Breaking News
Loading...

Puisi dan kata bijak. puisi cinta air mata aku kau dan entah. Aku tenggelam pada airmatamu dalam arus derasmu Sampai kujumpai arti rindu dan cinta, dengan tasbih di jarinya dalam dzikir yang kemarin sempat tertunda.salag satu penggalan bait dari kedua puisi esai di kesemaptan ini, adapun masing masing judul puisinya antara lain.
  1. Puisi dzikir yang kemaren sempat tertunda
  2. Puisi cinta air mata aku kau dan entah
Bagaimana cerita dan makna di balik rangkaian bait bait kedua puisi tersebut, untuk lebih jelasnya silahkan disimak saja puisinya berikut ini.

DZIKIR YANG KEMARIN SEMPAT TERTUNDA
Heny KD

pada remang ia menyapa, pada gelap ia sembunyi
di sana, pada obral cinta yang tarifnya tak
seberapa, pada dosa-dosa, pada mimpi-mimpi
anak manusia, pada penyakit kᥱlamin yang
menyetubuhinya, Saritem gemetar di atas ranjang
menjadi pesakitan lalu ia merayu sang malaikat
maut dan berkata "jemputlah daku kakanda,
kemanapun kan kau bawa, aku akan turut serta!".
Saritem terlihat tak peduli lagi pada arah
neraka dan surga samasama indah baginya
namun jauh di lubuknya surga menjadi mimpinya
Saritem terbentang di atas ranjang, dengan penyakit yang menggerogotinya
ia lemparkan pandangannya pada langit-langit kusam kontrakannya
berharap doa terakhirnya kan merubah warna
Saritem memejamkan mata, dengan tasbih di jarinya
dalam dzikir yang kemarin sempat tertunda
Saritem meninggal dunia
ia menjumpai Tuhannya ...!

Blitar, 241116

CINTA, AIRMATA, AKU, KAU DAN ENTAH !
Heny KD

Sebab cinta hanyalah entah
Sampai nafas mampu membacanya
Mata paling mata!

Kabut itu menutupi hampir seluruh wajahmu saat ini
Bertahanlah ... demi yang pernah kita lalui

Lalu biarkan aku tenggelam pada airmatamu
Atau hanyutkan saja dalam arus derasmu
Sampai kujumpai arti rindu dan cinta
Yang terlahir pada tepiannya

Lalu sembab itu adalah basah
Murungkan wajah cinta
Ketika rindu masih saja duduk di bangku pada
taman berbunga beraneka warna
Wangi namun membisu ?!
Tanpa bicara, tanpa sentuh, menunggu gugur satu-persatu
Dan layu!

Pada dada yang sesakkan iramanya
Ia tersengal pada sengguk menanti jenguk
Teduhnya sepasang mata
Yang mengerti ?!

Dan akhirnya kau dan aku
Memunguti pecahan-pecahan cermin yang terlanjur
Kemudian kita satukan lagi menjadi tempat kita berkaca
Di sela-sela retakannya
Demi cinta!
Bisik kita ...berderai sudah!

Blitar, 281116
----------------

Demikianlah puisi cinta air mata aku kau dan entah. Simak/baca juga puisi puisi yang lain Heny KD (BKA) di blog ini. Semoga puisinya di atas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Sekedar informasi Puisi-puisi yang ada di blog Pdkb sebagian bersumber dari status/karya member grup pdkb di facebook

Jika ada pembaca yang ingin berpartipasi puisi silahkan di kirim KE SINI
Dan Untuk berlangganan update Dari blog Puisi dan kata bijak ketikkan email anda di form di bawah ini :
icon

disqus comments

 
INFO KLIK