Breaking News
Loading...

Puisi dan kata bijak. Apakah tak terpikir. Di kala karam sentuhan bibirmu mengukir mimpi, Meskipun merahnya memudar Biduku akan menggapai ke tepian Terbawa arus tanpa lelah, Semenjak jasadmu tenggelam di daratan diam

==MERIMBUN==
Karya : Siamir Marulafau

Sinarnya membias
Membakar tidak dalam perjuangan
Jika pantulannya tak menghanguskan
Kehidupan mengalir bagai air sungai
Singgah muara tanpa dayung
Biduku akan menggapai ke tepian
Terbawa arus tanpa lelah

Meskipun tak pakai layar
Harapan akan tergapai
Jika keutuhan,kesatuan tertanam dalam akar
Pohon di tepi sungai pun kokoh
Membesar berbuah
Itulah kupetik setiap harinya
Dengan daun-daun merimbun
Pelindung sukma

sm/22/11/2016

==APAKAH TAK TERPIKIR?==
Karya : Siamir Marulafau

Di mana aku lari
Jika bumi Tuhan bergulir
Sampai terhempas di jalur tak kusenangi

Akan mengukir rasa pahit
Di kala dunia tak bersahabat lagi
Jika napas tak membias dalam setiap detik

sm/25/11/2016

==DI KALA KARAM==
Karya :siamir marulafau

Jika sanggup menyulam bulan
Tak akan lagi cahayanya kuhembus
Membalut luka perih pedih
Di kala rinduku menerawang

Bertahun-tahun sirna di langit kelam
Hanyalalah senyummu dalam impian berbayang
Semenjak jasadmu tenggelam di daratan diam
Di ujung dunia mana pun tak akan tergapai
Kasih membelai di kala duka, luka tak ter0bat

Sepertinya kapal kuberlayar karam
Tak satu pun pulau memanggil berteduh
Di saat badai menerpa
Kemudi pun berpatahan diterpa karang terjal
Meskipun deburan ombak tak menghempas

sm/26/11/2016

==SENTUHAN BIBIRMU==
Karya:siamir marulafau

Sentuhan bibirmu mengukir mimpi
Meskipun merahnya memudar
Ludahku tak tertelan
Kecupnnya menyayat jantung
Terkapar di kasur berembun

Menyambar di kelam malam
Berkelip-kelip di rembulan purnama
Hati tertegun setiap saat
Di kala lemparan senyummu memukau

Hanyalah Tuhan tahu
Siapa dikau dan aku menyulam bulan
Menerang dalam kalbu
Sepanjang laramu melingkar dalam napasku

sm/26/11/2016

==SENTUHAN LIDAHMU==
Karya : Siamir Marulafau

SENTUHAN LIDAHMU MENGERANG
DI LANGIT BIRU
DI KALA MATA MEMBIRU
DI SAAT BURUNG MENGICAU
SEPERTINYA RAGA TERHEMPAS DI UFUK TIMUR

MESKIPUN ERANGAN BERDENDANG SEPANJANG KALBU
MEMIKAT RASA RINDU
SINAR MENTARI PUN TAK MAMPU MEMBAKAR HASRAT BERGELUMIT
BERGUMUL DI ATAS SALJU

KASIH AKAN BERSENANDUNG DALAM SANUBARI
TAK AKAN MENELANJANGI HARAPAN
MENGIGAU DI SIANG HARI
MESKIPUN MENTARI TAK TERBENAM
RASA SUKA TERSEMAI DALAM NAPAS MENDERU

sm/28/11/2016
---------

Demikianlah puisi apakah tak terpikir. Simak/baca juga puisi puisi yang lain karya siamir marulafau, di blog ini. Semoga puisinya di atas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Sekedar informasi Puisi-puisi yang ada di blog Pdkb sebagian bersumber dari status/karya member grup pdkb di facebook

Jika ada pembaca yang ingin berpartipasi puisi silahkan di kirim KE SINI
Dan Untuk berlangganan update Dari blog Puisi dan kata bijak ketikkan email anda di form di bawah ini :
icon

disqus comments

 
INFO KLIK