Breaking News
Loading...

Puisi dan kata bijak. Rindu seumpama mawar menghiasi. Berbicara tentang rindu, terkadang sulit diungkapkan dengan kata, sebb sesungguhnya rindu, yang mengerti arti sesungguhnya adalah merekan yang mengalami, rindu, seperti ketika kita rindu dengan sesorang, perasaan yang di rasakan itulah arti rindu sesungguhnya.

Menurut mereka-mereka yang mengalami rindu,Rindu adalah perasaan yg tiba- tiba muncul ketika kita menginginkan sesuatu yg pernah ada, mendambakan suasana yg pernah terjadi pada masa lalu kita, atau yang baru saja pergi dan menghilang dari kehidupan kita.

Rindu artinya mengharapkan kembali seseorang yg pernah ada di kehidupan kita, lalu menanti kembali kedatangannya serta ingin segera bertemu melepaskan perasaan resah yang di rasakan karena telah lama tak berjumpa.

Rindu merupakan perasaan mengharap kembali apa-apa yg biasa terjadi di hidup kita, Yaitu hal-hal yg menyenangkan, suasana yg menggembirakan, tempat yg indah, keadaan yg nyaman, seorang yg menarik hati atau apapun yg menakjubkan di waktu yg lalu.

Inti dan makna rindu adalah ketika perasaan tak sabar lagi ingin bertemu dengan sesuatu yg semakin membuat kita nantikan semakin kita harapkan hal yang diingkan. Mungkin begitulah sekilas tentang kata kata rindu, yang sering dialami sebagain besar insan yang berpikiran waras,

Dan mawar adalah suatu jenis tanaman bunga-bungaan yang nama bunganya sama dengan nama kembang yang di hasilkan, mawar ada beberapa yang kita kenal ada mawar merah dengan warna bunga yang merah, mawar hitam dengan warna kembangnya yang hitam dan mawar putih, serta ada juga dikenal dengan mawar berduri

Rindu seumpama mawar menghiasi, judul ini hanya kombinasi dari beberpa judul puisi campuran di kesempatan adapun masing masing judul puisinya antara lain.
  1. Puisi rindu
  2. Puisi elysium gelap
  3. Puisi mawar neraka
  4. Puisi bosan sudah
  5. Puisi dilema berʌndal
  6. Puisi seumpama mawar
Bagaimana cerita di balik rangkaiaan bait- bait kelenam puisi tersebut, agar lebih jelas silahkan disimak saja puisinya berikut ini.

Rindu
Karya : Anarchia58

Entah cuma beberapa kali kita bicara
Atau sesering apa kita berjua
Hal itu mampu mengoreskan kisah di hatiku
Dan sekarang ku jadi perindu

Rindu ini membekas
Karatan,
Dan lumut-lumut rindu
Menghiasi hati kusamku
Menghiasi otak dan fikiranku

Bergelas gelas kopi
Berbungkus bungkus r0kok
Tak mampu menghilangkan rindu itu
Ku ingin kita bertemu
Wahai gadis lucu

Palembang,27.08.2016
#Anarchia58

Elysium Gelap
Karya : Anarchia58

Jejak benci
Bukit pesakitan sang junkie
Teriakan sakit hati
Distorsi

Nyanyian
Suara malam
Luna dan bintang
Angin panas dari elysium

Setan menari,bidadari bernyanyi
Air mata api
Sesak gelap
Mati!

Palembang,28.08.2016
#Anarchia58

Mawar Neraka
Karya : Anarchia58

Di sudut waktu kian lacur
Di ujung akar peradaban
Kini ia mencoba untuk kabur
Satire sang anarkis suburban

Mawar itu buah dari alam
Hingga waktunya mencapai temaram
Ia dihilangkan oleh sebuah perusahaan
Karena dianggap kreator pemberontakan

Tapi, kebenaran tetap ada
Kebenaran yang kan meluluh-lantakan neraka
Marsinah ia tetap ada
Dan kini ia berlipat ganda
Selagi cukong dan bedᥱbah berdasi merajalela

Palembang,10.09.2016
#Anarchia58

Bosan Sudah
Karya : Anarchia58

Bosan sudah
Ia, gadis belia
Dibelakang kemudi
Transmusi

Bosan sudah
Pak supir
Yang sedang menyetir
Dalam kemacetan kota

Bosan sudah
Hanya bosan
Tak bisa berbuat apa apa
Menikmati proyek kemoderenan (katanya)

Palembang, 17.11.2016
#Anarchia58

Dilema B e r a n d a l
Karya : Anarchia58

Mungkin benar pikiran medusa
Mungkin juga benar kebijakan athena

Semilir angin nyatakan prasangka
Pedang bermata dua
Bernama prahara
Dilema

Entah apa artinya cinta
Elegi kemunafikan akan dunia
Sebab kini gagak dirundung pilihan
Antara bermain api atau menanggalkan

Palembang, 20.11.2016
#Anarchia58

Seumpama Mawar
karya : Anarchia58

Seumpama mawar terbengkalai
Sendiri
Layu,mengabu

Seumpama mawar terlupakan
Terbuang
Diabaikan hingga termakan tanah

Seumpama mawar mekar
Dipetik
Disanjung dan dipuja
Seumpama mawar ialah veteran perang

Palembang, 16.11.2016
#Anarchia58
------------

Demikianlah puisi rindu seumpama mawar menghiasi. Simak/baca juga puisi puisi yang lain karya Anarchia di blog ini. Semoga puisinya di atas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Sekedar informasi Puisi-puisi yang ada di blog Pdkb sebagian bersumber dari status/karya member grup pdkb di facebook

Jika ada pembaca yang ingin berpartipasi puisi silahkan di kirim KE SINI
Dan Untuk berlangganan update Dari blog Puisi dan kata bijak ketikkan email anda di form di bawah ini :
icon

disqus comments

 
INFO KLIK