Recent Posts
Loading...

Author :
Puisi dan kata bijak. Puisi congkak hari memaknai rasa. pengertian rasa adalah segala sesutu yang alami oleh badan, karena rasa adalah anugerah, makan apay di rasakan itu pun seuatu anugerah, dan Setiap rasa indah yang dialami mau pun sebaliknya merupakan suatu anugerah. sepeti ingin memiliki, mengasihi, mencintai, menyayangi semua merupakan anugerah yg dari sang Maha rasa.

Sedangkan Pengertian congkak. Congkak merupakan suatu sikap ataupun tindakan yang meninggikan diri dan menganggap diri sendirilah yang lebih baik  atau mulia daripada orang lain yang ada di sekitarnya.

Congkak memaknai rasa judul ini hanya kombinasi dari beberapa judul puisi di kesempatan ini adapun masing masing judul puisinya antara lain.
  • Puisi pada surya yang congkak
  • Puisi membumbung hari memaknai rasa
  • Puisi makan cinta ngga bikin kenyang
Salah satu penggalan bait dari ketiga puisi tersebut. "Beribu aral merintang Caci datang selalu menantang Tak bergeming, Memaksa ingatan yang jatuh dipangkua. Lalu menabur cerita yang tertunda di peraduan kau usili aku". Selengkapnya dari bait ini, disimak saja puisinya berikut ini.

PADA SURYA YANG CONGKAK
Karya : Catur Kotaman Wira

Saat engkau terlahirkan
Lembut menyapa dihias merah unggu darah
Sedikit lugu malu
Detak di tangan tunjuk angka separuh delapan

Tetap lembut mengusir kabut
Sedikit diatas bukit
Mulai kau acuh diri
Tak perduli

Aku menyumpahimu
Diperduan kau usili aku
Sinarmu menusuk masuk
Aku marah meluah

Tak kau tau aku masih rindu
Berc!nta dengan bantal dan kasur kumal
Kau sombong mendorongmu
Mengusir dari peraduan

Ku umpati engkau
Biar rambutmu tinggal separo
Atau lembut awan menbentang datang
Aku benci kau congkaki

Jakarta, 231116

membumbung hari,memaknai rasa
Karya : Catur Kotaman Wira

Telah terlewati dari pertama sampai kini
Rintang membentang jenjang
Dari pertama mengawal
Sampai kekal mengental

Beribu aral merintang
Caci datang selalu menantang
Tak bergeming kita sampai samping
Menuai belantara hujat dikira

Semasa sekarang
Menata hidup yang masih redup
Mengharap terang bergemintang
Mewarnai jalan yang baru jadi

Ayo erat dilipat
Karna cerita kita yang umpat
Jangan toleh kiri belakang
Karna hidup kita yang tentang

Jakarta, 221116

Makan cinta ngak bikin kenyang
Oleh Catur Kotaman Wira

Bulan menyeret kapal kapal di pelabuhan
Lalu menebar sinar suramnya
Memaksa ingatan yang jatuh dipangkua.
Lalu menabur cerita yang tertunda

Cinta mengajar hidup sejajar
Bukan berbanjar liar
Apalagi menjilat ludah yang kering sudah
Sikap menggula bagai pustaka

Tujukan dalam nyata
Bukan omong manis belaka
Tak kenyang hidup makan sayang
Cuma bisa mengeja indah dalam tiap luah

Memetik pelajaran dari satu pengajaran
Bukan manis cuma ditulis
Lalu kembali mengembang kambang
Cukup merilis semu dikias garis

Celoteh bunda

Jakarta, 211116
-----

Demikianlah puisi congkak hari memaknai rasa. Simak/baca juga puisi puisi yang lain di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

disqus comments

 
INFO KLIK