Recent Posts
Loading...

Author :
Puisi dan kata bijak. Puisi gadis malam di bawah beringin tua. Jika kurangkai Malam nopemberku Biarlah sukma Berselancar penuh makna Menyayat setiap lirik keangkuhan jiwa Mengajarkanku kekalahan dan salah hidupku Bukan cuma marah Tak mencaci lalu bercerita tentang lara.

Pragraf diatas salah satu penggalan bait dari tiga puisi campuran di kesempatan ini, adapun masing masing judul puisinya antara lain.
  1. Puisi malam nopemberku
  2. Puisi gadis manis di bawah berigin tua
  3. Puisi pada pend-a-mpingku
Bagaimana cerita dan makna dari ketiga puisi tersebut, untuk lebih jelasnya silahkan disimak saja puisinya berikut ini.

MALAM NOPEMBERKU

Punggung malam
Berpangku jubah jelajah yang riuh
Membelakangi bayangan nopemberku
Terasa berkas-berkas sketsa berhamburan melalui arloji rasa
Di sepanjang kelana yang merengkuhku
Dengan senyum sunyimu di buasnya gelisahku
Mampuhkah aku menjamahmu dengan kata?
Sementara ejaanku lenyap
Dan menuai remang jika kurangkai

Malam nopemberku
Biarlah sukma
Berselancar penuh makna
Bersama artimu yang mengintai di mimbar sunyi

Sejenak ronaku terus bertingkah
Bersikukuh berpeluh desirmu
Tetesan rindu pun bercampur gelembung tangisan langit
Mendadak kau mengabut dalam kalbu
Bawakan embun mimpi di malam nopemberku

Oss.am
Subang,29-11-2016

GADIS MANIS DI BAWAH BERINGIN TUA
Ahmad Noer Fahri

Tembang jawa menyibak tabir kepalsuan malam.
Mengalun dari bibir berpoles gincu merah, merekah. Sedikit parau, pun terdengar indah
Menggugah,
Kunang kunang nakal berdansa

Wajah muram dengan linangan air mata. Menyayat setiap lirik lirik keangkuhan jiwa. Pendar asa, padam bersama bianglala. Hilang warna,
Hilang rasa,
Tersesap liur setan durjana

Rambut kusut terurai ke dada. Gaun lusuh bersimbah peluh. Wewangian parfum eropa, menyeruak amis darah serigala. Sepatu kaca, pecah terlempar gairah. Getir hidupmu, melebihi puteri salju. Mengemban derita bak cinderella.

Di bawah beringin tua, lelaplah sebentar saja. Resahmu kan hilang, tersapu angin di wajah rerumputan.

Madura, 28 November 2016

Pada pend-a-mpingku
Oleh Catur Kotaman Wira

Mengajarkanku kekalahan dan salah hidupku
Bukan cuma marah saat aku salah
Tak mencaci lalu bercerita tentang lara
Membelai tiap kekata

Tak sangka
Engkau wanita berdarah singga
Lantang aunganmu
Lembut kasih sayangmu

Pada bait cerita hitamku
Menyudahi yang dulu
Mengajar betapa mulia iklas di kejar
Aku terperanjat rasamu begitu liat

Serang, 291116
--------

Demikianlah puisi gadis malam di bawah beringin tua. Simak/baca juga puisi puisi yang lain di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

disqus comments

 
INFO KLIK