Breaking News
Loading...

Puisi dan kata bijak, Rinai di balik hujan. Redup dan gigilnya Teduh dan basahnya Saat rindu dan hujan beradu datangkan makna yang sembunyi dalam rintik kebisuan Mata menyelinap diantara butiran kenangan yang jatuh, Bayu bersua kilatan menegur sendiriku.

HUJAN
Must Thegoeh Therealkidrock

Hujan tawarkan bait ketenangan
Akan lara menggusik langgam kesunyian
Aku lelah.....terluka melawan dogma
Isyaratkan sejarah jiwa
Yang lelah gerah khusuk merajah

Akan putus pengharap
Sesal meraja salah bhatari durga
Aku berhutang karma sisa jejak semalam
Sengaja jadikan ikhlas menuntut apa yang pernah terlepas

Palembang,270116

HUJAN ( EPISODE 2 )
Must Thegoeh Therealkidrock

Hujan mengusik pena
Menjerat luka mengikat kesepian
Seperti tangan memecah larutnya malam
Tak cukup merenung,datangkan makna yang sembunyi dalam rintik kebisuan
Mata menyelinap diantara butiran kenangan yang jatuh
Bayu bersua kilatan menegur sendiriku
Jiwa seperti lelah menatap dalam gelap
Semakin kabur aksara jatuh terperangkap

Ruang sempit berterali emosi
Cahaya redup mengiring kematian
Penat mengendap membunuh senyap-senyap
Sisakan tanya sebelum raga terlelap

Palembang,141116

Di Balik Hujan
Husain Ismail

Senja meremang berselimut mendung pekat
di derasnya hujan bermandikan sinar lampu jalan
kegelapan menghantui
bayang suram menghampiri

Tubuh renta paruh baya
bernaung di bawah payung hitam
menelusuri jalan yang licin
dengan beban di punggungnya.

Titik air berjatuhan, menggenangi bahu jalan
kabut menyebar kasapkan pandang
senja semakin meremang di tepi malam
tepikan langkah seorang ibu.

Hari harinya penuh luka
tuk mengenyah kan luka sesama
JAMU yang ada dipunggungnya
menghidupi keluarganya.

Dingin menikam dalam ke tulang
wajah anaknya malang membayang
menantikan langkahnya pulang.

Hujan kian deras berderai
hati si ibu kian pilu
lihat hasil kerja di saku
tak cukup penuhi mau.

Malam turun
hujan tak henti
si ibu termenung
buah hatinya murung

Garut,191116,Husain Ismail

RINAI HUJAN

Hujan bertemu kembali
Rindu yang sakit mengikat temali
Kepada rintik yang menetes di hati

Betapa rindunya ketika hujan turun
Ada sederet antrian yang lembab mengembun
Di kelopak merah bola indah menenun

Hujan adalah rinduku
Yang sakit sekian tahun me-windu
Kini kembali bertamu di pintu sore senja-ku

Betapa indah tetesannya
Menderaikan kembali memori
Yang dahulu telah rapat tertutup

Kini hujan kembali
Membasahi kenangan
Yang telah lama kering

Hony
November ke 20 2016
-----------------

Demikianlah puisi rinai di balik hujan. Simak/baca juga puisi hujanyang lain di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Sekedar informasi Puisi-puisi yang ada di blog Pdkb sebagian bersumber dari status/karya member grup pdkb di facebook

Jika ada pembaca yang ingin berpartipasi puisi silahkan di kirim KE SINI
Dan Untuk berlangganan update Dari blog Puisi dan kata bijak ketikkan email anda di form di bawah ini :
icon

disqus comments

 
INFO KLIK