Recent Posts
Loading...

Author :
Puisi dan kata bijak. Puisi merindukanmu tanpa kepastian. Menuggu cinta yang tak pasti bukanlah perkara yang mudah bagai mereka yang sedang merindukan kekasihnya, penantian seperti ini selalu mengganggu pikiran akan tetapi itulah cinta, terkadang dalam perjalanan, untuk menggapai kebahagian sang pencinta, terkadang melakukan atau menalami hal hal yang yang susah di mengerti dengan akal sehat. cinta memang terkadang aneh seaneh sang pencinta.

Merindukannmu tanpa kepastian, judul ini hanya kombinasi dua judul dari empat puisi di kesemptan ini, adapun masing masing judul puisinya antara lain.
  1. Puisi hentikan
  2. Puisi kepastian
  3. Syair hati
  4. Puisi merindukanmu
Salah satu penggalan bait dari keempat puisi tersebut. "Hentikan Jangan teruskan segala imaji Menghalang, kokohnya batu karang yang biasa menghiasi entah dimana kini menyandarkan diri, Laksana ujung pedang menembus hati Mengoyak jiwa dengan lantang". Selengkapnya dari bait ini, disimak saja puisinya berikut ini

HENTIKAN
ﺃﺣﻤﺪ ﻧﻮﺭ ﻓﺨﺮﻱ

Sajakku tiada tajam lagi
Setelah matamu berbinar
Mana mungkin kuterus berpuisi
Saat semua diksi kau buat lapar

Hentikan!

Jangan kau teruskan
Memamah segala imaji
Lalu, kau tukar ilusi
Biarkan aku kembali menari
walau terus kau hantui
Majasku tetap hidup, meski kau racuni
Dengan secawan @nggurmu; Nyai

Madura, 21 November 2016

Kepastian
ADILA

Mengelembung hati dalam raga
Mengalir deras keyakinan jiwa
Bernafas tanpa suara
Menghalang kokohnya batu karang

Timbul pembisuan dalam suara
Mengiringi keyakinan pelupuk hati
Terjatuh dalam penderitaan
Menduga tiada kepastian

SYAIR HATI
Karya: Ridho Amanta Rajak

Kuhirup udara malam yang tak biasa ini
Semua indra tahu akan perbedaan ini
Cahaya yang biasa menghiasi kini telah pergi
Dan ku tak tahu kemana ia berlari

Kurindu akan sapaan sang cahaya yang biasa menghiasi
Yang entah dimana kini ia menyandarkan diri
Seandainya ku tahu dimana kini ia berhenti berlari
Akan ku minta ia untuk kembali
Tuk menghiasi kegelapan yang terus pekat karena dimakan emosi
Meski diri ini tahu itu mustahil terjadi
Bila sang cahaya membaca syair ini
Tolong maafkan atas goresan hati yang pernah dibuat harimau ini


merindukanmu
Omah Tiara

Kau laksana bulan di ataa sana
Memberi cahaya penuh warna
Saat malam tiba
Tak peduli gelap gulita

Kau pergi meninggalkanku
Membawa cahaya dan warnamu
Dalam gelap kuterpaku
Triris hatiku pilu

Entah kemana harus kucari bayangmu
Yang hilang bersama waktu
Kau tak mau bersamaku..

Kini kerinduan datang menghadang
Laksana ujung pedang menembus hati
Mengoyak jiwa dengan lantang

Aku seorang diri
Menangis, sepi menyisakan luka hati
Karna kerinduan menghampiri
--------

Demikianlah puisi merindukanmu tanpa kepastian. Simak/baca juga puisi puisi yang lain di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

disqus comments

 
INFO KLIK