Recent Posts
Loading...

Author :
Puisi dan kata bijak, puisi meski hidup hanya sesaat. Hidup didunia ini bak panggung sandiwara hidup hanya sementara, maka pergunakanlah hidup sebai baiknya menjalani kehidupan yang kita jalani, jangan gampang terpengaruh kemewahan dunia bak candu memikat namun semua itu hanya sementara saja.

Meski hanya hidup sesaat, seperti judul diatas, walau hanya gabungan dari kosakata dua judul puisi, tetapi ada positifnya, walau meski hidupa hanya sesaat, maka pergunakanlah hidup dengan sebagaimana yang di tentukan dalam kepercayaan dan keyakinan masing masing, dalam hal ini, keyakinan menurut Agama dan kepercayaan kepada Tuhan.

Meski hidup hanya sesaat, dua judul menjadi satu, adapun masing masing judul puisi di kempatan ini. diantaranya:
  1. Puisi meniti tikungan mimpi
  2. Puisi andai aku bisa
  3. Puisi meski
  4. Puisi kecemasanmu
  5. Puisi hidup hanya sesaat
Salah satu bait dari kelima puisinya. "Kecemasanmu merayapi keremangan rupamu, andai aku bisa meniti di tikungan mimpi meski pelepah rindu goreskan bisu di pangkuhannya seperti langit dan bintang gumintang". Selengkapnya dari bait ini, di simak saja puisinya berikut ini.

MENITI TIKUNGAN MIMPI

Lautan maha di tikungan mimpi
Aku melihatmu menuruni serambi rasa
Gontai, meniti telapak sunyiku

Sekejap melangkaui busur sukma
Gemuruh riuh
Sekelumit rangsʌng bayang kerinduanku

Nanar getar berkilatan atas resahku
Meluluh puja noktah jiwa
Merayapi keremangan rupamu

Dan
Ujung fitrahku telah mutlak mendayu
Meminta senyumu dalam gejolak waktuku

Oss.am
Subang,30-10-2016

ANDAI KUBISA
Bunda Ashofi

Andai ku bisa
Kan selalu kutatap wajahmu
Walau jauh di sana
Wahai sang kejora
Jangan kau tipu dirimu
Dengan bayangan karena awan
Tetaplah disana
Walau terhalang sinarmu tetap berada

MESKI

Aku
Melebar di pelepah rindu
Meki, engkau goresan bisu

Aku
Kepingan syahdan kalbu
Meski, engkau selapis kelambu bayu

Aku
Nurani yang memburu
Meski, engkau oasis tertimbun debu

Aku
Cerita jiwa yang tak lelah berkicau
Meski, engkau sepenggal hikayat tak berbuku

Oss.am
Subang,02-11-2016

Kecemasanmu
iLene

Kecemasan sering membuatku jatuh bangun
Dimana letaknya lebih dekat dengan suatu pertanyaan
Datang ketika semua berjalan masing-masing
kesendirian lah bukan akhir dari wujud sepi

Aku yang selama ini mendiami diskusi-diskusi kecil di balik tiang-tiang dari mereka
Tidak kudengar suara angin yang membuatnya gaduh
Tidak kudengar suara hujan yang membuatnya menangis keluh

Aku anak kemarin sore, tubuh dan jiwaku tidak jauh
Tetap tenang di pangkuhannya seperti langit dan bintang gumintang

Tegal, 30-10-2016

Hidup Hanya Sesaat
Uncu Nelma

Hidup hanya sesaat
Jangan pilih yang sesat
Carilah ilmu yang manfaat
Untuk bekal di akhirat

Gemerlap dunia
Hanya butakan matamu
Tengoklah ibumu
Sebelum habis air kopinya

Bandung, 31Okt2016
-------

Demikianlah puisi meski hidup hanya sesaat. Simak/baca juga puisi puisi yang lain di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

disqus comments