Breaking News
Loading...

Puisi dan kata bijak. liku liku hidup. Aku hanya mencetuskan rasa piluku dalam lampu terselubung meskipun cahayanya berkelip-kelip selalu tapi harapan tak akan sirna bagaikan daun-daun tumbuh di atas pusara mau ke mana berkunjung?

==LIKU-LIKU HIDUP==
Karya: siamir marulafau

SIAPA YANG BERANI MENJAWAB?
JIKA AKU SUKA SAMA KAU
MAU APA?
TUHAN SAJA PUN TIDAK BISA MELARANG
MAU APA?

APALAGI MANUSIA DUNIA INI
SEKARANG TERGANTUNG PADA ANDA
APAKAH DIKAU SUKA HIDUP BERSAMAKU ATAU TIDAK?

MAU APA LAGI?
JIKA AKU BERTANGGUNG JAWAB SAMA KAU
MAU APA LAGI?
APA LAGI DIKAU CARI?

SUNGGUH DIKAU MENCARI GANTENG SAJA
BELUM TENTU...
UNTUK APA GANTENG JIKA KANTONGNYA KOSONG
HANYA BERKATONG BERISI KUTU BUSUK

SEDANGKAN DIKAU CARI
BERKANTONG TEBAL
BERMOBIL MEWAH
PUNYA RUMAH ISTIWEWA
MAU APA LAGI?

AKU PUN TAK MAU PADA GADIS/JANDA SEMBARANG
JIKA HANYA BERDANDANG SAJA
TUKANG CERITA SAMA TETANGGA
UNTUK APA?
TAK MENGURUS RUMAH TANGGA
HANYA DUIT SAJA MAU TANPA KASIH SAYANG
YANG CANTIK,BERMAKE-UP SAJA KERJANYA
UNTUK APA?

BIARPUN CANTIK BAGAIKAN BIDADARI
URUSAN RANJANG LEMAH
TAK BERGAIRAH,EGOISH
LOYO DAN TAK MENYENANGKAN
UNTUK APA?
HANYA BERGAYA SAJA YANG TAHU
MAKAN DIRESTAURAN MAHAL PULA
MATA DUITAN
RAKUS BENAR, NYESAL
APAKAH INI NASIB?

TAK ADA URUSAN LAGI
HENGKANG DI RUMAH TANGGA INI
JIKA TIDAK?
AKU AKAN HENGKANG SELAMANYA
TAK AKAN BERSUA LAGI
ITULAH KONTEKS PUISIKU
BAK TAHU SAJA SUPAYA DIKAU TAHU SIAPA AKU
BUKAN SEMBARANG LAKI DIKAU JEMUR DI ATAS KARANG BERLUMUT

sm/22/11/2016

==SENTUHAN CINTA==
Karya:siamir marulafau

AKU HANYA MENCETUSKAN RASA PILUKU
DALAM LAMPU TERSELUBUNG
MESKIPUN CAHAYANYA BERKELIP-KELIP SELALU
TAPI HARAPAN TAK AKAN SIRNA

SEPANJANG LAMPU TAK JATUH
TAK AKAN MEMBAKAR JASADKU
SAMPAI TERTANAM DI TANAH TAK BERSULUH

KASIHKU AKAN KUTITIP SEPANJANG WAKTU
JIKA RINDUMU MELINGKAR DALAM SANUBARIKU
TAK AKAN LAYU SEPANJANG DUNIA TAK JADI DEBU

sm/23/11/2016 go

==USIA==
Karya : Siamir Marulafau

JIKA MENGHITUNG USIA
SEPERTINYA MENGINGAT UBAN DI KEPALA
BAGAIKAN DAUN-DAUN TUMBUH DI ATAS PUSARA
MAU KE MANA BERKUNJUNG?
SUDAH MENANTIKAN TANAH DIAM
DI KALA HATI MERASA MUDA
SEAKAN-AKAN DUNUA DITEMPUH JAUH
PERASAAN PUN SEMAKIN MUDA
USIA BERPUTAR BAGAI RODA
TAK AKAN SADAR HALUAN BIDUK KE MANA?
JIKA NAPAS BERKELIP-KELIP BAGAI BINTANG
CAHAYA SEMAKIN MEMUDAR
TINGGAL KAIN KAFAN TERUKIR DOSA PAHALA
KAPAN
KAPAN
KAPAN

sm/25/11/16
----------------

Demikianlah puisi liku liku hidup. Simak/baca juga puisi puisi yang lain di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Sekedar informasi Puisi-puisi yang ada di blog Pdkb sebagian bersumber dari status/karya member grup pdkb di facebook

Jika ada pembaca yang ingin berpartipasi puisi silahkan di kirim KE SINI
Dan Untuk berlangganan update Dari blog Puisi dan kata bijak ketikkan email anda di form di bawah ini :
icon

disqus comments

 
INFO KLIK