas sesak

namun tetap sama
bernafas
menghirup dan melepas
bisakah kami dapatkan

Bernafas tanpa belenggu
bernafas dengan merdeka
atau baiknya tak lagi bernafas
kami rindu udara segar

Jakarta,301116,Husain Ismail
-------------------

Demikianlah puisi nafas yang terjajah satukan lagi. Simak/baca juga puisi puisi yang lain karya Husain Ismail di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

disqus comments

 
INFO KLIK